
Hari ini tepat Laura kembali pulang kerumah setelah menjalani perawatan karena drop selama 2 hari. Laura diantarkan oleh sang kakaknya, dan juga Danu yang selalu ikut mendampingi Laura.
"Aku bisa jalan sendiri Danu, tidak apa-apa" Ujar Laura kepada Danu yang mencoba menolong Laura dan sambil memegang tangan Laura.
Danu pun langsung melepaskan tangan Laura, Laura pun masuk sendiri kedalam mobil. Lalu Laura dan semuanya langsung berangkat menuju rumah.
Laura pun sudah merasa lega karena telat mendapatkan penanganan dari dokter, Laura sudah tidak pusing dan lemas lagi. Kini saatnya Laura menghirup udara segar lagi, dan akan mencoba menjaga lagi kesehatannya.
...----------------...
Beberapa menit kemudian ...
Sampailah dirumah saat Laura hendak turun dari mobil, Laura melihat ada Alif yang sedang duduk di teras rumah kak Aldi.
Aldi pun langsung menghampiri Alif dengan emosi.
"Kemana aja? Selama Laura sakit tidak ada simpatinya kamu Lif" Tanya Aldi kepada Alif dengan nada tinggi.
"Nanti saya bisa jelaskan, saya sekarang ingin bertemu Laura kak" Jawab Alif dengan mata sayup dan merasa bersalah sekali kepada Laura dan keluarga.
"Sudah, kak. Aku juga tidak mengharapkan dijenguk oleh Alif" Ucap Laura membuat Alif terdiam dan sangat bersedih.
Alif langsung menghadapi Laura dan sambil memegang tangan Laura untuk meminta maaf dan mengakui kesalahannya.
"Laura, dengarkan aku sebentar saja. Aku sayang sama kamu, aku juga menyesali perbuatan aku. Aku rasa kamu bisa memaafkan aku dan kita bisa kembali bersama-sama lagi" Ujar Alif yang mengakui kesalahannya sambil membujuk Laura dengan lembut.
"Kamu tahu tidak, aku sudah berusaha kuat untuk tetap mempertahankan rumah tangga kita, meski kamu sering sekali berubah dan tidak pernah lagi perhatian sama aku mas" Kata Laura langsung menangis tersedu-sedu dihadapan Alif sambil memukuli dada Alif berulang-ulang.
"Aku minta maaf Ra, aku hilaf" Jawab Alif spontan, membuat Laura semakin emosi.
"Kamu bilang hilaf? kamu keterlaluan mas" Laura langsung menampar Alif dengan kencang.
Laura sudah tidak lagi bisa menahan emosinya selama ini karena sangat geram sekali mengahadapi sikap suaminya.
"Maafkan aku ra, aku janji jika kamu berkenan memaafkan aku dan memberi kesempatan kedua kepadaku aku akan berubah" Ucap Alif ikut menangis juga dan langsung memeluk Laura dengan erat.
Tiba-tiba Nathan dan Nathalie memanggil Alif dan langsung berlari menghampiri Alif yang sedang memeluk Laura.
"Papa...... Papa...." teriak sang anak kembar.
__ADS_1
Alif pun langsung melepaskan pelukannya dan menoleh ke depan, ternyata kedua anaknya lah yang memanggilnya dan langsung memeluk Alif.
"Nathan Nathalie papa kangen sekali" Ujar Alif sambil mencium Nathan dan Nathalie.
Laura pun menangis melihat pemandangan tersebut, Laura tidak bisa lagi membendung tangisannya saat melihat sang anaknya tertawa dan bahagia sekali bertemu Alif.
Laura juga tidak bisa jika harus melepaskan salah satu anaknya untuk dibawa oleh Alif, bagi Laura itu tidak mungkin.
Laura pun langsung berlari menuju ke dalam rumah dan langsung masuk ke kamar.
Kak Dewi dan Kak Aldi pun langsung pergi menghampiri Laura. Sedangkan Danu masih saja terdiam diluar didekat Alif dan kedua anaknya.
Tiba-tiba Alif berdiri dan langsung berbicara kepada Danu.
"Anda siapa?" Tanya Alif.
"Saya Danu pengacara Laura" Jawab Danu sambil tersenyum.
"Awas ya jangan dekat-dekat dengan Laura, Laura masih istri saya. Anda tidak berhak untuk terus dekat-dekat dengan Laura, kecuali berkaitan dengan masalahnya untuk membantunya" Ucap Alif memperingati Danu dengan ketus.
1 jam berada dirumah Kak Aldi, Alif pun pamit pulang karena ia rasa sudah cukup terobati rindunya kepada anaknya.
Namun Laura pun tidak sama sekali keluar kamas untuk menemui Alif. Kak Aldi mengizinkan Alif untuk berada dirumahnya karena ada anaknya yang lebih berhak untuk bertemu dengan papanya, Alif.
Esok hari, saat sedang sarapan pagi Kak Aldi pun kembali bertanya soal persidangan yang sudah ditunda selama 3 hari itu.
