
1 bulan kemudian ...
1 bulan berlalu Laura tinggal dirumahnya bersama Alif. Akhirnya kembali harmonis dan tidak ada lagi pertengkaran seperti dulu dengan Alif. Laura terus berharap agar Alif selalu bisa merubah sikapnya yang sudah membuat Laura trauma.
Tepat pukul 10:00 pagi Laura selesai memasak, tiba-tiba Mbak Ayu menjerit memanggil nama Laura.
"Bu,, Bu,,, Bu Laura.... Nathalie Bu" Teriak Mbak Ayu dari kamar anaknya memanggil nama Laura yang sedang di dapur selesai memasak.
Laura pun kaget dan langsung berlari menuju kamar si kembar.
"Ada apa dengan Nathalie?" Tanya Laura khawatir dengan wajah panik.
"Nathalie kejang-kejang Bu, badannya panas sekali dan tidak sadarkan diri" Ucap Mbak Ayu dengan nada panik menjelaskan keadaan Nathalie kepada Laura.
"Kenapa bisa begini?" Tanya Laura sambil menggendong Nathalie, dan Mbak Ayu langsung memegang Nathan.
"Saya tidak tahu, Bu. Saya tadi habis buatkan susu untuk Nathan, karena Nathan sedang bermain dan meminta susu. Posisi tadi Nathalie sedang tertidur saja Bu, saya lihat setelah membuat susu, Nathalie langsung kejang-kejang dan menangis" Jawab Mbak Ayu dan langsung menangis karena terkejut melihat kondisi Nathalie.
Laura tidak banyak bicara, Laura langsung membawa Nathalie kerumah sakit untuk mendapatkan penanganan dari dokter.
Posisi tersebut Laura membawa Nathalie hanya dengan Mbak Ayu, suaminya berada dikantor.
Lalu Laura menyuruh pengasuhnya untuk memberitahukan suaminya yang berada dikantor agar segera pergi ke rumah sakit.
Beberapa menit kemudian ...
Laura pun sampai di rumah sakit Islam Bandung, dan Nathalie pun langsung dibawa ke ruangan UGD.
Laura sangat panik sekali dan tidak berhenti berdoa untuk anaknya, Laura langsung memeluk Nathan dengan erat.
"Tunggu dulu ya Bu, saya akan melakukan pemeriksaan didalam" Ucap Dokter.
"Baik dok, lakukan yang terbaik untuk anak saya" Kata Laura memohon lakukan yang terbaik untuk Nathalie.
...----------------...
10 menit setelah pemeriksaan, Alif pun sampai ke rumah sakit. Alif langsung memeluk Laura dan Nathan, Laura terus menangisi Nathalie yang kritis.
"Kenapa bisa seperti ini? Nathalie tidak pernah sakit seperti ini kan?" Tanya Alif panik.
"Aku tidak tahu, tadi sedang tidur saja dan Nathalie langsung panas badannya serta kejang" Jawab Laura menjelaskannya.
__ADS_1
Dokter bilang bahwa selama ini Nathalie memang mengidap penyakit Epilepsi dan ada kelainan pada otaknya. Dengan adanya penyakit dalam tubuh Nathalie, Dokter pun mengecek juga tubuh kembarannya Nathan. Apakah Nathan terkena juga atau tidak.
Tetapi kenapa saat di Leb darah, Nathan sama sekali tidak memiliki penyakit apapun. Nathan anak yang sehat, namun kenapa Nathalie sangatlah malang nasibnya.
"Kenapa ibu dan bapak ini tidak mengontrol setiap Minggu keadaannya? Memangnya tidak ada gejala atau apapun?" Tanya Dokter.
"Saya tidak pernah merasakan gejala apapun dari anak saya dok, bahkan ketika dirinya sakit pun tidak pernah separah ini" Jawab Laura.
"Karena ini sudah melampaui batas penyakitnya yang sudah tidak lagi bisa di respon oleh tubuhnya, maka dari itu Nathalie drop dan langsung parah" Ujar dokter menjelaskan.
Laura dan Alif pun hanya bisa pasrah dengan kehendak Allah, semoga Nathalie senantiasa bisa di sembuhkan. Dan akan selalu baik-baik saja.
...****************...
Laura dan Alif bermalam di Rumah Sakit dan Nathan pulang dengan Mbak Ayu pengasuhnya.
Laura meminta izin kepada Alif untuk pergi ke luar, Laura ingin mencari makanan untuk makan malam dirinya dengan suaminya di depan rumah sakit.
Saat Laura hendak pergi ke luar, di depan ruangan Laboratorium Laura tidak senghaja berpapasan dengan Danu. Danu yang sedang membawa sang ibundanya di atas kursi roda, dan Danu menatap Laura dengan kekecewaan.
Laura sangat bahagia sekali bertemu dengan Danu, Laura ingin sekali menjelaskan dan meminta maaf kepada Danu.
"Danu, kamu disini juga?" Tanya Laura bahagia sekali.
"Tidak penting untuk kamu Laura, permisi saya pamit dulu" Ucap Danu ketus.
