Cinta Rahasia Dalam Pernikahan

Cinta Rahasia Dalam Pernikahan
BERUBAH


__ADS_3

Sepulangnya Alif dari rumah Kak Aldi, Alif pulang membawa kekesalan dan kemarahan hatinya terhadap Kak Aldi. Namun Laura pun kena imbasnya juga, Laura juga dibentak dan di marahi oleh Alif dengan kasar.


Alif kesal karena selama ini ternyata Laura dan Danu memiliki kedekatan yang begitu dekat sekali.


Laura sangat terkejut Alif marah dengan tidak terkontrol.


"Percuma ya selama ini aku meminta balik lagi sama kamu kalau kamu sudah punya hubungan special dengan Danu, sakit hati aku Laura" Ucap Alif tiba-tiba marah kepada Laura, tanpa Laura tahu kemarahannya datang dari mana.


"Mas tolong jelaskan dulu, ini ada apa?" Tanya Laura dengan wajah ketakutan karena Alif marah besar.


"Aaaaaargh!!!! tidak usah beralasan, aku tahu kamu dekat dengan Danu kan? Tidak mungkin Kak Aldi membandingkan aku jika kamu dan Danu tidak sedekat itu. Aku juga punya perasaan Laura, aku ini masih suami kamu. Tidak sepantasnya kakak kamu itu berkata seperti itu, kata Kak Aldi kamu lebih cocok dengan Danu yang baik bukan dengan aku" Kata Alif dengan nada emosi.


Alif merasa dirinya sudah direndahkan oleh Kak Aldi, dan Alif juga merasa perubahannya selama ini tidak dihargai oleh Laura dan Kakaknya.


"Aku paham Laura, selama ini ternyata Kak Aldi marah dan benci kepada ku karena bukan soal kita bersemi lagi. Tapi mungkin karena dirinya kecewa sama kamu karena kamu lebih memilih aku, bukan Danu" Ujar Alif semakin emosi.


"Mas tolong mas, jangan emosi dulu. Kita bisa jelasin ini semua dengan baik-baik. Aku tidak seperti yang kamu pikirkan, aku dekat dengan Danu hanya dekat sebagai teman biasa karena dirinya sudah membantu aku untuk menjadi pengacara ku" Laura menjelaskan apa yang terjadi selama ini.


"Aku benar-benar kecewa, aku sangat kecewa Laura!!! Perasaan aku hancur, rasanya percuma aku sudah berubah jika diperlakukan seperti ini" Ucap Alif dirinya merasa hancur ketika direndahkan oleh Kak Aldi.


"Aku tidak mau mas kita bertengkar lagi, rumah tangga kita hancur lagi. Aku tidak mau mas" Laura memeluk Alif dan memohon agar Alif tidak lagi memikirkan ucapan Kak Aldi.


Alif spontan melepaskan pelukannya.


"Lepaskan, aku sedang ingin sendiri. Jangan ganggu aku" Alif langsung pergi keluar membawa mobilnya.


Alif pergi entah kemana, Laura hanya bisa menangis melihat suaminya yang merasa kecewa kepadanya.


"Ya Allah baru saja aku merasakan kenyamanan lagi dalam rumah tangga ku, kenapa ada lagi masalah dengan Mas Alif. Aku benar-benar sedih Yaa Allah" Ucap Laura sambil menangis pilu.


...----------------...


Malam hari pun tiba, Alif baru saja sampai dirumahnya. Alif baru pulang dari rumah mamanya, Laura menyangka bahwa Alif pasti menemui mamanya untuk bercerita.


Laura sudah lama tidak bertemu dengan Mama nya Alif, karena Mama Alif ada dirumahnya hanya hari libur saja jadi tidak sempat untuk bertemu.

__ADS_1


"Mas baru pulang?" Tanya Laura kepada Alif.


"Bikinkan aku kopi" Ucap Alif dengan ketus.


Laura pun langsung membuatkan kopi untuk Alif, dan menghidangkan nya di ruang tamu.


"Ngapain kamu masih disini?" Tanya Alif kepada Laura yang masih berdiri di dekatnya sehabis menghidangkan kopi untuk Alif.


"Aku cuma pengen nemenin kamu, Mas" Jawab Laura.


"Aku lagi pengen sendiri, kamu urus anak jangan disini" Ucap Alif sangat ketus sekali.


