Cinta Rahasia Dalam Pernikahan

Cinta Rahasia Dalam Pernikahan
PENYESALAN


__ADS_3

Pagi menjelang siang, Laura yang sangat sibuk sekali di restorannya. Laura sedang ada meeting sekaligus pengecekan kondisi area dan karyawan di restorannya.


Disaat Laura sedang sibuk mengobrol dengan rekan meeting nya, Laura mendapatkan telepon dari Kak Aldi.


Laura pun langsung bergegas mengangkat teleponnya. Dan sedikit menghindari rekan meeting nya.


"Hallo, Kak. Ada apa?" Tanya Laura kepada sang Kakak.


"Maaf Laura, kakak sudah mengganggu meeting kamu. Kakak hanya ingin mengajak kamu apakah bisa menyempatkan menjenguk ibunda Danu?" Ucap Aldi.


"Ibunda Danu ? Memangnya sakit lagi kak? Bukannya sudah pulih dan sudah dibawa ke rumah" Tanya Laura sedikit terkejut.


"Iya, Ibunda Danu mendadak kambuh dan dilarikan lagi ke rumah sakit Medika Kencana. Tadi Kakak dapat info dari Danu, kebetulan Kakak menelepon dia karena ada kepentingan pekerjaan namun ternyata Danu bercerita bahwa dia sedang membawa ibundanya ke rumah sakit" Jawab Aldi menjelaskan.


"Yasudah Kak, kita segera kesana. Aku tunggu di depan rumah sakit ya, kita ketemuan saja disana" Ujar Laura.


Laura pun langsung memberitahukan kepada rekan meeting nya, bahwa dirinya ada kepentingan mendadak.


Laura langsung bergegas mengendarai mobilnya dan pergi menuju rumah sakit Medika Kencana.


...****************...


Beberapa menit kemudian


Sampailah Laura di Rumah sakit Medika Kencana, dan langsung bertemu dengan sang Kakak.


"Kakak yakin ini rumah sakitnya?" Tanya Laura sedikit ragu.


"Iya Laura, nih kamu lihat tadi sebelum kakak menelpon kamu Danu sudah share lokasi nya" Jawab Kak Aldi.


Laura dan Kak Aldi pun langsung pergi kedalam rumah sakit, dan menanyakan ke ruang pendaftaran untuk mengetahui keberadaan ibunda Danu, yaitu Bu Asma.


"Maaf sus, di sini ada pasien rawat inap atas nama Bu Asma? Usianya sudah lumayan tua, dan ditemani bersama anaknya laki-laki masih muda" Tanya Laura kepada suster rumah sakit.


Suster nya pun mencari tahu di dalam pendaftaran, dan di cari-cari ternyata benar-benar tidak ada yang dirawat inap disana atas nama Bu Asma.


"Tidak ada mbak, disini penuh semua ruangannya dan di urutan pasien rawat inap tidak ada yang bernama Bu Asma" Jawab suster.


Laura dan Kak Aldi pun sangat terkejut mendengarnya, dan langsung berfikiran mengapa Danu memberikan alamat yang salah. Atau Danu berbohong?


"Gimana dong kak? Masa Danu dan Ibunya tidak ada disini?" Laura kebingungan.


"Kakak tadi chating-an, teleponan sama Danu Laura. Dia sampai memberikan alamatnya" Ucap Kak Aldi spontan membuka handphone dan menunjukan bekas chating-an dengan Danu.


Laura sangat aneh sekali , kenapa seperti ini? Jikapun Danu berbohong, kenapa dia harus berbohong? Laura sangat kefikiran hal ini.


Laura dan Kak Aldi pun langsung pergi untuk pulang. Laura dan Kak Aldi masing-masing membawa kendaraan jadi pulang pun dengan terpisah.


...----------------...


Laura sampai dirumah, Laura langsung memeluk sang anak yang sudah ditinggalkan seharian. Laura titipkan anaknya kepada pengasuh, karena saat ini Laura benar-benar sibuk akan pekerjaannya.

__ADS_1


Laura tidak akan pernah memberikan hak asuh anaknya kepada mantan suaminya, Alif.


Laura benar-benar menikmati masa Single parents.


