
1 Bulan kemudian ...
1 Bulan berlalu Laura menjadi seorang single parent. Namun bagi Laura menjalani kesendiriannya tidak membuatnya menangis sepanjang hari, tidak membuatnya terluka, justru Laura sudah membuka lembaran baru.
Laura kini sudah benar-benar ingin melupakan sesuatu hal yang sudah membuat dirinya terluka, dan menderita.
Sekarang Laura sering sekali pergi ke kampus, dan ke Restoran. Laura rasa dengan dirinya terus menjalankan Aktivitas bisa menjauhi dirinya dari keterpurukan.
Danu yang selalu setia menemani Laura kemana pun, Danu selalu menjadi penjaga bagi Laura.
Laura sebenarnya tidak enak hati karena selalu dibantu oleh Danu, tetapi Laura juga tidak bisa menolak kebaikan Danu.
Danu yang selalu antar jemput Laura saat Laura sedang meeting, atau Laura sedang berada di kampus.
...----------------...
Hari ini Laura dan Danu sedang berada di mobil menuju pulang, Laura yang habis kuliah dijemput oleh Danu.
"Terimakasih banyak ya, Nu. Selalu saja kamu antar jemput aku" Ucap Laura mengucapkan banyak terimakasih.
"Tidak apa-apa Laura" Jawab Danu tersenyum.
"Bisa antar aku ke butik ? Ada yang ingin aku ambil. Kemarin aku pesan baju di butik" Ucap Laura kepada Danu.
"Oh boleh, ayo. Berarti sekarang kita ke butik dulu ya" Jawab Danu.
Sebelum pulang kerumah Laura dan Danu ke butik dulu, karena ada yang ingin Laura ambil pesanan dari pemilik butik.
Laura dan Danu pun langsung turun dari mobil dan masuk ke dalam butik.
Saat Laura hendak menghampiri owner butik tersebut, Laura tidak senghaja menghampiri Alif dan Aulia.
Aulia mengenakan gaun pengantin yang sangat cantik sekali dan mewah, Aulia juga terkejut bahwa Laura datang ke butik.
"Laura" Ucap Alif terkejut.
Laura hanya terdiam saja saat melihat sahabatnya yang sedang mengenakan gaun pengantin.
"Maaf, saya hanya ingin bertemu dengan Mbak Angel owner butik ini" Ujar Laura langsung mengambil pesanan bajunya.
"Kamu kesini senghaja mengikuti kami?" Tanya Aulia sambil cengengesan.
"Maaf ya, aku tidak seperti yang kamu pikirkan. Aku kesini mengambil pesanan, bukan untuk mengurusi kehidupan kalian" Jawab Laura dengan ketus.
Alif yang sedikit malu melihat Laura, karena dirinya telah kembali lagi berhubungan dengan Aulia sahabat Laura.
Laura juga langsung pergi keluar menghampiri Danu.
Saat Laura keluar, Danu melihat wajah Laura dengan kesal sekali.
__ADS_1
"Kamu baik-baik aja kan? Ada apa?" Tanya Danu aneh melihat wajah Laura yang berbeda.
"Tidak apa-apa, ayo kita pulang" Ucap Laura langsung pergi ke mobil.
Selama di perjalanan Laura hanya terdiam saja, tidak mengucapkan sepatah kata pun.
"Ada yang salah dengan aku? Kamu kenapa?" Danu semakin bertanya-tanya.
Laura masih terdiam saja tidak menjawab. Laura lebih memilih diam daripada harus berbicara banyak, karena Laura tidak ingin merasakan kesedihan lagi.
Laura masih memikirkan saat kejadian di butik barusan, Laura tidak menyangka bahwa Aulia dan Alif benar-benar akan melaksanakan pernikahan.
Laura juga tidak menyangka sampai sekarang, bahwa sahabatnya akan menikahi mantan suaminya.
Danu pun pasrah tidak menanyakan apapun lagi kepada Laura, karena Laura pun hanya terdiam saja.
Beberapa menit kemudian ...
Sampailah dirumah Laura, Danu juga ikut turun dari mobil lalu memanggil Laura.
"Laura, kamu kenapa?" Tanya Danu cemas melihat Laura sikapnya tiba-tiba dingin.
"Aku baik-baik saja nu, aku tidak marah sama kamu kok. Aku lagi gaenak badan saja, makasih ya sudah antar aku kerumah" Jawab Laura tersenyum.
Laura pun langsung masuk ke dalam rumahnya. Dengan perasaan yang kecewa sekali.
"Kenapa mas Alif harus menikah dengan sahabatku, Aulia. Aku tidak terima, kenapa mas Alif tidak menunggu waktu dulu" Ucap Laura menangis dikamar nya.
...****************...
Esok hari tiba ...
