
Pagi hari Laura sudah selesai menyelesaikan pekerjaannya sebagai ibu rumah tangga. Memandikan Nathan dan Nathalie, memberi makan, saat nya Laura rebahan karena rasanya capek sekali.
Laura duduk didepan tv sambil menikmati secangkir kopi. Dan membuka-buka laptopnya.
Tak senghaja Laura melihat unggahan di Instagram Aulia, unggahan foto yang menunjukkan bahwa Aulia sedang berjalan-jalan bersama seorang laki-laki yang wajahnya ditutupi. Namun hanya tersisa full body nya saja.
Laura zoom foto laki-laki tersebut, tak disangka ternyata laki-laki tersebut ciri-cirinya sama seperti suaminya. Jas berwarna abu yang Laura belikan saat ulang tahun Alif waktu 5 bulan yang lalu.
Dan laki-laki yang ada difoto itu mengenakan jam tangan yang bermerek Greubel Forsey Art. Jam tangan itu dibeli saat Laura dan Alif hanymoon di Bali.
Banyak sekali keganjalan yang menurut Laura itu adalah kebenaran. Namun Laura tidak langsung menegur Alif, Laura tidak ingin bertengkar terus dengan Alif.
Sekarang Laura akan main pintar, Laura akan mencari banyak bukti untuk menunjukkan kesalahan Alif.
Laura terus mencari tahu siapa pacar Aulia yang Aulia sering banggakan itu, dan kesukaan barang ataupun makanan pacar Aulia persis sekali sama seperti suaminya, Alif.
Tiba-tiba Alif menghampiri Laura membawa Nathan.
"Ini Nathan bangun kamu tidak dengar? Aku lagi kerjain pekerjaan kantor dikamar, denger Nathan langsung aku ambil" Kata Alif sambil menyodorkan Nathan kepada Laura.
Spontan, Laura kaget sekali dengan datangnya Alif. Laura langsung menutup Laptopnya dan pura-pura tidak sedang melihat apapun.
"Oh iya mas, maaf aku tidak kedengaran. Barusan lagi rekap kerjaan" Jawab Laura dengan sikap tak karuhan.
"Nih pegang, aku juga sama banyak kerjaan" Ucap Alif sangat ketus sekali kepada Laura. Laura tetap sabar, Laura harus fokus pada tujuannya sekarang. Laura harus terus mencari banyak bukti untuk menunjukkan kesalahan Alif.
Alif pun pergi lagi menuju kama, Alif memang sedang libur bekerja dan tumbenan sekali Alif ada dirumah.
...***************...
Malam hari, Alif pergi ke luar, Alif mengaku kepada Laura untum pergi ke rumah Akbar. Namun nyatanya ternyata Alif pergi kerumah Aulia, menjemput Aulia untuk pergi ke bar.
Lalu tak lama Alif pergi, Laura pun pergi juga untuk mengikuti jejak Alif. Laura tidak membawa anaknya, anaknya sudah ia titipkan kepada baby sitter nya.
Laura menyetir mobil sendirian, Laura harap Alif pun tidak akan mengetahui bahwa dirinya mengikuti suaminya itu yang sudah lancang berbuat kebohongan.
"Dasar pengecut, pembohong" kata Laura menangis dan sambil menyetir mobilnya.
Laura sangat kecewa kepada Alif yang benar-benar berani berbuat seperti itu kepada Laura. Alif yang mengkhianati pernikahannya yang sudah dibina selama 2 tahun itu. Laura sakit hati kepada Alif karena sudah berbohong kepada Laura.
Laura akan pastikan bahwa Alif memang benar-benar ada hubungan dengan Aulia. Karena arah mobil Alif ini menuju rumah Aulia, Aulia sahabat Laura.
Namun Aulia sama sekali tak ada hati berani mengambil hati Alif suami sahabatnya sendiri.
Mobil Laura berhenti dari kejauhan, ketika mobil Alif berhenti didepan rumah Aulia. Laura terus memperhatikan Alif dan Aulia.
Aulia pun keluar gerbang rumahnya untuk menghampiri Alif yang sudah menunggu di mobil. Tak lama, Aulia pun masuk kedalam mobil. Aulia mengenakan dress selutut, sangat **** sekali penampilan Aulia malam itu.
"Mereka mau kemana ya, Aulia **** banget sih" Ucap Laura kesal sekali.
__ADS_1
Laura pun terus mengikuti jejak mobil Alif, terus saja Laura ikuti.
Beberapa menit kemudian ....
