
Laura benar-benar terpuruk sekali karena keadaan Nathalie koma, Laura belum bisa berhenti dari tangisannya.
Saat Laura sedang menunggu Nathalie di ruangan ICU. Tiba-tiba ada telepon dari Alif kepada Laura.
*kriiiiing... kriiiiing... kriiiiing*
Laura langsung mengangkat telepon dari suaminya.
"Hallo, mas" Laura mengangkat telepon.
"Kamu dimana?" Tanya Alif singkat.
"Aku di rumah sakit, Nathalie koma" Jawab Laura sambil menangis.
"Yasudah aku kesana" Ucap singkat Alif.
Alif pun langsung pergi menuju rumah sakit, Alif merasa khawatir karena anaknya koma dan semakin memburuk. Alif datang kerumah sakit bersama Mama nya.
Beberapa menit kemudian ....
Alif dan Mama nya pun datang ke ruangan ICU.
Sang Mama langsung memeluk Nathalie dan menangis histeris, Alif juga menangis dan langsung menggendong Nathan.
"Mama...." Ujar Laura langsung memeluk Mama mertuanya.
Tiba-tiba sang Mama langsung mendorong Laura, dan menyingkirkan Laura saat memeluknya.
"Jangan dekat-dekat dengan saya, saya benci sama kamu. Kamu adalah menantu yang paling jahat!!!" Ucap sang Mama membuat Laura semakin menangis dan tak menyangka bahwa Mamanya Alif begitu benci kepada nya.
Laura pun terjatuh...
"Mama sangat kecewa sama kamu, Alif sudah meminta maaf kepada kamu dan ingin kembali bersama untuk membangun rumah tangga dengan baik lagi. Tapi sudah kamu kecewakan, kamu maunya apa sih???" Ujar sang Mama sangat emosi sekali kepada Laura sambil menunjuk-nunjuk wajah Laura.
"Sudah Ma, biarkan saja" Ucap Alif menenangkan Mama nya.
Laura tidak lagi bisa menjelaskan karena selalu salah Dimata Alif dan mertuanya. Laura hanya bisa menangis dan tidak berhenti untuk tetap kuat dan sabar.
...----------------...
Sore hari ...
Tiba-tiba kondisi Nathalie memburuk, Nathalie sadarkan diri namun matanya masih belum terbuka. Napas nya sesak semakin kencang sekali.
__ADS_1
Laura langsung berlari menemui dokter, Laura sangat terkejut melihat keadaan Nathalie.
Mama dan Alif juga sangat cemas sekali. Dan mereka pun tidak berhenti menangis melihat kondisi Nathalie.
"Dok anak saya kenapa?" Tanya Laura nada tinggi ketakutan.
"Sebentar saya cek ya" Jawab dokter langsung mengecek keadaan Nathalie.
Laura menangis dengan pilu, Laura tidak terima jika anaknya harus mengalami seperti itu.
"Maafkan saya Bu, anak ibu sudah tidak bisa tertolong" Ucap Dokter membuat Laura menangis kencang.
Laura tidak terima Nathalie harus pergi, Laura menangis kencang merasakan sakit hatinya.
"Tidak mungkin, anak saya masih hidup. Dokter tolong cek lagi anak saya, ayo dok" Laura menangis tidak percaya bahwa anaknya sudah tiada.
Diposisi seperti itu Alif hanya memeluk sang Mama, tidaklah melihat kesedihan Laura yang sangat terpuruk.
"Nathalie...... Nak, maafkan mama" Laura langsung memeluk tubuh Nathalie dengan erat dan mencium nya.
"Awas!!!! Jangan peluk anak ku, kamu benar-benar tidak bisa menjaga anak ku dengan baik. Kamu selalu menitipkan anak ku kepada pengasuh, kamu selalu mengandalkan pengasuh terus. Pikir Laura, mungkin ada kelalaian pada pengasuh Nathalie sampai Nathalie memiliki penyakit ini" Ucap Alif sambil mendorong tubuh Laura dengan kencang, Alif tidak ingin jika Laura memeluk Nathalie.
Alif menyalahkan Laura karena tidak bisa menjaganya dengan baik, Alif sangat berubah sekali dan sangat kasar kepada Laura.
Laura kesal kepada suaminya yang sudah menyalahkannya sebagai seorang ibu, Laura sakit hati kepada Alif karena Alif hanya bisa menuduhnya dan menyalahkannya.
Beberapa menit kemudian ....
