
Setelah tiba di depan kompleks rumah Lusy, mereka pun berpisah, dan Lusy pulang ke rumahnya sendiri.
"yah... harus tidur di loteng lagi dah."ucap Lusy lirih saat tiba di rumahnya.
Lusy segera masuk ke kamarnya dan mandi.
Setelah dia mandi, dia pun ke dapur untuk memasak makan malam untuk dirinya sendiri.
"malam ini menu gue adalah sayur kuah bening sama oseng kecap kacang panjang." ucap Lusy bicara ke pada dirinya sendiri.
Setelah dia makan malam, dia pergi ke loteng kamarnya untuk menikmati indahnya bintang di malam hari sambil di temani oleh cemilan kesukaannya, yaitu Gummy Candy.
Setelah beberapa menit berbaring di atas kursi tidur, Lusy pun tertidur hingga pagi menjelang.
"hoammm..."Lusy terbangun dari tidurnya. "good morning pagi...eh salah. Good morning Lusy."
Lusy membereskan selimutnya dan pergi ke kamar mandi. setelah selesai mandi dia pun sarapan.
"roti lagi..roti lagi..sampai kapan..."Lusy menggerutu sambil mengoleskan selai coklat ke selembar roti tawar."mama nanti sore kan pulang, jadi gue gak perlu lagi sarapan pake roti tawar yang gak ngenyangin sama sekali bagi gue ini."Lusy masih mengoceh sambil mengunyah roti tawarnya.
Setelah sarapan, dia pun segera berangkat ke sekolah bersama Ardi dan Lena.
Dari pagi tidak ada hal istimewa yang di alami Lusy, dia belajar selayaknya siswa lain, hingga tiba waktu istirahat.
"eh Lusy, lo mau ke kantin gak."tanya Reyhan ketika dia sedang membereskan bukunya.
__ADS_1
"males gue, emang kenapa."
"ee..kita ke perpustakaan yuk."
"boleh juga tuh, yaudah yok."
"tapi Lena..."Reyhan menghentikan langkah Lusy karena takut Lena ikut juga ke perpus.
"dia paling lagi sama Aslan."jawab Lusy."eh.. tapi kok tumben ya Reyhan ngajak gue ke perpustakaan, dia kan males banget kalau masalah belajar. bodo ah, mungkin gue udah dapet lampu hijau, walau agak macet he..he.."
gerutu Lusy dalam hati.
"oh yaudah."
Mereka berdua pun pergi ke arah perpus, sedangkan Ardi yang dari tadi menyimak pembicaraan mereka, mengikuti dari belakang secara diam-diam.
Di perpustakaan, mereka mencari buku yang akan mereka baca. Reyhan mencari buku PPKN yang ia tak mengerti sama sekali, karena dia ingin Lusy yang menjelaskan kepadanya, dengan begitu dia mendapat perhatian Lusy. Sedangkan Lusy hanya membaca sebuah novel remaja kesukaannya yang berjudul Bad Romance yaitu karangan dari Equita Millianda.
"Lusy...jelasin dong soal yang ini, gue kurang paham."ucap Reyhan ketika dia menemukan soal yang sulit di buku.
"oh itu, kamu cari di daftar isi lalu lihat di halaman berapa penjelasannya."balas Lusy.
"oh yaudah aku baca dulu."
"hemmm."
"oh yang ini ya."ucap Reyhan ketika ia menemukan jawabannya dari soal tersebut.
__ADS_1
"ya ampun ganteng banget sih anak orang yang satu ini, bikin gue meleleh aja. Eh salah, kan yang es kutub dia bukan gue, bodo amat lah."ucap Lusy sambil terus menatap Reyhan yang sedang membaca buku.
"kurang ajar si Reyhan, bisa-bisanya dia nyari kesempatan dari Lusy."Ucap Ardi yang dari tadi memperhatikan Reyhan dan Lusy dari jarak jauh.
"gue bakal liat seberapa pantas lo buat Lusy." sambung Ardi.
Lusy dan Reyan masih melanjutkan belajar mereka tanpa tahu akan keberadaan Ardi, hingga bel masuk berbunyi teng..teng..teng... setelah mendengar bel tersebut, Ardi segera berlari keluar perpus dan lebih dulu masuk ke kelas, agar dia tidak ketahuan oleh Lusy dan Reyhan.
"Lusy, nanti pulang sekolah gue anter ya." ujar Reyhan ketika mereka sudah tiba di kelas.
"Lusy pulang bareng gue dan Lena."bantah Ardi.
"kenapa lo yang jawab, gue kan nanya Lusy." ucap Reyhan judes.
"emmm ga usah deh Rey, lagian arah rumah kita beda."jawab Lusy.
"ga papa lah sekali-sekali, waktu itu aku juga pernah nganter kamu kan, gak jauh-jauh amat." ucap Reyhan memohon.
"emmmm yaudah deh."jawab Lusy pasrah.
"maaf ya Ardi, gue gak bisa bareng kalian nanti."
"gak papa kok, kalau itu memang pilihan lo."
__ADS_1
Setelah jam pelajaran selesai, dan bel pulang juga sudah berbunyi, Lusy pun di antar pulang oleh Reyhan.