Ternyata Alif berhenti di sebuah Bar, entah apa tujuan mereka ke Bar. Laura tak habis fikir, ternyata Alif berani sekali ke tempat seperti itu. Laura benar-benar kecewa sekali kepada Alif yang semakin berubah drastis.
Laura pun ikut turun, dan akan masuk ke dalam Bar. Laura senghaja memakai switer dan kacamata, agar tidak ada yang mengenalnya.
Laura masuk ke dalam Bar untuk pertama kalinya hanya demi memastikan suaminya melakukan apa saja dibelakang Laura.
Laura duduk di sebuah sofa, tapi Laura tak berani memesan minuman. Bahkan banyak sekali yang menawarkan minuman keras untuk Laura, namun Laura menolak.
Alif dan Aulia duduk di sofa yang khusus untuk pasangan yang berada di Bar. Di sana ada 2 lagi pasangan yang didekat Alif dan Aulia. Mereka mengobrol dan sama-sama meminum minuman yang ada di Bar itu.
Laura sungguh kecewa dengan kelakuan Alif yang sangat bodoh itu. Laura tak habis fikir Alif bisa melakukan hal itu.
Tak lupa Laura foto kan keberadaan Alif bersama Aulia di Bar tersebut. Laura pun langsung buru-buru bergegas pulang.
Laura juga khawatir dengan Nathan dan Nathalie dirumah bersama pengasuh anaknya.
...----------------...
Diperjalanan Laura sungguh banjir dengan air mata. Laura masih tidak habis fikir, dengan kelakuan suaminya selama ini ternyata bermain cinta bersama Aulia.
Laura melihat dengan mata kepala nya sendiri bahwa Alif dan Aulia saling berpelukan dan bermesraan.
Laura tak terima diperlakukan seperti ini oleh Alif. Laura benar-benar ingin segera mengumpulkan banyak bukti untuk menindaklanjuti persoalan ini.
Beberapa meni kemudian...
Laura sampai kerumah dan langsung melihat keadaan kedua anaknya, apakah baik-baik saja. Laura sudah bersih-bersih lalu beranjak untuk tidur.
Laura terus memikirkan peristiwa di Bar tadi, Laura terbayang-bayang melihat perlakuan Alif dibelakangnya bersama sahabatnya sendiri.
Air mata yang jatuh di pipi Laura terus berderai, tak kuasa menahan air mata dan sesak di dada. Laura kepikiran untuk menelepon sahabatnya yaitu Rahma.
Mungkin Rahma tahu tentang hubungan suaminya dan Aulia sahabatnya, Laura segera menelepon Rahma sebelum Alif pulang.
Sudah 2 panggilan tidak dijawab oleh Rahma, akhirnya beberapa menit kemudian Rahma menjawabnya juga.
"Hallo Laura, ada apa malem-malem gini nelepon?" Tanya Rahma yang terbangun dari tidurnya karena mendengar bunyi dering teleponnya.
"Iya maaf aku mengganggu, ma. Aku cuma pengen curhat sama kamu soal rumah tangga ku" Jawab Laura sambil menangis tersedu-sedu.
"Ada masalah apa? Silahkan cerita aja, kamu ada masalah apa?" Ucap Rahma ikut khawatir mendengar Laura menangis.
"Alif, ma. Alif selingkuh" Jawab Laura dengan nada tinggi sambil menangis kencang.
"Selingkuh? Kamu yakin? Sama siapa?" Tanya Rahma serius, Rahma tak percaya saat mendengarnya. Karena seorang Alif yang dulu sangat perhatian kepada Laura tidak mungkin bisa selingkuh.
__ADS_1
"Iya beneran, barusan aku sudah mengikuti jejak dia. Dia pamit untuk pergi kerumah Akbar, tapi pas aku ikutin dia malah pergi kerumah Aulia dan membawa Aulia ke Bar" Nangis Laura semakin kencang. Laura sambil duduk dan bersandar di tembok.
"Aulia? Sahabat kita? Tidak mungkin Laura, kamu salah lihat orang mungkin" Kata Rahma masih juga belum percaya. Namun Rahma juga sangat terkejut sekali saat Laura menyebutkan nama Aulia.
"Iya, jadi aku mohon kamu ceritakan kepada aku apakah kamu sudah tahu kedekatan mereka? Ayo jujur" Laura memaksa Rahma untuk jujur apakah Rahma tahu atau tidak hubungan Aulia dan suaminya.
"Laura, aku tidak tahu sama sekaki jika Aulia berhubungan dengan suami kamu. Ya memang, aku juga tahu Aulia bilang kepada aku bahwa dirinya memiliki kekasih. Tapi dia tidak memberitahu aku jika laki-laki itu adalah Alif" jawab Rahma menjelaskan semuanya.
