
Pagi mulai menyinsing, cahaya mentari mulai menerpa wajah Lusy sehingga ia terbagun dan langsung menghalangi cahaya tersebut dengan telapak tangannya. Dia beranjak dari tidurnya dan langsung masuk ke kamar dan tidak lupa ia menyertakan selimutnya. Sebelum beranjak ke kamar mandi, Lusy merapikan kasurnya terlebih dahulu.
Setelah beberapa menit mandi dia segera berseragam dan menghampiri dapur untuk sarapan, kali ini dia agak ke siangan karena tidak ada mamanya jadi tidak ada yg membangunkannya dan tentunya tidak ada yg akan menyiapkan sarapan seperti biasanya, sehingga sarapan pagi ini Lusy hanya di temani oleh roti tawar dan selai coklat.
"gue sarapan roti aja deh, ga keburu juga mau bikin sarapan."gumam Lusy sambil mengoleskan selai coklat kesukaanya ke selembar roti tawar.
Setelah dia selesai mengoleskan selainya, dia segera berangkat kesekolah sambil mengunyah roti tawar yg ia buat tadi. Hingga dia sampai di depan kompleks, dan di sana sudah ada dua orang siswa berseragam putih biru yg sedang menunggunya, ya mereka adalah Lena dan Ardi.
"lama banget lo, ga biasanya kek gini." ucap Lena ketika Lusy baru tiba di depan kompleks.
"lo kan tau sendiri kalau mama gue ga ada, ya otomatis ga ada juga yg bangunin gue."
"udah jangan debat lagi, nanti kita bisa telat." ucap Ardi sambil berlalu ke depan meninggalkan dua cewek tersebut.
"Lena...tadi malem gue tidur di loteng." ucap Lusy sambil memasang wajah sedih.
"hah lo tidur di loteng, kok bisa, kenapa lo ga bilang ke gue kalau lo tidur di loteng semalem."gerutu Ardi menyampaikan kekhawatirannya.
"hah emang napa kalau Lusy ga bilang ke lo, ke gue aja kaga."jawab Lena heran karena sikap Ardi yg tiba-tiba care dengan Lusy.
"ya.... gue khawatir aja gitu, siapa tau gue bisa bantu."balas Ardi sambil menggaruk kepalanya yg tidak gatal.
"halah alasan."ucap Lena tak percaya.
__ADS_1
"udah ga papa, lagian gue tidur di loteng juga niat baik, soalnya gue takut banget semalem karena ga sengaja ngeliat video hantu, terus pas banget mama gue telfon dan nyaranin buat liat bintang di loteng."Lusy menjelaskan ke pada temannya agar tidak terjadi kesalah pahaman.
"dimana-mana kalau orang mau liat bintang tuh di langit bukan di loteng, aneh-aneh aja lo."ucap Lena sambil melirik Lusy.
"ya maksudnya gue ke loteng buat tidur di sana dan supaya langitnya keliatan, jadi gue bisa liat bintang."balas Lusy kesal.
"he..he...baru loading gue."
"ya siapa suruh jadi orang penakut banget." Ardi meremehkan.
"siapa suruh muka hantu serem banget, kalau kaga ga bakalan juga gue penakut." ucap Lusy memebela diri.
"eh, hantu itu bukannya orang yg lagi minta tolong ya, tolong hantu aku...." Ucap Lena.
"oh bantu, kirain hantu." Lena hanya menyengir.
"eh, bantu itu bukannya yg keras itu ya, yg biasanya kalau di lempar ke kepala bisa geger otak."timpal Lusy.
"itu batu...."sorak Lena dan Ardi hampir bersamaan.
"oh batu...kirain bantu."Lusy tersenyum tipis sambil mengelus rambutnya.
"eh, batu tuh bukannya yg...."belum sempat Ardi melanjutkan perkataanya, Lena dan Lusy sudah bersorak.
__ADS_1
"eh..bukan...bukan...bukan..."sorak Lena dan Lusy sambil mengacungkan telapak tangan mereka ke wajah Ardi dan sesekali mereka menggoyangkannya tanda mereka tak ingin mendengar lanjutan dari perkataan Ardi.
"giliran gue ga ada yg mau dengerin." ucap Ardi kesal.
"hahah udah expired."timpal Lena.
Mereka pun bercanda ria saat menuju ke sekolah hingga mereka tiba di sana. Dan setelah tiba di sekolah, mereka kembali ke kelas masing-masing.
Saat Lusy dan Ardi hendak masuk ke kelas, tiba-tiba Rika datang dan menghadang mereka.
"lo ga boleh masuk."ucap Rika sambil berdiri di tengah pintu.
"lah emang napa."balas Lusy.
"ya gue mau bully lo lah, soalnya gue masih benci sama lo."ucap Rika sambil menunjuk lekat wajah Lusy.
"emang gue salah apa sama lo, kalau masalah kelas kan udah berlalu, lagian ga ada ruginya juga buat lo, yg ada malah gue yg rugi."balas Lusy geram.
"berani ya lo bentak-bentak gue."Rika hendak melesatkan tamparannya ke wajah Lusy, namun di tahan oleh Ardi yg sedari tadi menyimak cekcok mereka.
"lo jangan main kasar ya, jangan mentang-mentang Lusy lemah, lo bisa nindas dia gitu aja." Ardi menghempaskan tangan Rika dan dia segera menarik tangan Lusy untuk masuk ke kelas.
"hah sialan."Rika mengumpat karena tak terima ia di rendahkan oleh Ardi.
__ADS_1
***