"Laura, kenapa kamu belum melanjutkan persidangan ini?" Tanya Kak Aldi.
"Iya kenapa, padahal sekarang kamu sudah sehat sebaiknya kamu lanjutkan lagi" Sambung Kak Dewi.
"Kak aku bingung jika melanjutkan ini semua dan aku sampai bercerai dengan Alif, bagaimana nanti nasib anak ku melihat orang tuanya berpisah?" Ucap Laura kebingungan untuk melanjutkan permasalahannya.
"Ya ampun Laura, ini perceraian bukan ditinggalkan meninggal dunia. Kecuali Alif meninggal anak kamu tidak lagi bisa bertemu Alif, tapi ini kan pisah hidup Laura. Jadi anak kamu bisa bertemu dengan Alif kapanpun, di manapun" Sahut Kak Alif menasihati Laura.
"Apa mungkin mas Alif bisa berubah kak?" Tanya Laura.
"Tidak, kakak tidak percaya bahwa Alif akan berubah. Sekarang dia sedang membujuk kamu pun itu mungkin adalah rancangan dia Laura, mungkin dirinya sedang membela diri karena tidak ingin bercerai dengan kamu" Jawab kak Aldi emosi mendengar Laura yang begitu polos. Laura sangat tidak bisa berpikir jernih dengan masalahnya.
Laura hanya bisa terdiam dan langsung menghentikan makannya dan pergi ke kamar.
__ADS_1
Laura tidak ingin banyak berdebat dengan kakaknya, Laura sangat merasa sedih dan kebingungan menghadapi permasalahannya yang semakin rumit.
"Mas bagaimana ini, kita harus bantu Laura agar dirinya mau melanjutkan perceraiannya" Ujar Kak Dewi dengan khawatir kepada Laura untuk tidak melanjutkan persidangannya.
"Tenang dulu ya, nanti aku akan bicara kepada Danu" Jawab Aldi kepada istrinya.
...----------------...
Siang hari Laura sedang membantu para pekerja Restorannya untuk melayani tamu-tamu yang sedang makan di Restorannya.
Laura pun kembali lagi beraktivitas, Laura tidak ingin bersedih termenung dikamar terus. Laura rasa dengan caranya beraktivitas kembali dirinya akan sedikit mengobati rasa sedihnya.
"Alhamdulillah ramai terus pengunjung ke Restoran" Ucap Laura dalam hati.
Laura sangat bahagia sekali melihat usahanya yang semakin bertambah naik penghasilannya, dan Restorannya semakin berkembang maju.
Tiba-tiba Laura mendapatkan seorang tamu yang ternyata tamu itu adalah Alif, Alif kembali lagi datang kehadapan Laura.
Alif membawa bunga yang sangat bagus untuk Laura, Alif harap Laura berkenan untuk memaafkannya dan bisa kembali lagi ke kehidupannya Alif lagi.
Alif ingin sekali memperbaiki kesalahannya, merubah dirinya agar tidak lagi terus menyakiti Laura.
"Alif..." Laura terkejut melihat Alif datang lagi.
"Ini bunga untukmu" Alif menyodorkan bunga untuk Laura. Bunga yang dirangkai menjadi buket itu sangatlah indah.
"Mau apa kamu kesini lagi?" Tanya Laura. Laura langsung menanyakan kedatangannya Alif ke Restorannya untuk apa. Tanpa ia terima bunga yang diberikan oleh Alif.
"Aku ingin meminta maaf sekali lagi kepada kamu, Ra. Aku tidak ingin rumah tangga kita hancur dan aku ingin kita terus tetap bersama-sama. Aku ingin kita kembali lagi dan tidak jadi untuk bercerai, Laura. Aku mohon" Ucap Alif memohon kepada Laura sambil berlutut kepada Laura dan memegang kedua tangan Laura.
Ternyata dibalik jendela rumah, sang kakak melihat kedatangan Alif ke Restoran Laura untuk membujuk Laura.
Aldi harap Laura tidak menerimanya dan bisa menyelesaikannya dengan dewasa.
"Alif jangan berlutut gitu, jangan!! Apa-apaan sih" Laura malu karena Alif memohon kepadanya untuk kembali bersama lagi sambil berlutut dikakinya.
"Aku mohon Laura, aku ingin merubah semuanya" Alif terus memohon kepada Laura "Aku juga sudah cancel pengacara dan membatalkan persidangan kita" perkataan Alif sangat membuat Aldi yang sedang mendengarkan itu emosi.
Aldi emosi sekali kepada Alif telah membatalkan persidangannya. Laura juga membuat sang kakak emosi karena terlalu banyak diam, Laura juga terlalu banyak simpati kepada Alif.
__ADS_1
Padahal dirinya sudah banyak disakiti oleh suaminya tersebut, Laura tidak memikirkan perbuatan yang sudah dilakukan oleh suaminya kepada dirinya.
Namun Laura memberikan waktu dulu kepada Alif untuk memikirkan matang-matang permohonannya tersebut. Laura pun langsung melepaskan pegangan tangan dari Alif.