
Mereka pun berjalan meninggalkan rumah Lusy dan menuju ke halte bus terdekat.Saat sampai di halte bus, mereka duduk berdampingan namun tidak bicara satu sama lain.
"es kutub kok ga ngomong-ngomong sih dari tadi, kan jadi canggung."Lusy membatin.
Sepanjang perjalanan mereka tidak mengucapakan sepatah katapun dari bibir mereka masing-masing, hingga mereka sampai di pemberhentian terakhir.
"kita mau ke mana dulu nih."tanya Lusy kepada Reyhan setelah mereka turun dari bus.
"terserah."jawab Reyhan singkat.
"lah kan lo yg ngajak jalan."Lusy merasa heran.
"ya terserah lo lah, kan gue cuma nemenin doang."
"kuatkan hamba saat meladeni es kutub satu ini ya tuhan."Lusy membatin sambil menahan kekesalannya.
"kok diem."tanya Reyhan singkat.
"ga kok, yaudah kita nyari restauran deket sini aja."ucap Lusy karena tidak ingin membuat kekesalannya melonjak."dari gue baru jadi zigot sampai jadi anak orang, baru pernah gue nemu orang kayak gini."gumam Lusy dalam hati sambil berusaha menyembunyikan wajah kesalnya.
"kita mampir di sini aja."ajak Lusy sambil menunjuk sebuah restoran yg mereka lewati.
"yaudah yok masuk."ucap Reyhan singkat.
__ADS_1
"ih ngeselin banget....,sabar Lusy kamu anak yg baik, tidak sombong, suka menabung, suka ngehalu, dan suka dia...."batin Lusy sambil menujukan genggaman tangannya ke arah Reyhan yg lewat di depannya, namun niat terselubungnya itu tidak jadi ia laksanakan dan dia hanya bisa mengusap dadanya sambil terus bersabar. Lalu dia mengikuti Reyhan yg masuk ke restaurant tersebut.
"kamu mau pesen apa."tanya Reyhan ketika mereka sudah duduk di kursi.
"aku mau pesen fried chiken cheese, terus minumnya cappucino ice aja."
"ga ada yg lain."tanya Reyhan singkat.
"cappucinonya sekalian sama biji kopinya." jawab Lusy jutek di sertai kekesalannya.
"yaudah kalau gitu aku langsung pesen aja, soalnya juga mau pesen sama kayak kamu." ucap Reyhan tanpa merespon Lusy.
Reyhan pun melambai pelayan dan memesan dua porsi ayam goreng rasa keju. Sambil menunggu pesanan, mereka tidak mengobrol satu sama lain, dan hanya sibuk dengan HP masing-masing.
"ini pesanannya, silahkan di nikmati."ucap pelayan yg mengantar pesanan mereka sambil tersenyum ramah.
"iya makasih mbak."balas Lusy yg juga di sertai senyumnya.
Mereka pun makan bersama walau suasana agak sunyi karena tidak ada yg memulai pembicaraan.
"lo ga mau ngomong sesuatu gitu ke gue, soalnya dari tadi sunyi banget kayak kuburan." ucap Lusy membuka obrolan yg disertai kekesalan.
"kalau saat ini sih ga ada."balas Reyhan santai.
__ADS_1
"yaudah kalau gitu kita ke tempat lain aja."
"tapi makanannya belum abis."
"biarin, gue udah kenyang."ucap Lusy kesal.
"ya udah kalau gitu gue bayar dulu."
"hmmmm."
Mereka keluar dari restaurant tersebut dan mencari tempat lain untuk di kunjungi.
"kita mau kemana lagi nih."tanya Reyhan saat mereka yg hanya jalan kaki.
"ga tau juga, bosen banget nih."ucap Lusy menyinggung.
"iya bosen banget."jawab Reyhan tanpa merespon.
"hehhh lama-lama gue bakar lo biar cair." Lusy membatin dengan kekesalan yg membara. "kalau ga ada tujuan sama sekali mending pulang aja yuk, bosan nih."
"yaudah pulang aja, gue anterin lo dulu."ucap Reyhan singkat.
"ya ampun kenapa sih gue bisa suka sama orang yg dinginnya melebihi freezer."Lusy membatin dengan kesal."yaudah yok pulang."
__ADS_1
Selama perjalanan pulang Lusy tidak tersenyum sama sekali karena dia merasa kesal dengan Reyhan yg tidak merespon sikapnya sedikitpun. Dan dia juga kesal karena harus melewati malam yg seharusnya romantis malah menjadi malam yg mengesalkan. Saat tiba di rumah, Lusy langsung masuk ke kamar dan langsung pergi tidur.