
Laura merasakan bahagia yang sesungguhnya karena dirinya dan Alif kini telah resmi bercerai. Laura bahagia karena dirinya akan merasakan tentram tanpa ada sakit hati dan batin lagi.
Laura juga bahagia karena anaknya Nathan, kini kembali lagi kepadanya.
Di rumah yang besar Laura hanya tinggal bersama anak semata wayangnya yaitu Nathan.
Tiba-tiba pagi-pagi Rahma sahabatnya datang kerumah Laura, menanyakan kabar rumah tangganya. Karena sahabatnya mendengar dari mulut ke mulut bahwa Laura dan Alif telah bercerai.
Laura pun bahagia sekali kedatangan sahabatnya yang masih bertahan sampai saat ini, yaitu Rahma.
Laura langsung memeluk Rahma setelah membuka pintu rumahnya.
"Rahma...." Ucap Laura sambil menangis memeluk Rahma.
"Laura, ada apa lagi dengan kamu? Dengan keluarga kamu" Tanya Rahma sambil mengelus-elus rambut Laura dan memeluk Laura.
Laura melepaskan pelukannya dan langsung menyuruh Rahma duduk di kursi.
"Aku sudah kehilangan anak ku Nathalie, dia meninggal karena tidak bisa lagi bertahan dengan penyakitnya yang parah. Aku juga bercerai dengan Alif" Jawab Laura menangis tersedu-sedu menjelaskan apa yang terjadi kepada sahabatnya.
"Aku benar-benar baru tahu jika Nathalie meninggal dunia, aku minta maaf ya kemarin disaat kamu terpuruk kehilangan anak kamu aku tidak ada di samping kamu, Laura. Aku saja ini baru pulang dari Jepang" Ucap Rahma memegang tangan Laura menguatkan Laura.
"Tidak apa-apa. Aku bercerai dengan Alif karena Alif menuduh ku berselingkuh dengan Danu" Ujar Laura sambil mengusap air mata yang ada diwajahnya.
"Danu?" Tanya Rahma.
"Iya , dia adalah pengacara ku. Disaat aku break dengan Alif saat itu aku kenal dengan Danu, Danu menolongku anak ku Nathan yang hilang di taman. Dari situ kamu kenal, tapi kamu kenal hanya sebatas teman biasa. Bahkan Danu hanya sebatas pengacara ku" Jawab Laura menjelaskan.
"Aku paham, Laura. Lalu Alif meminta cerai?" Tanya Rahma yang masih bertanya-tanya.
"Iya, Alif tidak mempercayai pernyataan aku. Dia benar-benar menyalahkan aku, padahal ini semua tidak fakta" Jawab Laura menangis lagi "Alif meminta cerai, dan melanjutkannya dipersidangan".
"Kamu yang sabar ya, aku hanya bisa mendoakan yang terbaik. Jangan pernah putus asa, dengan bercerai mungkin bisa membuat hidup kamu lebih baik lagi dan bahagia. Kamu harus membuka lembaran baru Laura" Kata Rahma mensupport Laura dan langsung memeluk Laura.
"Terimakasih ya, Rahma. Sudah menyempatkan waktu kesini untuk melihat keadaan aku, dan sudah mau mendengarkan cerita ku" Ucap Laura memeluk Rahma .
...----------------...
__ADS_1
Sore hari Laura pergi ke mall bersama Nathan, Laura ingin menghabiskan waktunya bersama Nathan.
Dengan menghabiskan waktu dengan Nathan, Laura bisa menghilangkan rasa sedihnya juga. Tetapi Laura harap dirinya sudah bisa menerima kehilangan Nathalie dan suaminya.
Laura menemani Nathan bermain dan makan-makan, Laura bahagia sekali melihat anak semata wayangnya itu tertawa bahagia.
Saat Laura berjalan di mall, Laura tidak senghaja melihat Alif dan Aulia di tangga eskalator.
Laura terkejut melihat Alif berada di mall bersama Aulia, Laura tidak menyangka ternyata Alif mendekati Aulia kembali. Laura sangat sedih melihat sahabatnya yang benar-benar tidak tahu malu.
Laura langsung balik arah menuju jalan yang lain, Laura tidak ingin melihat Alif dan Aulia.
Yang Laura lihat, Aulia dan Alif pergi makan-makan di mall. Alif memegang tangan Aulia dengan erat sekali, dan sambil tertawa-tawa bahagia.
"kenapa kamu cepat sekali melupakan aku, mas.m" ucap Laura dalam hatinya.
Laura menahan air matanya karena Laura tidak ingin Nathan melihat bahwa dirinya sedang terluka.
