
Setelah keadaan Nathalie membaik Laura dan Alif pun langsung membawa Nathalie pulang. Laura berharap agar Nathalie segera lekas sembuh seperti biasanya.
Selama diperjalanan menuju rumah, diperjalanan macet sekali. Laura dan Alif memutuskan untuk berhenti dulu di toko kue untuk membeli kue kesukaan anaknya.
Laura turun dari mobil, sedangkan anaknya bersama sang papanya Alif.
Saat Laura memasuki toko kue, Laura tak senghaja bertemu Kakaknya yaitu Aldi. Laura sangat bahagia sekali bertemu Kak Aldi, Laura melihat Kak Aldi sedang membeli kue juga karena memang itu adalah kue kesukaan Kak Aldi dan keluarga.
Laura langsung menghampiri Kak Aldi, dan menyapanya.
"Kakak..." Sapa Laura sambil tersenyum menyapa sang kakak yang sedang membeli kue.
Kak Aldi sangat terkejut melihat Laura ada dihadapannya, Kak Aldi langsung menghindari Laura.
"Kak, tolong dengarkan penjelasan aku dulu kak. Kak aku tidak mau kita seperti ini, kakak tolong dengarkan aku dulu" Ucap Laura sambil berjalan mengejar Kak Aldi.
Kak Aldi pun berhenti "Kakak sudah tidak bisa lagi maafkan kamu Laura, kamu sudah membuat kakak kecewa sekali" Jawab Aldi dengan nada marah.
"Kenapa kakak tidak pernah mau mendengarkan penjelasan aku? Kenapa begitu egoisnya kakak, kakak selalu saja benci sama aku padahal aku belum pernah menjelaskan saat keberadaan di Jogja waktu 1 bulan yang lalu" Ucap Laura sangat kesal kepada sang kakak karena tidak pernah memberikannya waktu sedikitpun untuk menjelaskan.
Kak Aldi pun terdiam.
"Kalau itu mau kakak untuk putus silaturahmi dengan aku, terserah! Aku akan pergi dari kehidupan kakak dan keluarga kakak, sekali lagi maafkan aku jika aku sudah membuat kakak kecewa. Padahal ini adalah hak aku untuk memilih akan hidup dengan siapa dan seperti apa, bukan seperti ini" Ujar Laura emosi sambil meninggalkan Kakaknya, Aldi.
Laura pun pergi kembali ke dalam mobil yang sudah Alif tunggu dari tadi.
Laura kembali ke dalam mobil dengan wajah yang sangat kusut, Laura masih merasa kesal kepada kakaknya.
"Sudah beli kue nya?" Tanya Alif.
Laura menganggukkan kepalanya.
"Yasudah kita pulang ya" Alif langsung kembali melanjutkan perjalanan menuju pulang.
...----------------...
Laura masih memikirkan sikap sang Kakaknya, yang benar-benar sangat membencinya. Laura benar-benar sangat terpuruk sekali dibenci oleh sang kakak yang selama ini sudah ia anggap sebagai orang tuanya sendiri.
Laura terdiam di sofa sambil meminum kopi, dan melamun terus. Alif melihat Laura yang melamun di sofa langsung menghampirinya.
__ADS_1
"Kamu kenapa wajahnya sedih banget?" Tanya Alif khawatir karena Laura terdiam dan melamun.
Laura terkejut karena Alif menoleh nya yang sedang melamun.
"Kamu kenapa, kamu sakit?" Tanya Alif kepada Laura dengan lembut.
"Tidak, aku hanya kepikiran kak Aldi. Tadi aku bertemu dia di toko kue mas" Jawab Laura kepada Aldi.
"Kak Aldi? terus kak Aldi sudah maafkan mu?" Tanya Alif terkejut.
Laura menggelengkan kepalanya dan langsung bersandar dipundak Alif lalu menangis.
Alif ikut bersedih dan merasa bersalah juga kepada Kak Aldi karena dirinya belum bisa menghadapi Kak Aldi.
"Besok aku kerumah Kak Aldi ya" Celetuk Alif.
"Mau apa mas?" Tanya Laura kepada Alif dan terbangun dari sandarannya.
"Aku harus selesaikan permasalahan ini, tidak mungkin kamu dan Kak Aldi akan seperti ini terus dong, Ra" Jawab Alif.
...****************...
Esok hari telah tiba, Laura sepertinya tidak bisa ikut pergi ke rumah sang kakak.
Laura tidak bisa datang kerumah Kak Aldi karena kondisi Nathalie belum membaik total, jadi Nathalie harus beristirahat sementara dirumah tidak dibolehkan untuk keluar rumah dulu.
"Mas, maaf ya jadi merepotkan. Maaf sekali aku tidak bisa ikut menemani kamu. Kamu siap bertemu Kak Aldi?" Tanya Laura sambil menyuapi makan anaknya.