Saat itu Laura langsung naik ke lantai atas, untuk pergi ke kamarnya. Laura masih sangat kefikiran atas perbuatan Danu yang sudah membuat Laura dan Kak Aldi kecewa. Karena sudah diberikan Alamat rumah sakit namun saat Laura sampai di rumah sakit Danu dan Ibundanya tidak ada disana.


Laura sedikit merenung, Laura membuka pintu jendela teras kamarnya. Laura memandangi langit dan cahaya lampu di sekitaran gedung-gedung yang sangat terang.


Laura sambil menikmati air teh hangat, dan merenungkan apakah ada kesalahan atau bagaimana sampai Danu berbuat seperti itu kepadanya dan Kakaknya.


Laura sangat merenungkan hal tersebut, Laura pun seketika mendapatkan telepon dari Danu.


Laura langsung terkejut, Laura pun menyimpan air teh hangat ke atas meja dan dirinya langsung duduk di kursi dan mengangkat teleponnya.


"Hallo, Danu?" Ucap Laura menjawab telepon Danu.


Laura sangat bahagia sekali, karena Danu ada memberikan kabar.


"Terima kasih ya Laura, atas penolakan kamu yang ke sekian kalinya kamu sudah berhasil membuat aku jatuh. Ibu ku koma, tidak lagi bisa aku tebak apakah dia akan bertahan hidup atau tidak. Aku hanya bisa berdoa, semoga kamu bisa segera mendapatkan pilihan terbaikmu, sebaik-baiknya" Ucap Danu didalam telepon, membuat Laura terkejut dan langsung meneteskan air mata.


"Danu? Apa maksudnya? Nu, aku bisa jelaskan atas penolakan aku. Tapi tolong kamu jelaskan dulu, apa hubungannya sama Ibu kamu? Aku rasa aku hanya menolak kamu, bukan mencelakai ibu kamu" Laura syok sekali setelah mendapatkan telepon dari Danu.


"Justru itu, Ibu ku sangat berharap sekali bahwa kamu bisa menjadi calon menantunya, dan menikah dengan aku. Ibu ku meskipun tidak pernah lagi bertemu dengan kamu, tapi dirinya selalu memperhatikan kamu Laura. Ibu ku selalu menanyakan kabarmu, kabar anakmu. Aku melamar mu, mengatakan cinta depan banyak orang itu karena aku sayang sama kamu Laura. Aku pun ingin ibu aku bahagia ketika aku menikah dengan mu, sebelum ajalnya tiba. Tapi sayangnya, kamu lebih memilih karirmu " Jawaban Danu membuat Laura menangis bahkan sampai histeris.


Laura menangis karena ia benar-benar menyesal sudah menolak Danu, disaat dia menolak kedua kalinya ibunya jatuh sakit karena sakit hati kepada Laura.


"Bolehkah aku bertemu dengan kamu , Danu? Dengan ibu? Aku ingin meminta maaf atas semua ucapan ku, perilaku ku" Tanya Laura kepada Danu sambil menangis.


"Sudah terlanjur Laura, kita tidak akan lagi bertemu selama-lamanya. Aku akan menikah dengan pilihan aku sendiri, dengan pilihan ibuku sendiri. Yang bisa menerima aku apa adanya" Jawab Danu dan langsung mematikan teleponnya.


"Hallo Hallo, Hallo Danu? Danu????" Laura langsung menangis histeris, Laura sangat menyesal.


Laura tidak menyangka jika Danu akan menikah dengan pilihannya sendiri.


Laura sangat berat sekali menerima semuanya, Laura mencoba Chat di Whatsapp Danu. Namun Danu hanya mengabaikannya, Danu tidak membalas Chat Whatsapp dari Laura.


Laura menangis tersedu-sedu dikamar nya, Laura merasa bahwa ini adalah adegan yang dibuat Danu. Laura masih belum bisa terima dengan ucapan Danu yang dia katakan bahwa dirinya akan menikah.


"Gak mungkin, gak mungkin Danu memutuskan untuk menikah secepat itu" Ucap Laura.


Laura benar-benar syok mendengar kabar ini, Laura tidak berhenti menangis.


...****************...


Pagi hari tiba ....


Laura masih ada di rumah, tidak keluar kamar sama sekali. Laura hanya menunggu balasan WhatsApp dari Danu namun tak kunjung ada.


