
* di dalam bus.
Di tengah perjalanan, mereka mengobrol cukup banyak mulai dari hobi hingga kebiasaan buruk.
"emmm by the way hobi lo apa ya."tanya Reyhan memulai pembicaraan.
"hobi gue mulai dari gambar, nulis, sampe nyanyi-nyanyi gak jelas."ucap Lusy sambil tersenyum."dan jangan lupa, gue juga hobi ngehalu."batin Lusy.
Tertawa kecil."pasti lo bagus banget kalau gambar."
"gak kok, gambaran gue biasa-biasa aja, tapi kalau buat ngusir bosan lumayan lah."
"maksud gue muka lo yang cantik itu bakal manis banget kalau lagi serius ngegambar." batin Reyhan sambil tersenyum kecil sambil memandang wajah Lusy.
"gue mau nanya balik nih, kalau hobi lo apa." ucap Lusy membuyarkan lamunan Reyhan.
"kalau hobi gue sih main gitar sama main game aja."
"udah gue duga kalau hobi lo pasti game." batin Lusy sambil memutar bola matanya.
"udah sampai nih turun yuk."ucap Reyhan ketika bus sudah berhenti.
"yok."
Mereka pun melanjutkan perjalanan dari halte ke rumah Lusy dengan jalan kaki.
*tiba di rumah Lusy.
Membuka pintu"lo mampir dulu ya ke rumah gue, minum dulu gitu buat ngilangin capek."
"oh yaudah."
__ADS_1
"maaf kalau rumahnya berantakan, lo duduk aja."
"ga papa kok, eh by the way lo sendiri di rumah."sambil mengambil posisi tempat duduk.
"iya, soalnya mama gue pergi ke tempat kakek."
"eh...Lusy udah pulang, kok gak kabarin mama."bu Gita menghampiri dari arah dapur.
"loh kok ada mama, katanya pulang nanti sore."ucap Lusy heran.
"iya soalnya jadwal busnya di percepat. Eh ini siapa."tanya bu Gita ketika melihat Reyhan yang sedang duduk di sofa.
"dia Reyhan ma temen Luys yang ngater Lusy pulang."
"oh Reyhan yang waktu itu ya."
"siang tante."ucap Reyhan sambil menghampiri bu Gita dan bersalaman.
"pacar Lusy ya."tanya bu Gita.
"oh gak papa kok kalau bukan pacar, yaudah kalau gitu kita ke dapur yuk makan siang bareng, tante udah masak juga."
"iya Rey gak papa kok, sekali-sekali."
"emmm yaudah deh."balas Reyhan karena tidak enak hati.
Mereka pun makan siang bersama sambil mengobrol hal-hal kecil dan juga membahas tentang keluarga.
Setelah selesai makan siang, Reyhan berpamitan untuk pulang.
"kapan-kapan main lagi ya Rey."ujar bu Gita sambil mengantar Reyhan ke depan.
__ADS_1
"iya tante, lain waktu saya pasti mampir lagi, kalau gitu saya pulang dulu tante."
"hati-hati di jalan."ucap Lusy.
Setelah Reyhan pulang, mereka pun masuk ke dalam.
"kok akhir-akhir ini mama liat kamu sering sama Reyhan."
"gak kok ma biasa aja, perasaan mama aja kali."
"tapi kali ini beda Lusy, kamu kayak akrab banget sama dia."
"ah udah lah ma, kita juga gak ada apa-apa."
"itu kan sekarang, kalau besok tiba-tiba dia nembak kamu gimana."
"ya ga mungkin lah ma."
"tapi kalau emang bener gimana, kamu terima gak."
"emang mama ngijinin."
"mama pasti ijinin kalau kamu udah siap, itu semua tergantung sama kamu, kalau kamu nyaman mama iya aja, lagian dia juga sopan banget."
"yaudah lah ma, aku gak mau bahas yang belum pasti, aku mau ke kamar dulu." berjalan menuju kamarnya.
*di dalam kamar.
"mama kok tumben ya ngomongin pacar, sama Reyhan lagi. Tapi waktu Dable Date kan Reyhan bilang kalau dia mau nembak gue, apa mungkin dia lagi nyiapin diri ."gerutu Lusy bertanya pada dirinya sendiri sambil berbaring di atas kasurnya.
"kalau emang bener Reyhan mau nembak gue, respon gue nanti kayak gimana ya".
__ADS_1
"aaaaaahhhhh apaan sih."sambil menepuk pipinya.
"Lusy lo harus sadar diri, lo tuh gak pantes buat dia. Tapi kalau emang bener dia mau nembak gue, gue pasti terima. Ah.. udah lah dari pada ngehalu terus mending gue tidur siang terus mimpi indah."ucap Lusy lalu memejamkan matanya.