Cinta Rahasia Dalam Pernikahan

Cinta Rahasia Dalam Pernikahan
BATAL SIDANG


__ADS_3

Setelah menjalani pendataan untuk melewati persidangan soal masalah perceraian antara Laura dan Alif. Laura sangat banyak berterimakasih kepada Danu yang sudah membantunya, yang sudah bersiap diri untuk menjadi pengacaranya disidang besok.


"Terimakasih ya, semua datanya dan semua permasalahannya sudah dijelaskan ya. Tinggal tunggu di persidangan besok kan?" Tanya Laura kepada Danu.


"Iya sampai jumpa besok ya Laura, kamu harus banyak berdoa dan yakin bahwa kamu pasti bisa melewati semuanya" Jawab Danu memberikan support kepada Laura.


"Terimakasih ya sudah mau membantu adik saya" Ucap Aldi sambil menyodorkan tangannya untuk bersalaman. Aldi yang ada saat itu juga ikut mengobrol, karena Laura dan Danu bertemunya dirumah kakaknya.


"Sama-sama, kak" Jawab Danu yang juga membalas tangan sang kakak dari Laura.


...----------------...


Malam hari tiba, Laura sedang melamun saja di depan jendela kamarnya yang berada diatas. Laura masih tak menyangka dengan masalah yang kini ia hadapi, Laura rasa semuanya seperti mimpi.


Rumah tangga yang sudah dibangun selama 2 tahun kini sedang berada diujung tanduk, sudah kandas. Laura pun tak terasa meneteskan air mata, karena Laura tak menyangka dengan masalah besar tersebut.


Semoga pilihan yang Laura pilih tidak menjadikan penyesalan diakhir nanti. Laura ingin dirinya bebas dari sikap Alif yang benar-benar menyakiti hatinya.


Laura juga berhak bahagia, Laura tidak ingin anak-anaknya kelak akan tahu bahwa dirinya dan Alif berpisah karena perlakuannya yang sudah berani selingkuhi Laura.


Laura tidak lagi bisa memendam rasa sakit yang dirasakannya ketika memikirkan keadaannya tersebut, Laura masih tak menyangka bahwa dirinya dan Alif akan berpisah.


Dalam fikiran Laura sekarang yang ketika sedang memikirkan masalah tersebut, dalam fikiran Laura hanyalah ada kenangan 2 tahun yang Lalu.


Laura merasa terpuruk sekali menghadapi semua masalah ini, yang dirasakannya rasanya sakit sekali dan sungguh sangat membuatnya terluka.


...****************...


Esok hari telah tiba ...


Pagi sangat cerah sekali, cuacanya pun sedang bagus dan sangat mendukung.


Kak Dewi sangat sibuk sekali memasak untuk sarapan pagi, karena hari itu adalah dimana mereka semuanya akan pergi keluar menyaksikan persidangan Alif dan Laura.


"Mas, Raja, Laura ayo kit sarapan dulu" Sahut Kak Dewi yang sudah menyediakan makanan di meja makan.


Aldi dan anaknya langsung menyantap makanan yang sangat enak sekali, Dewi memang jago sekali masaknya.


"Laura mana ya, dia sudah siap-siap belum?" Tanya Kak Dewi kepada suaminya.


"Aku samperin aja ke kamarnya ya mas, aku takut dia kenapa-kenapa. Anaknya juga belum ada suara, apa mungkin belum bangun ya" Jawab Dewi langsung pergi ke kamar Laura.


"Laura...." Sapa kak Dewi, membukakan pintu kamar Laura.


Saat Kak Dewi masuk kedalam kamar Laura Kak Dewi terkejut sekali ternyata Laura masih terbaring diatas kasur dengan badannya yang sangat panas sekali. Sedangkan anak-anaknya masih tertidur.


"Ya Ampun Laura, kamu kenapa?" Tanya Kak Dewi terkejut sekali saat melihat kondisi Laura yang sangat pucat sekali dan badannya panas.

__ADS_1


"Mas.... Mas...." Kak Dewi berteriak memanggil suaminya agar segera menghampirinya yang sedang berada di kamar Laura.


Tiba-tiba Aldi pun langsung ke kamar Laura untuk menghampiri istrinya yang barusan memanggilnya.


"Ada apa?" Tanya Aldi panik.


"Laura badannya panas sekali, ayo kita bawa ke rumah sakit" Ucap Dewi sambil memegang tangan Laura.


Kak Aldi sangat terkejut sekali melihat kondisi Laura yang drop sekali.


Aldi dan Dewi pun membawa Laura ke rumah sakit, untuk segera diperiksa keadaannya. Karena badan Laura sangatlah drop sekali.


Aldi sangat panik sekali melihat Laura yang begitu lemas dan wajahnya pun sangat pucat sekali.


...----------------...


Laura masih belum sadar juga dengan kondisinya yang benar-benar drop itu, sedangkan jam 11 siang nanti adalah waktu dimana Laura akan menghadapi persidangan dengan Alif.


Tiba-tiba Danu menelepon Laura, namun Kak Aldi lah yang mengangkat teleponnya.


"Hallo, Laura kamu dimana? Ini sudah jam 10 tapi kamu belum sampai juga?" Tanya Danu langsung menanyakan keberadaan Laura dimana karena waktu sidang sebentar lagi akan dimulai.


"Hallo, Danu. Ini saya Aldi, saya mewakili Laura ya. Mohon maaf sekali Laura sepertinya akan membatalkan sidang untuk hari ini, karena Laura jatuh sakit" Jawab Aldi menjelaskan kepada Danu bahwa Laura tiba-tiba jatuh sakit dan dilarikan ke rumah sakit.


"Sakit? Kok bisa kak?" Tanya Danu terkejut mendengar kabar bahwa Laura jatuh sakit.