"Tidak apa-apa, semua akan aku lakukan demi kamu Laura. Aku berharap Kak Aldi bisa membuka hatinya untuk memaafkan kita" Jawab Alif sambil merapikan bajunya untuk bersiap-siap akan pergi ke rumah Kak Aldi.
"Yasudah mas kamu hati-hati dijalan, ya" Ucap Laura sambil mencium tangan Alif.
Alif pun langsung mencium kening Laura dan mencium Nathan dan Nathalie yang sedang duduk dikursi.
Alif pun langsung berangkat menuju rumah Kak Aldi. Hati Alif sangat tidak tenang karena akan menemui sang kakak iparnya, Kak Aldi.
Alif bukan tidak berani menghadapi Kak Aldi, namun Alif takut membuat Kak Alif marah saat dirinya datang.
...----------------...
__ADS_1
Hampir 30 menit Alif sampailah didepan rumah Kak Aldi, Alif memarkirkan mobil nya depan Restoran.
Alif keluar lalu masuk ke rumah Kak Aldi.
Saat Alif sampai disana ternyata Kak Aldi sedang ada tamu, Alif pun di layani oleh Kak Dewi.
"Alif? Kamu kesini sama siapa?" Kak Dewi terkejut sekali karena Alif sudah datang kerumahnya tanpa kabar dulu.
Kak Dewi menyambut Alif dengan baik, namun Kak Dewi sedikit takut jika Kak Aldi melihat atau mendengarnya pasti akan marah sekali dengan kedatangan Alif kesini.
"Kamu mau apa kesini?" Tanya Kak Dewi bisik-bisik.
"Aku ingin ketemu Kak Aldi" Jawab Alif singkat.
Tiba-tiba Kak Dewi memanggil Aldi yang sedang menerima tamu, namun Kak Dewi pun memanggilnya dengan cara WhatsApp Kak Aldi bahwa diluar ada Alif.
"Kamu tunggu sebentar ya, Kak Aldi sedang ada tamu jadi Kakak whatsapp saja" Ucap Kak Dewi .
Beberapa menit kemudian ..
Aldi pun keluar dengan marah-marah karena merasa terganggu sekali meeting nya.
"Ada apa kamu kesini? Kamu sudah menganggu pekerjaan saya!!!" Ucap Alif emosi kepada Alif.
"Boleh kita bicara sebentar? Jangan dulu emosi kak, saya hanya ingin menjelaskan semuanya" Kata Alif dengan sopan.
"Baiklah, silahkan duduk" Ucap Aldi dan langsung duduk di teras rumah.
"Kak, aku sangat bersalah sekali kepada kakak. Aku bersalah karena telah meminta kembali bersama lagi dengan Laura. Aku hanya ingin memperbaiki hubungan ini bukan untuk mengulangi hal yang sama, kak. Mohon jangan benci kepada Laura" Ujar Alif menjelaskan.
"Saya kecewa kepada Laura karena telah menerima kamu lagi, Alif. Saya rasa dengan Danu Laura lebih cocok, Laura benar-benar merasa tidak lagi bersedih ketika dengan Danu. Kamu hanya bisa menyakitkan hati adik saya, kamu sudah berani berselingkuh" Ucapan Kak Aldi membuat Alif sangat terkejut sekali.
Karena Kak Aldi membawa-bawa nama Danu, Danu adalah pengacara Laura yang kemarin-kemarin akan membantunya namun tidak jadi karena persidangan dibatalkan.
Alif tidak lagi bisa berbicara karena hatinya merasa sangat sakit sekali, Alif tidak bisa menerima perkataan yang dilontarkan Kak Aldi.
Kak Aldi telah membandingkannya dengan Danu. Dalam fikiran Alif bahwa Danu ternyata selama ini benar-benar dekat dengan Laura dan keluarganya, selama dirinya dan Laura sempat Break.
"Baik, jika itu ingin Kak Aldi tidak apa-apa. Jika bagi Kak Aldi saya benar-benar tidak cocok dengan Laura, dan Danu lah yang paling baik, tidak apa-apa. Saya kesini hanya ingin meminta maaf kepada kakak, bukan untuk meminta dibanding-bandingkan kak. Kakak benar-benar tidak bisa menghargai saya, bagaimanapun saya ini masih menjadi suami Laura" Ucap Alif kecewa sekali kepada Kak Aldi yang sudah membandingkan nya dengan Danu.
__ADS_1
Alif langsung pergi tanpa pamit.
Alif sangat kecewa sekali karena dirinya sudah dibandingkan dengan Danu yang tidak ia kenal. Alif hanya bisa menahan rasa sakitnya, karena telah diperlakukan oleh kakak iparnya dengan tidak baik.