Semenjak kejadian sore tadi, sepulangnya Alif dari rumah Kak Aldi kini Alif berubah lagi. Alif selalu saja ketus dan memarahi Laura.


Laura pun lekas pergi ke kamar untuk menemani anak-anaknya. Dan masih terpikirkan dengan sikap suaminya yang berubah lagi, Laura merasa Alif benar-benar sangat kecewa dan benci kepada Laura.


...****************...


Esok hari Laura tumben sekali tidak menyiapkan makan untuk sarapan Alif sebelum berangkat bekerja. Biasanya Laura sudah sibuk di dapur.


Laura menguatkan dirinya agar bisa kuat, jika dirinya tidak memaksakan keadaannya anak-anaknya tidak akan ada yang memegang. Karena Mbak Ayu jatuh sakit dan pulang kampung 2 hari yang lalu.


Saat Alif akan sarapan, Alif tidak melihat satupun makanan di meja makan. Alif pun emosi lagi dan memanggil Laura.


"Laura.... Laura...." Teriak Alif memanggil Laura dengan keras.


Laura pun keluar dari kamar anaknya dengan wajah yang sangat pucat sekali, dan lesu.


"Apa mas" Jawab Laura lemas sekali.


"Kamu ini suami mau berangkat kerja, bukannya dihidangkan makanan atau kopi ini malah enak rebahan pagi-pagi" Ucap Alif nada kasar kepada Laura.


"Mas aku sakit, badan aku panas dingin kepala aku juga pusing. Aku juga harus jagain Nathalie dan Nathan, Nathalie jatuh sakit lagi mas. Semalaman dia tidak bisa tidur, rewel sekali menangis terus" Ucap Laura menjelaskan dengan nada lembut dan merasa lemas sekali.


Laura merasa bersedih sekali karena Alif tidak pamitan kepadanya, bahkan Alif tidak merasa khawatir dengan keadaan Laura dan Nathalie.

__ADS_1


Laura hanya bisa bersabar terus bersabar, mungkin Alif masih belum terima tentang kejadian kemarin.


Laura pun langsung kembali pergi ke kamar Nathan dan Nathalie.


......................


Beberapa jam setelah Alif berangkat bekerja, Laura merasa panik sekali dengan anaknya yang semakin tinggi panasnya. Laura pun WhatsApp Alif namun Alif tidak membacanya, bahkan tidak membalasnya.


Laura menelepon pun tidak diangkat oleh Alif, Laura sangat kebingungan harus bagaimana ia membawa Nathalie ke rumah sakit.


Jika dirinya yang membawa mobil, tidak ada yang memegang Nathalie. Laura saat itu sangat cemas sekali karena keadaan Nathalie semakin parah.


"Ya Allah aku harus bagaimana" Ucap Laura cemas sekali.


Laura pun bertekad untuk membawa Nathalie ke rumah sakit dengan menyetir mobil sendiri. Dan Nathan pun di dudukan di kursi mobil bagian belakang.


Meskipun kondisi Laura sedang sakit namun Laura tidak bisa bermanja, Laura harus kuat demi sang buat hati.


Laura pun langsung membawa anaknya ke rumah sakit untuk diberikan penanganan. Laura sangat panik sekali melihat Laura kejang-kejang dan matanya tidak terbuka, Laura sangat terpuruk sekali.


"Sabar ya sayang sebentar lagi sampai" Ucap Laura sambil menangis di mobil.


...----------------...


Beberapa menit kemudian ...


Sampailah Laura ke rumah sakit Laura pun langsung menyerahkan Nathalie kepada Dokter untuk segera di periksa.


Nathan yang menangis karena ikut panik mendengar dan melihat sang mama nya yang sedang menangis.


"Nathan harus baik-baik ya jangan rewel" Ucap Laura kepada Nathan sambil digendong, dan mencium Nathan.


"Tolong tunggu disini ya, saya periksa dulu" Ucap Dokter kepada Laura, Nathalie pun dimasukkan ke ruang ICU.


Kondisi Nathalie semakin memburuk, Nathalie tidak sadarkan diri. Membuat Laura hancur sekali, karena disaat dirinya dan anaknya terpuruk tidak ada yang merangkulnya.

__ADS_1


Bahkan suaminya pun sudah tidak lagi peduli kepadanya dan kepada anaknya. Laura benar-benar sakit sekali hatinya karena melihat Nathalie dilarikan ke ICU dengan tidak sadarkan diri.


__ADS_2