"Ya Ampun ada-ada saja, bagaimana ini untuk membuat alasan kepada keluarga Alif? Mereka pasti tidak akan percaya bahwa Laura sakit, karena ini bisa saja ditandai sebagai alasan" Ujar Danu kepada Aldi.


Danu khawatir sekali jika Laura tak hadir maka keluarga Alif akan kesal sekali dan akan membalikan kesalahannya kepada Laura.


Aldi pun langsung berusaha untuk mencari cara untuk membantu sang adiknya. Aldi pun langsung pergi ke tempat Alif dan keluarganya sebelum waktu persidangan dimulai.


"Aku pergi dulu ya untuk menemui keluarga Alif, jika tidak Laura akan disalahkan balik. Aku tidak mau persidangan ini batal untuk kedepannya" Ujar Alif meminta izin kepada sang istrinya untuk pergi ke rumah keluarga Alif.


Alif pun langsung pergi menuju rumah Alif.


......................


20 menit kemudian ..


Ketika Aldi akan turun dari dalam mobil, ternyata keluarga Alif sudah bersiap-siap untuk pergi ke persidangan.


"Tunggu!!!" Sahut Aldi kepada keluarga Alif "Jangan dulu pergi dulu, ada yang ingin saya bicarakan".


"Ada apa lagi Aldi?" Tanya Bu Karina, Mama Alif.


"Kita batalkan persidangan hari ini dan lanjut setelah Laura sembuh. Laura jatuh sakit, Laura sekarang drop sekali dan belum sadarkan diri" Jawab Aldi dengan nada panik sekali.

__ADS_1


"Alasan saja" Kata Bu Karina.


"Bukannya ini kemauan Laura untuk menindaklanjuti permasalahannya dengan jalur hukum? Tapi kenapa dirinya malah jatuh sakit" Ujar Alif sangat kesal atas perlakuan Laura yang membatalkan persidangan tersebut.


"Laura sedang sakit, lalu apa yang akan dilakukan oleh Laura jika dirinya sakit? Mungkin Laura sakit sampai drop karena menangis semalaman memikirkan persoalan ini, memikirkan rumah tangganya yang sudah diujung tanduk ini?" Aldi berbicara sangat emosi sekali dengan nada tinggi.


Dilihat dari wajah Alif sebenarnya Alif begitu khawatir mendengar bahwa Laura dilarikan kerumah sakit, dan sampai drop. Meskipun Alif sudah berbuat kesalahan namun rasanya untuk melepaskan Laura itu bukan hal yang mudah.


Alif langsung pergi kedalam rumahnya, sebenarnya dirinya merasa sedih juga karena akan berpisah dengan Laura.


Alif rasa rumah tangganya sudah tidak lagi bisa dilanjutkan, karena Laura memintanya untuk tetap bercerai.


Meskipun sudah diujungung tanduk pernikahan nya, Alif masih saja memikirkan Laura dan merasa salah sekali. Namun Alif juga tidak bisa meninggalkan Aulia, karena Aulia sudah benar-benar mencintai Alif dan selalu mengancamnya jika Alif meninggalkannya.


Bahkan ada hal bodoh yang sudah Alif perbuat, Alif sudah sering tidur dengan Aulia. Maka dari situlah Alif pun sayang sekali kepada Aulia, dan kasihan jika Alif harus meninggalkan Aulia.


Alif pun terus memikirkan kondisi Laura yang sedang berada dirumah sakit dengan kondisi yang sangat drop sekali.


...****************...


Sore hari Danu menjenguk Laura yang kebetulan Laura sudah sadarkan diri dari drop nya. Danu datang bersama sang ibunda yang ingin sekali menjenguk Laura, yang mendengar Laura jatuh sakit dari Danu.


Ternyata Danu pun membawa kedua anak Laura ke rumah sakit, Danu yang sangat senang sekali karena sudah membawa Nathan dan Nathalie akan bertemu dengan sang mama nya.


Ketika Laura sedang disuapi makan oleh Kak Dewi, Danu dan ibu nya sampai dan langsung masuk keruangan nya.


"Permisi..." Ucap Danu membuka pintu ruangan rawat inap yang Laura tempati.


Laura langsung melihat ternyata Danu dan sang ibu, dan ternyata Danu membawa kedua anaknya. Laura sangat bahagia sekali bertemu sang anaknya.


"Mama....." Teriak Nathan dan Nathalie langsung menghampiri sang mama nya yang terbaring di atas kasur rumah sakit.


Laura tersenyum melihat kedatangan sang anaknya.


"Mama sakit apa" Tanya Nathan...


"Aku ditinggal, mama kenapa tinggalkan kita" ujar Nathalie menangis.


"Sayangku, Nathan Nathalie yang baik, kalian itu anak baik tidak boleh menangis, mama sedang sakit jadi tidak mengajak kalian untuk pergi. Mama kalian dibawa kesini agar segera sembuh, nanti kalian bisa lagi bermain dengan mama" Kak Dewi menenangkan anak-anak Laura.


"Terimakasih ya sudah menjenguk" Kata Laura kepada Danu yang sudah menjenguknya.


"Sama-sama" Danu tersenyum.


"Kamu harus sehat ya, Nak" Ujar ibunda Danu.


"Ibu makasih juga ya sudah menyempatkan untuk menjenguk, aku senang sekali. Maaf juga sudah direpotkan untuk membawa Nathan dan Nathalie kesini" Ujar Laura kepada sang ibunda Danu.

__ADS_1


Laura merasa sangat bahagia sekali disaat dirinya terpuruk masih ada saja orang yang baik disekelilingnya, dihadirkan orang yang baik untuk merangkulnya.


__ADS_2