Laura matanya sembab, dan masih memikirkan apa yang Danu katakan semalam.


"Permisi, Bu" Ujar pengasuh Nathan.

__ADS_1


"Bu, Air hangatnya. Sama nasi gorengnya silahkan dimakan Bu. Ibu dari semalam belum masuk nasi" Ucap pengasuh.


Laura hanya terdiam dan meneteskan air mata. Laura tidak menjawab apapun.


Pengasuh pun keluar dari kamar Laura, karena tidak ingin mengganggu nya.


"Mungkin si ibu lagi ada masalah, kasihan banget" Kata Pengasuh.


Beberapa jam kemudian ...


Kak Aldi, dan Kak Dewi datang menemui Laura. Karena dapat kabar dari pengasuh bahwa Laura tidak masuk kerja, Laura terdiam sendiri di kamar. Hal itu membuat sang Kakak khawatir.


"Dimana Laura mbak?" Tanya Kak Dewi kepada pengasuh.


"Dikamar Bu, masuk saja. Saya tidak berani menanyakan keadaannya. Karena Bu Laura hanya menangis dan terdiam itu dari semalam Bu" Jawab Pengasuh menjelaskan kepada Kak Dewi.


Kak Dewi dan Kak Aldi pun langsung naik ke atas, ke kamar Laura.


Dibukalah pintu kamar Laura.


Laura sedang duduk di depan teras kamarnya.


Kak Dewi pun menghampiri Laura yang sedang terpuruk.


"Laura...." Sapa Kak Dewi dengan lembut sembari mendekati Laura.


Laura menengok ke sebelah Kak Dewi.


Laura pun spontan langsung memeluk Kak Dewi dengan kencang, dan menangis kencang juga.


"Kamu kenapa? Ayo cerita ada masalah apa?" Tanya Kak Dewi sambil memeluk Laura.


"Ceritakan Laura, ada apa? Kamu jangan terpuruk seperti ini" Ujar Kak Aldi nada cemas.


Laura melepaskan pelukan Kak Dewi, Laura sedikit menenangkan dulu dirinya.


"Danu kak" Ucap Laura menangis.


"Kenapa Danu?" Tanya Kak Dewi sambil memegang pundak Laura.


"Danu akan menikah, dan Danu menyalahkan aku Kak, bahwasanya ibundanya koma karena gara-gara aku. Aku yang sudah menolak Danu waktu itu, dan sampai kedua kalinya aku menolak. Ternyata membuat ibunya menderita, ibunya sangat sedih ketika aku menolaknya" Jawab Laura tersedu-sedu.


"Kamu jangan bohong, Laura!!!" Ucap Kak Aldi sangat terkejut mendengar kabar tersebut.


"Sumpah Kak, Danu bahkan sampai biang bahwa ibundanya sudah kecewa dengan aku dan langsung drop penyakitnya kambuh dan langsung koma. Aku juga syok kak, Danu akan menikah tanpa sepengetahuan kita. Danu langsung mematikan teleponnya dan menghilang" Jawab Laura menjelaskan bahwa Danu kecewa berat, dan Ibundanya sampai koma.


"Kamu tahu kan apa akibatnya? Kamu tidak pernah memikirkan itu semua Laura, bahkan ketika kamu menolak Danu pun kamu sangat terlihat baik-baik saja tanpa sedikit malu atau merasa salah" Ujar Kak Aldi sangat emosi dengan perlakuan Laura kepada Danu. Laura pun terkejut mendengar sang Kakak emosi.


"Sudah, Sudah. Sekarang kamu tidak boleh terpuruk lagi, kamu harus sehat harus makan tidak boleh menangis lagi. Mungkin Laura juga tidak bermaksud untuk berniat seperti itu, Kakak tahu perasaan kamu Laura, kamu menolak Danu karena kamu tidak tahu bahwa Ibundanya Danu sangat menginginkan kamu" Kata Kak Dewi menenangkan Laura.


Kak Dewi pun langsung memeluk Laura untuk memenangkannya. Laura langsung memeluk kembali Kak Dewi dan menangis lagi.

__ADS_1


Laura merasa sangat menyesal sekali telah menolak cinta dari Danu, sampai sekarang Danu menghilang dan tidak ada lagi kabar apapun.


__ADS_2