Ketika Danu berjalan sambil mendorong kursi roda yang diduduki oleh ibundanya, Laura pun memanggil nama Danu dan menjelaskan yang terjadi.
"Danu.... Aku tidak pernah membohongi kamu, aku memang ke Jogja hanya ingin bertemu dengan Klien, dan aku kira bertemunya dengan Klien itu akan benar namun ternyata tidak seperti yang aku harapkan. Aku dijebak oleh Alif, Alif ingin kembali lagi bersama aku Danu, aku tidak sama sekali berniat senghaja untuk bertemu Alif" Ucap Laura menjelaskan semuanya. Danu pun berhenti jalannya, dan mendengarkan omongan Laura.
"Aku mohon maafkan aku Danu, kamu salah paham" Ucap Laura memohon kepada Danu.
"Sudah terlambat, karena kamu sudah memilih kembali lagi menjalani kehidupan yang baru dengan Alif. Jadi percuma saja jika aku harus kembali berteman dengan kamu" Kata Alif, dan langsung saja Alif pergi meninggalkan Laura.
Laura menangis karena sakit sekali tidak dimaafkan oleh Danu. Laura hanya bisa mengelus dada dan terus berusaha agar dirinya dapat dimaafkan oleh Danu dan sang kakaknya, Aldi.
Danu sebenarnya sangat terpuruk sekali kehilangan Laura, Danu sebenarnya mengerti akan penjelasan yang sudah Laura jelaskan.
Tetapi Danu tidak bisa untuk kembali mendekati Laura dengan posisi Laura sudah baikan dengan Alif.
Menurut Danu jika dirinya terus mendekati Laura dengan posisi tersebut, itu tidak baik. Danu tidak ingin membuat masalah dengan Alif.
__ADS_1
...----------------...
Malam hari Laura terus memikirkan Danu, Danu yang cuek sekali kepadanya dan tidak merespon maaf dari Laura membuat Laura kepikiran. Laura tidak enak hati jika ada orang yang membencinya.
Alasan Laura tidak ingin kehilangan Danu karena Danu adalah orang yang sangat baik, sudah banyak membantu dirinya dan anaknya saat kemarin Laura mendapatkan masalah dengan Alif.
Seketika selang beberapa menit Danu chat Laura via WhatsApp, Danu harap pesannya tidak akan dibaca oleh Alif.
"Laura aku tahu kamu sebenarnya tidak melakukan kesalahan, namun aku tidak mungkin berdekatan dengan kamu lagi jika kamu sudah kembali bersama lagi dengan Alif.
Aku ingin bertemu kamu besok, semoga kita bisa bertemu ya. Aku ingin menjelaskan semuanya, dan aku juga minta maaf sudah terlalu egois"
Danu mengirimkan pesan kepada Laura.
Danu mengajak Laura untuk bertemu besok di kantin Rumah Sakit, semoga Laura berkenan untuk datang.
...****************...
Pagi hari Laura sudah menyiapkan makanan untuk suaminya yang akan berangkat ke kantor dari Rumah Sakit.
Sebelum keadaan Nathalie membaik, Laura belum bisa pulang. Laura ingin sekali cepat pulang, namun kondisi anaknya belum stabil.
"Aku berangkat kerja dulu, ya. Kamu di Rumah Sakit baik-baik ya jaga Nathalie" Ucap Alif pamit pergi karena akan berangkat ke kantor.
"Iya mas, kamu juga hati-hati ya" Jawab Laura sambil mencium tangan Alif.
Beberapa menit kemudian ...
Laura menyuruh Danu untuk menemuinya di depan pintu kamar rawat anaknya saja, karena Laura tidak bisa meninggalkan anaknya.
Danu pun segera datang didepan kamar perawatan Nathalie.
"Alif ada?" Tanya Danu memastikan bahwa Alif tidak ada.
"Alif sudah berangkat bekerja" Jawab Laura.
"Maafkan aku juga ya, Ra. Aku juga sudah memaafkan kamu, dengan tulus. Maafkan aku yang sudah egois, aku kemarin benar-benar kecewa sama kamu karena kesalahpahaman. Aku harap kita bisa baikan lagi" Ucap Danu kepada Laura sambil memegang tangan Laura.
"Terimakasih ya nu, kamu sudah menjadi sahabat terbaik aku yang paling baik sekali dan sabar" Ucap Laura.
Danu sangat bersedih karena dirinya dianggap sahabat oleh Laura, namun Danu sadar diri karena dirinya hanya orang lain yang sebatas membantu Laura untuk menjadi pengacaranya.
__ADS_1
Sebenarnya Danu sangat menyukai Laura, namun Laura lebih memilih kembali baikan bersama Alif. Danu pun tidak bisa melarang itu semua jika dengan kembalinya hubungannya dengan Alif bisa benar-benar membuatnya bahagia Danu tetap mendukungnya.
Meskipun dirinya merasakan cemburu sekali, karena sekarang ia tidak bisa lagi kemana-mana bersama Laura lagi. Danu hanya bisa sadar diri bahwa Laura adalah milik orang lain, bahkan Laura sudah memiliki suami.