Cinta Labil

Cinta Labil
Ke Toko Buku


__ADS_3

***


"ih kok main seret-seret aja."ucap Lusy sambil melepaskan genggaman Ardi ketika mereka sudah keluar dari pintu pagar.


"kelamaan nanti kalau di lanjutin, keburu malem."jawab Ardi santai.


"yaudah kalau gitu gak usah bac*d lagi, ntar keburu malem."kata Lusy sambil berjalan cepat dan meninggalkan Ardi.


"hey tunggu."berusaha mengejar Lusy.


Setelah berhasil mengejar Lusy, Ardi pun berjalan di samping Lusy dan mereka menuju halte bus, lalu ke toko buku bersama.


***


Tiba di toko buku.


"lo mau nyari buku apa."tanya Ardi ketika Lusy sedang melihat-lihat buku yang tersusun rapi di rak.


"gue mau nyari novel Mariposa karangan Luluk.HF."balas Lusy yang masih sibuk memperhatikan susunan buku tersebut.


"mungkin di dalem, kita ke sana dulu yuk."kata Ardi sambik menunjuk ujung ruangan toko buku tersebut.


"yaudah yok."


"buku yang gue cari juga belum ketemu nih." ucap Ardi setelah sampai di ujung ruangan tersebut.


"kalau gue udah nih, baru aja ketemu. Eh emang lo mau nyari buku apa."kata Lusy sambil menunjukkan buku yang ia cari.


"gue mau nyari komik aja sih supaya gak bosan di rumah. Nih gue juga udah ketemu." balas Ardi yang sudah menemukan buku yang ia cari.



"kalau gitu kita langsung ke kasir aja."


"yaudah yok."berjalan menuju kasir.


"ini mbak."menyodorkan bukunya ketika mereka sudah tiba di kasir.


"ini juga mbak, sekalian totalnya berapa."ikut menyodorkan bukunya ke kasir.


"totalnya jadi Rp136.000."balas penjaga kasir.


"ini mbak."kata Ardi sambil menyodorkan dua lembar uang pecahan seratus ribu.


"biar gue aja."bantah Lusy.

__ADS_1


"udah ga usah."


"ini kembaliannya."ucap penjaga kasir sambil menyodorkan kembalian dan juga buku yang sudah terbungkus oleh paperbag.


"makasih mbak."kata Ardi.


"iya sama-sama."balas penjaga kasir sambil tersenyum ramah.


"tapi Ar.."ucap Lusy masih membantah.


"udah bawel."menyeret tangan Lusy dan membawanya keluar dari toko buku tersebut.


"ih seneng banget nyeret gue."ucap Lusy sambil melepaskan tangannya dari genggaman Ardi.


"kelamaan kalau harus debat sama lo."


"udah ah gue mau pulang dulu, cepet anterin."


"nanti aja pulangnya, mending kita jalan dulu."


"kemana."


"ke taman aja."


"ke taman mulu."


"oh iya juga, gue mau liat daun pohon mapel, pasti cantik banget."


"yuadah yok kita kesana."


Mereka pun berjalan menuju taman pohon mapel untuk melihat daun mapel yang berguguran.


"gue mau ke sana dulu ya."ucap Ardi sambil menunjuk sebuah kedai.


"lah ngapain."


"mau beli minum."


Ardi berjalan menuju kedai tersebut dan memesan dua minuman.


"ini pesanannya."ucap pelayan kedai sambil menyodorkan dua minuman.



"iya makasih mbak."balas Ardi dan menyodorkan uang. Setelah itu dia menghampiri Lusy.

__ADS_1


"udah."tanya Lusy yang dari tadi menunggu Ardi di pinggir jalan.


"udah, nih."menyodorkan minuman.


"makasih."menerima minuman tersebut.


"kita langsung ke taman aja."berjalan meninggalkan Lusy.


"hey tunggu napa."mengejar Ardi.


Mereka berdua berjalan kaki menuju taman. Setelah beberapa menit berjalan mereka pun sampai.


"kita duduk di sana aja, mumpung sepi."ucap Lusy sambil menunjuk kursi di taman.


"yok."balas Ardi.


"tamannya jadi cantik banget ya kalau musim gugur, jadi merah semua."kata Lusy ketika mereka sudah duduk di kursi tersebut.



"iya."balas Ardi singkat.


"Ar.. gue mau nanya nih, maaf sebelumnya kalau gue lancang."ucap Lena setelah ia menyeruput minumannya.


"tanya aja."


"orang tua lo kan pekarir, pasti sibuk banget sama pekerjaannya. Jadi gue mau nanya, emang orang tua lo bisa gitu ngurus lo sedangkan mereka sibuk ngusur kerjaan."


"walau pun orang tua gue sibuk, tapi mereka masih mentingin keluarga dari pada karir, dan mereka juga selalu berusaha membagi waktu supaya bisa kumpul. Jadi walaupun mereka sibuk, mereka juga selalu ada buat gue, contohnya mama gue, dia pasti ada di rumah buat nyiapin sarapan, walau pulangnya malem. Tapi dari situ gue juga bisa belajar buat lebih mandiri."


"kalau papa lo."sambung Lusy.


"kalau papa gue sih pulangnya sebulan sekali, karena dia kerja di luar kota."


"ooh gitu, maaf kalau gue nanya kepanjangan."ucap Lusy sambil nyengir.


"santai aja. Lagian lo ngapain nanya kek gitu."


"gue cuma penasaran aja, karena setahu gue kalau orang tua pekarir biasanya gak peduli sama keluarga, dan anak mereka akhirnya jadi nakal gitu. Tapi ternyata keluarga lo beda."


"ya tergantung sama orangnya aja."


"iya juga sih. Yaudah pulang yuk, entar kemaleman."


"yaudah gue anter."

__ADS_1


Setelah mengobrol cukup lama, mereka pun memutuskan untuk pulang.


__ADS_2