
Keesokan harinya Lusy berangkat kesekolah bersama Lena,saat tiba di sekolah mereka selalu bersama hingga bel masuk berbunyi dan memisahkan mereka berdua.
"gue balik dulu ya."ucap Lusy menuju kelasnya sambil melambaikan tangannya kepada Lena.
"iya gue juga,nanti jangan lupa kita ketemuan di kantin pas istirahat."sambil membalas lambaian Lusy.
Saat sampai di kelas,Lusy langsung berbaris bersama siswa sekelasnya lalu masuk ke kelas dan duduk di kursi.Dia tidak mengobrol dengan siapapun karena sangat sulit akrab dengan orang lain,dan selama di kelas dia hanya diam sambil menunggu guru datang. Saat menunggu dia hanya melihat Reyhan, Ardi,dan juga Risky yg sedang mengobrol di dekat mejanya sambil sesekali memperhatikan wajah Reyhan dan Ardi yg membuat dia terpesona akan ketampanan mereka.Setelah beberapa menit akhirnya guru pun datang dan mereka memulai pelajaran pertama yaitu IPS dan pelajaran tersebut adalah pelajaran yg Lusy benci setelah Matematika.Setelah satu jam pelajaran bu Yati menerangkan dia pun langsung memberikan latihan,ya begitulah prinsip mengajar bu Yati yg selalu memberi latihan setiap mengajar,walau dia hanya mengajar satu jam pelajaran.
"gue denger dari kakak kelas dulu,kalau bu Yati tuh kejam,dan gua sempat ga percaya soalnya dia kelihatan ramah banget dan sekarang gua percaya setelah ngalamin sendiri."ucap Riski kepada Ardi yg duduk di sampingnya.
"tenang aja, kan ada Lusy yg bekas kelas unggulan dan pastinya dia lebih pinter dong."balas Reyhan sambil melirik Lusy dengan tatapan agak menantang.
"iya bener juga yg kamu bilang Rey, kita ga usah susah-susah kan ada Lusy yg ngerjain." tambah Ardi.
__ADS_1
"emang kalian anggab aku ini apa, gudang ilmu,google,atau kunci jawaban."balas Lusy agak kesal.
"ya bisa di bilang gitu sih."jawab Ardi disertai tawa kedua temannya.
"ni anak kurang ajar juga ternyata, mana nilai gue kurang lagi di IPS,kalau sampai nilai gue jelek bisa abis di ledekin tiga hari tiga malam." batin Lusy.
"jadi gi mana nih,mau gak."tanya Ardi meyakinkan.
"ga mau."jawab Lusy singkat.
"gue bilang ga mau, ya ga mau, ngeyel banget sih jadi orang. udah ah gue mau ngerjain tugas ini dulu."jawab Lena sambil fokus mengerjakan tugasnya agar tidak mendapat hasil yg mengecewakan dan tidak di ledek oleh Ardi,Reyhan,dan juga Risky.
Selama Lusy mengerjakan tugas, Reyhan dan kedua temannya tetap memohon kepadanya supaya mau memberi contekan,dan hal itu membuat Lusy agak risih dan membuat dia tidak fokus.
__ADS_1
"Lusy,kamu cantik deh,jadi kamu kasih kita contekan ya."pinta Reyhan dengan wajah memelas.
"ih apaan sih ga jelas banget, aku tuh paling ga suka kalau di puji kek gitu."jawab Lusy agak kesal,karena dia memang tidak suka di puji berlebihan oleh orang lain apalagi cowok dan dia mengannggap cowok yg suka muji berlebihan adalah cowok yg ga baik alias playboy.
"e-e ga jadi deh kalau gitu."ucap Risky sambil menggaruk kepalanya yg tidak gatal."salah mulu gue kalau mujuk orang mah."gumam Risky pelan.
"lo tuh ga ahli kalau mujuk orang,mending gua aja."ucap Ardi sambil menepuk pundak Reyhan dan membujuk Lusy.Karena mereka dari tadi membujuk dan Lusy juga udah risih, jadi dia memberikan contekan tugas yg udah selesai dia kerjakan selama dua jam pelajaran dan mumpung bu Yati juga sedang ke ruang guru saat itu.
"yaudah nih gua kasih."memberikan bukunya ke Ardi.
"makasih ya."balas Ardi.
"hemm."jawab Lusy singkat sambil memasang wajah tidak ikhlasnya.
__ADS_1
Ardi,Risky,dan Reyhan pun mencontek tugas dari Lusy.Saat mereka sudah selesai bel istirahat pun berbunyi dan mereka menyerahkan buku mereka masing-masing. Lalu Lusy segera ke kentin menemui Lena.