"Aku disini tersakiti, ma. Aku capek, aku sakit sekali" ucap Laura nada nya semakin emosi dan terus menangis.
"Laura, besok aku akan kerumah mu ya. Kamu jangan khawatir, aku akan bantu kamu. Sekarang kamu tidur, jangan dulu pikirkan ini semua. Aku akan bantu kamu, ya Ra" Kata Rahma sedikit menenangkan hati Laura, agar Laura segera tidur dan tak usah terlalu banyak menangis.
Rahma akan selalu di samping Laura, Rahma lah sahabat yang sesungguhnya. Laura tidak lagi punya sahabat seperti Rahma, Rahma yang akan bersiap membantu untuk membongkar semua perselingkuhan suaminya Laura.
...****************...
Esok hari telah tiba, pagi yang cerah dengan suasana yang sejuk sekali. Melihat langit pun sangatlah biru dan cuaca sangat terang.
Laura berharap hari ini ia akan bisa mendapatkan banyak bukti untuk membongkar semua kelakuan sang suami. Laura akan dibantu oleh sahabatnya, Rahma.
Rahma dan Laura berjanjian untuk ketemu di sebuah cafe yang tidak jauh dari rumah Laura.
Rahma yang sudah menunggu Laura di cafe tersebut, sedangkan Laura baru saja sampai. Karena Laura harus mengurusi anaknya dulu sebelum ia berangkat, sungguh hal yang tak mudah untuk dilewati Laura ketika harus berhadapan dengan masalah mental health nya sungguh terganggu.
Tapi ia masih terus bisa mengurusi sang anak kembarnya meskipun hatinya sedang terluka.
"Maaf ya lama, ma" Ujar Laura langsung duduk di kursi cafe.
"Tidak apa-apa, minum nih udah aku pesanken kopi" ucap Rahma sambil menyodorkan segelas kopi ke dekat Laura.
"Terimakasih" jawab Laura sambil meminum kopi.
"Laura, aku percaya dengan apa yang kamu bicarakan waktu semalam. Aku percaya, karena aku ingat sesuatu" Ujar Rahma yang kini sedikit-sedikit tahu tentang hubungan Aulia dan Alif. Rahma pun menjelaskannya kepada Laura.
Ternyata Alif dan Aulia sempat dijodohkan oleh kedua orang tuanya dan akan dinikahkan ketika sudah lulus kuliah. Namun hal itu tidak terjadi, karena Alif tidak mencintai Aulia.
Tetapi Aulia sangat mencintai Alif sebelum keluarganya menjodohkan. Pertanyaan nya kenapa Aulia menyembunyikan nya dari Laura? Selama SMK dan Kuliah Laura dan Aulia kan bareng-bareng terus, bahkan ketika SMK pun Laura dan Alif sudah dekat sekali.
Kenapa Aulia tidak menunjukkan kecemburuannya? Kenapa Aulia tidak bicara soal perjodohannya?.
Jelas saja Laura merasa tidak enak hati jika memang Alif dan Aulia dulu akan sempat dijodohkan, tetapi tidak jadi karena Alif lebih mencintai Laura.
Lalu apa alasan Aulia sampai mengkhianati sahabatnya Laura, Alif yang sudah menjadi milik Laura bahkan sudah sah menjadi suaminya Laura namun kenapa Aulia merusaknya?.
Dalam pikiran Laura terus bertanya-tanya, Laura terus memikirkan itu semua. Laura benar-benar tidak kuat lagi menghadapi masalah tersebut. Laura mencintai Alif dengan tulus, namun kenapa Alif mengkhianatinya.
"Ra, aku bercerita begini karena aku juga ingin membantu kamu. Kamu ingin bercerai dengan Alif kan? Tapi kamu juga harus punya banyak bukti untuk mencari kebenarannya. Atau kamu harus bisa menjebak mereka" Ucap Rahma dengan nada lembut karena ikut prihatin melihat Laura sangat terpuruk sekali.
"Rahma aku tidak habis fikir dengan Aulia dan Alif. Ini sungguh menyakitkan!!! Aku harap kamu bisa bantu aku juga ya, aku juga akan terus mencari tahu bukti lainnya yang kuat" Ujar Laura sambil mengusap air matanya yang berderaian di pipinya.
__ADS_1
Laura pun pamit untuk pulang karena rasanya ia sudah lama sekali berada di cafe, anaknya pasti mencarinya.