Laura kembali lagi mengingatkan masa-masa dirinya harmonis bersama Alif, Laura sangat sedih sekali kini mantan suaminya digandeng oleh sahabatnya sendiri.
"Mama kenapa?" Tanya Nathan melihat Laura mata nya berkaca-kaca.
Saat Laura sedang makan bersama Nathan, ternyata Aulia memang melihat keberadaan Laura dengan Nathan di mall.
Aulia bahagia sekali karena telah membuat Laura cemburu lagi, dan kini dirinya sudah bebas untuk mendapatkan Alif sepenuhnya.
...****************...
Saat Laura akan hendak tidur pun Laura masih kepikiran kejadian di mall tadi, saat dimana dirinya melihat mantan suaminya bermesraan dengan sahabatnya sendiri.
Laura tiba-tiba mendapatkan WhatsApp dari Danu.
Dalam chatnya Danu menyuruh Laura untuk keluar laku melihat ke bawah lantai kamarnya.
Laura merasa aneh dan sedikit tidak percaya, takut Danu bercanda..
Laura pun langsung pergi ke luar kamarnya dan melihat kebawah lantai, ternyata ada suprise dari Danu. Danu datang ke rumah Laura membawa bunga dan kue ulang tahun.
__ADS_1
Ternyata hari ini adalah hari ulang tahun Laura yang ke 25 tahun. Laura bahagia sekali melihat Danu yang datang memberikan suprise kepadanya, Laura juga tidak menyangka bahwa ternyata masih ada yang ingat hari ulang tahunnya.
"Laura, ayo turun" Ucap Danu memanggil Laura dan menyuruh Laura turun.
Laura pun langsung turun menghampiri Danu, dengan mengenakan piyama.
"Selamat ulang tahun ibu yang hebat, ibu yang tangguh"
Ucapan dari Danu untuk Laura.
"Kamu kok tahu hari ulang tahun ku?" Tanya Laura sangat terkejut sekali. Dan Laura pun meniup lilin kue ulang tahun tersebut.
"Kamu tidak usah pikirkan darimana aku tahu tanggal lahir mu, yang penting sekarang aku bisa membuat kamu kembali tersenyum dan bahagia lagi Laura. Aku tidak ingin melihat kamu terpuruk lagi" Jawab Danu dengan sangat tulus sekali memberikan perhatian kepada Laura.
Beberapa menit kemudian ..
Laura dan Danu pun langsung duduk di kursi teras rumahnya, Laura memberikan secangkir kopi untuk Danu.
"Kamu sudah terlalu baik sekali untuk aku, aku tidak tahu membalas kebaikannya dengan apa" Sahut Laura.
"Laura, kebaikan yang aku kasih ini bukan untuk di balasbudi kan. Aku ikhlas, yang terpenting sekarang kamu harus bahagia lagi tidak boleh bersedih lagi" Jawab Danu.
Tiba-tiba Danu memegang tangan Laura saat ditengah-tengah percakapan. Laura terkejut sekali.
"Laura, aku harap setelah kamu habis idah kamu bisa menerima aku untuk jadi bagian hidup kamu. Aku tidak bisa jauh dari kamu, Laura. Aku siap membahagiakan kamu" Ucap Danu mengungkapkan perasaannya kepada Laura, karena dirinya memang benar-benar menyukai Laura dan mencintai Laura.
Laura hanya terdiam dan langsung melepaskan pegangan tangan dari Danu.
"Nu, aku bukan menolak. Namun rasanya untuk secepat itu menikah lagi, aku tidak sanggup jika harus secepatnya. Aku juga ingin menikmati masa sendirinya aku dulu, aku juga ingin sekali beraktivitas kembali menyelesaikan usaha ku dan pendidikan ku lagi" Jawab Laura dengan haru.
Laura bukan tidak ingin menolak Danu, karena Laura pun merasakan kenyamanan dengan keberadaan Danu.
Namun jika harus secepatnya Laura tidak bisa menikah lagi, karena Laura masih trauma dan Laura juga masih ingin menikmati masa-masa sendirinya.
"Tidak apa-apa jika kamu belum siap, aku juga memakluminya Laura. Yang terpenting kamu harus melupakan kesedihan kamu dan buka lembaran baru Laura" Kata Danu yang hatinya merasa kecewa karena Laura tidak bisa menerimanya untuk saat ini.
Namun Danu tidak ingin memaksa Laura, Danu tidak mau membuat Laura menangis dan bersedih.
__ADS_1
Laura dan Danu pun menikmati secangkir kopi dan kue ulang tahun yang Danu bawa untuk ulang tahun Laura.