Laura mendapatkan telepon dari Rahma sahabatnya.
*kriiiiing... kriiiiing.. kriiiiing*
Laura yang sedang membuat teh di dapur, langsung mengangkat telepon.
"Hallo Rahma, ada apa?" Tanya Laura sambil minum teh.
"Laura, kamu tahu tidak? Hari ini Aulia dan Alif menikah, aku kaget banget" Ucap Rahma memberikan kabar kepada Laura.
"Aku tahu, biarkan mereka menikah Ma. Biarkan Aulia merasakan kebahagiaan bersama pilihannya, meskipun itu adalah bekas suami ku" Jawab Laura.
"Tapi ini keterlaluan Laura, Aulia tidak punya perasaan sama sekali. Alif juga tidak bisa menghargai kamu, ini perceraian kamu masih baru satu bulan kenapa harus cepat-cepat menikah, dan menikahnya sama sahabat kita juga" Ujar Rahma emosi.
Rahma sangat membela Laura, Rahma tidak terima dengan perilaku Aulia yang semakin jahat kepada Laura.
"Cukup Rahma, aku tidak peduli mas Alif menikah dengan siapapun. Sekarang aku lebih pentingkan kesehatan aku, aku juga berhak bahagia tanpa harus memikirkan mereka yang selalu membuat aku sakit" Ucap Laura membuat Rahma terdiam tidak lagi berbicara.
__ADS_1
Laura langsung mematikan teleponnya.
Saat Laura membuka Handphone dan melihat akun Instagram nya, banyak sekali postingan-postingan mengenai pernikahan Alif dan Aulia.
Aulia juga memposting foto dengan caption : thanks, kamu sudah membuktikan cinta kamu selama ini mas. I love you so much.
Laura sangat pusing sekali, fikiran nya kembali lagi kacau dengan ulah sahabatnya.
......................
Laura pergi ke suatu tempat yang membuat tenangkan hatinya, Laura pergi ke Danau yang sangat sejuk sekali. Lokasi danau yang lumayan jauh dari rumahnya.
Dulu Laura pergi ke Danau saat sekolah SMA bersama sahabatnya Laura dan Rahma. Namun saat ini Laura hanya bisa merasakannya sendirian, Laura datang ke Danau tidak lagi bersama sahabatnya.
Laura benar-benar sangat kecewa sekali kepada sahabatnya Aulia, karena sudah menghancurkan persahabatannya.
Laura benar-benar sedih sekali merasakan ini semuanya, Laura juga tidak menyangka bahwa dirinya dan sahabatnya akan berpisah.
Saat Laura sedang duduk di pinggir Danau, Laura dihampiri oleh Danu.
Sungguh sangat terkejut sekali Laura ketika mendengar Danu menyapanya, Laura sangat terkejut karena Danu bisa tahu keberadaannya.
"Danu kamu kok bisa tahu aku ada disini?" Tanya Laura terkejut.
"Aku juga sama lagi menenangkan diri disini, aku habis ziarah ke makam ayah ku. Kebetulan makamnya sebelah Danau ini, dan aku melihat ada perempuan yang lagi nangis di Danau seperti kamu. Aku samperin deh mungkin benar itu kamu, ternyata benar" Jawab Danu sambil tersenyum.
"Oh gitu" Ucap Laura kembali lagi duduk.
"Kamu mikirin apalagi sih, Ra?" Tanya Danu "Nih minum" Sambil menyodorkan sebotol minum.
Laura hanya terdiam saja.
"Ceritakan saja, aku tahu sikap kamu kalau lagi sedih itu bagaimana Ra. Jadi tidak bisa lagi bohong" Ujar Danu.
"Alif dan Aulia resmi menikah hari ini" Celetuk Laura. Danu pun terkejut.
"Alif menikah lagi?" Tanya Danu terkejut.
Laura menganggukkan kepalanya.
"Perceraian kamu juga baru saja 1 bulan, kenapa dia harus menikah lagi" Ucap Danu kesal dengan Alif yang semakin tidak dewasa.
"Aku sedih bukan karena aku cemburu, namun aku sedih karena aku memikirkan sahabat aku yang jahat sekali. Dia berani sekali menikah dengan mantan suamiku" Laura menangis tersedu-sedu.
"Kamu yang sabar ya, jadikan pelajaran saja. Kamu juga tidak usah mengingat mereka lagi, yang ada kamu tambah terluka" Ucap Danu.
Laura langsung memeluk Danu dengan spontan, Danu pun sangat terkejut karena Laura sudah memeluknya.
"Makasih ya nu, disetiap aku ada masalah dan disetiap aku terpuruk kamu selalu ada temani aku. Kamu selalu support aku, makasih ya" Ucap Laura memeluk Danu dengan erat.
__ADS_1