Cinta Labil

Cinta Labil
Sendiri di Rumah


__ADS_3

Setelah Lena pulang, Lusy segera pergi mandi dan langsung berbaring di atas kasur sambil memainkan HPnya. Saat Lusy sedang menscroll layar berandanya tiba-tiba ada sebuah video yg agak menarik namun memiliki durasi yg singkat yg lewat di berandanya, sehingga Lusy penasaran dan memutar video tersebut, setelah beberapa detik di putar dan hanya ada sebuah piano di video itu, tiba-tiba waaaa.... muncullah sesosok hantu yg sangat menyeramkan dari video tersebut sehingga membuat Lusy menjerit ketakutan di sertai isak tangisnya, sedangkan HPnya iya lempar entah kemana. Setelah melempar HPnya, Lusy segera menutup dirinya dengan selimut dan menangis di dalam sana hingga terdengar suara HP Lusy berdering:


remember when i thold


you no matter where i go


i'll never leave your side


you will never be alone


even when we go through changes


even when we're old


remember that i told you


i'll find my way back home

__ADS_1


Lagu tersebut ia pasangkan sebagai nada dering khusus untuk panggilan masuk dari mamanya karena lagu itu adalah lagu favoritnya. Dan lagu tersebut berdering cukup keras sambil terus melantunkan setiap liriknya dengan sangat merdu. Hingga Lusy memberanikan diri untuk membuka selimutnya yg dari tadi ia gunakan sebagai tameng pelindung dari rasa takut. Setelah ia berhasil membuka selimut dari rasa takutnya sendiri ia pun duduk di kasur sambil terus terisak dan sesekali menyeka air mata yg mengalir di pipinya.


Setelah ia mengumpulkan cukup banyak keberanian, ia pun melangkahkan kakinya menuruni kasur yg tingginya tidak sampai setengah meter tersebut, lalu ia berjalan mencari arah suara HPnya berasal. Setelah mencari, tak berapa lama ia menemukan HPnya tergeletak di lantai, tepatnya di samping meja belajar.


"halo ma..."Lusy menggapai HPnya dan langsung menerima telepon dari mamanya dengan suara khas orang yg sedang menangis.


"kamu kenapa, kok terdengar habis nangis." balas mamanya khawatir pada anak semata wayangnya itu.


"Lusy ga papa kok ma, mama jangan khawatir."


"tapi kamu seperti habis nangis, cerita aja ke mama, mungkin mama bisa bantu kamu dari sini."


"yaudah kalau gitu mama temenin kamu dari sini ya, biar kamu ga kesepian."


"hemm iya ma..."


"yaudah kamu jangan matiin HPnya ya."

__ADS_1


"iya ma...tapi Lusy ga bisa tidur ma, Lusy masih takut."


"kalau kamu tidak bisa tidur sepertinya mama harus ngasih saran ini ke kamu."


"saran apa ma, siapa tau berhasil buat ngusir rasa takut Lusy."


"jadi, waktu mama masih remaja dan masih pacaran sama mendiang papa kamu, setiap kali hati mama gundah, mama akan naik ke atas atap rumah kakek dan berbaring di sana sambil melihat bintang di atas langit, dan itu bisa menenangkan hati mama."


"jadi aku harus naik genteng nih, rumah kita kan dua lantai ma jadi tinggi, beda sama rumah kakek yg cuma satu lantai."


"ya ga barus naik genteng juga Lusy, kan di kamar kamu ada loteng, tinggal baring aja di kursi tidur kamu."


"oh iya ma, aku keloteng nih, aku tutup teleponnya ya ma."


"yaudah, semoga hati kamu ga gundah lagi, dan semoga kamu tidur nyenyak."


"iya mama juga."Lusy menutup telepon dari mamanya dan segera menuju loteng kamarnya.

__ADS_1


Setelah tiba di loteng, Lusy berbaring di atas kursi tidur empuknya yg ada di sana, dan tak lupa ia menyertakan selimut lembutnya. Saat berbaring, Lusy memandang ke arah langit dan menatap bintang yg sedang berkedip indah di langit, dan mungkin ini adalah keberuntungan bagi Lusy, karena malam ini cuaca sangat cerah dan menyajikan suguhan pemandangan geratis yg tiada duanya dari atas loteng kamar Lusy.


Setelah menatap kelangit dan melupakan semua kegundahan hatinya, dan di sertai hembusan angin malam yg menyejukkan, membuat Lusy tertidur lelap di loteng hingga pagi.


__ADS_2