Jenazah Nathalie segera di utuskan untuk di mandikan, lalu akan dibungkus oleh kain kafan dan langsung dibawa ke rumah.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Laura pun langsung mengabarkan Kakaknya meskipun dirinya masih di benci, tetapi Laura tetap memohon untuk meminta doa nya kepada Kak Aldi dan Kak Dewi atas peninggalan Nathalie.
Laura harap keluarganya bisa datang, namun Laura rasa mungkin Kak Aldi tidak bisa datang karena kebenciannya kepada Laura sangat besar.
Jenazah Nathalie pun langsung dibawa kerumah karena akan di sholat kan dan di makam kan.
Laura sangat terpuruk sekali karena dirinya sudah kehilangan anak perempuannya, Laura butuh pelukan dan rangkulan dari orang terdekatnya.
Saat akan di makam kan, ternyata Kak Aldi dan Kak Dewi datang menemui Laura yang sedang terkena musibah.
Laura sangat terkejut sekali karena Kakaknya datang, Laura bahagia sekali ternyata mereka masih memperdulikan Laura ketika Laura terpuruk.
__ADS_1
"Laura..." Sapa Kak Dewi.
"Kakak...." Laura langsung memeluk Kak Dewi dengan erat dan menangis pilu, Laura sangat terpuruk dan Laura benar-benar merasakan sakit sekali sudah ditinggalkan Nathalie.
"Kamu yang sabar, ya. Kenapa tidak memberitahukan Kakak bahwa Nathalie sering sakit" Ucap Kak Dewi kepada Laura yang masih memeluk tubuh Laura.
"Aku malu, aku takut merepotkan kalian. Karena aku bukanlah adik yang berbakti, aku sangat malu" Jawab Laura dengan lirih.
"Kak Aldi sudah maafkan kamu, kamu jangan berkecil hati ya. Tidak mungkin Kak Aldi sampai kesini jika dirinya tidak kasihan dan sayang sama kamu, adik satu-satunya" Ujar Kak Dewi sedikit membuat hati Laura tenang.
"Maafkan Kakak ya, Kakak sudah egois. Kakak tidak bisa mengontrol emosi" Ucap Kak Aldi sambil memeluk Laura dengan erat.
Laura bahagia sekali disaat kehilangan sang anak, Laura juga mendapatkan rangkulan dari sang Kakak.
20 menit kemudian ...
Pemakaman pun selesai, semua yang menghadiri pemakaman sudah bubar untuk pulang.
Hanya tersisa keluarga di pemakaman Nathalie.
"Maafkan Mama, Nak. Mama belum bisa jadi ibu yang terbaik untuk kamu" Ucap Laura sambil menangis di batu nisan Nathalie.
"Sabar ya, Ra" Kak Dewi memang bahu Laura lalu mengusapnya untuk menenangkan Laura agar tetap kuat dan sabar.
"Nathan akan ku bawa dan akan aku asuh bersama Mama" Celetuk Alif. Membuat Laura terkejut karena Nathan akan dibawa oleh Alif.
Laura langsung berdiri.
"Apa kamu bilang? Nathan akan tinggal bersama kamu dan Mama?" Tanya Laura emosi.
"Iya, aku rasa kita tidak pantas untuk bersama lagi. Dan aku rasa kamu juga tidak pantas mengurusi anak, maka dari itu aku harap Nathan akan baik-baik saja jika bersama aku dan Mama" Jawab Alif sambil menggendong Nathan.
"Kita sedang berduka, Mas. Tidak pantas kamu berkata seperti ini!!! Aku ini ibunya mas, aku berhak mendapatkan hak asuh. Jika kamu ingin bercerai dengan aku, tidak usah disini dibicarakannya Mas" Ujar Laura nada tinggi.
Laura emosi sekali kepada Alif yang benar-benar tidak tahu bisa menghargainya.
"Alif, kamu tidak boleh seperti ini. Persoalan hak asuh anak atau perceraian bisa dilakukan dan dibicarakan dengan baik-baik" Ucap Kak Aldi membela Laura.
"Tidak usah ikut campur dengan urusan saya, urusin saja dulu rumah tangga anda" Jawab Alif kepada Aldi dengan menunjuk-nunjuk tangannya.
Alif benar-benar tidak punya sopan santun kepada Kakak iparnya, Alif juga benar-benar sudah berubah drastis.
"Kita bisa obrolkan masalah ini dengan baik-baik. Di pengadilan lebih bagus" Ucap Laura dengan emosi.
__ADS_1
"Baik, saya tunggu itikad baik nya. Paling saja nanti akan dibatalkan lagi seperti sebelumnya" Kata sang Mama kepada Laura.