Cinta Rahasia Dalam Pernikahan

Cinta Rahasia Dalam Pernikahan
KESEMPATAN KEDUA


__ADS_3

Hari ini Laura akan pergi ke Jogjakarta karena akan melaksanakan meeting bersama kliennya yang ingin mengajak Laura untuk bisnis bersama.


Laura bahagia sekali karena nama Restorannya semakin booming dan berjaya. Laura harap kedepannya usahanya semakin bertambah maju dan bertambah sukses.


Laura packing semua barang-barang yang akan ia bawa, karena Laura akan lama disana sekitar 1 mingguan. Sebenarnya Laura tidak ingin harus meninggalkan kedua anaknya, namun ini adalah soal pekerjaan dan semuanya Laura lakukan demi anaknya juga, demi masa depan anaknya juga.


"Kamu hati-hati disana ya, Ra" Ujar Kak Aldi.


"Iya kak, aku titip Nathan dan Nathalie ya" Jawab Laura sambil packing perlengkapannya.


"Mama mau kemana?" Tanya Nathan kepada Laura sembari nada bersedih.


"Sayang, kamu disini sama papahnya kakak raja sama mamanya kakak raja ya. Mama mau pergi bekerja dulu, kamu baik-baik disini ya jangan bandel" Ucap Laura kepada kedua anaknya lalu mencium dan memeluk anaknya dengan erat.


"Kamu bawa mobil sendiri?" Tanya Kak Aldi.


"Iya kak, mau sama siapa lagi kan" Jawab Laura sambil mengangkat kopernya ke dalam mobilnya.


"Yasudah kamu hati-hati dijalan ya, jaga diri di Jogja" Kata Kak Aldi, Laura pun langsung cium tangan kepada Kak Aldi dan Kak Dewi.


Laura pun segera berangkat, karena Laura mengejar waktunya.


Nathan dan Nathalie melambaikan tangannya kepada sang mama yang akan pergi ke luar kota.


...----------------...


Selama diperjalanan Laura mendengarkan musik yang ia sukai, karena rasanya ia badmood sekali sendirian di mobil tidak ada teman mengobrol.


Beberapa menit kemudian Danu menelepon Laura. Laura langsung mengangkat telepon dari Danu, pengacara Laura.


"Hallo nu, ada apa?" Tanya Laura mengenakan earphone karena sambil menyetir mobil.


"Hallo Ra, kamu dimana?" Tanya Danu.


"Aku lagi di jalan aku mau ke Jogja, karena ada keperluan meeting bersama klien disana" Jawab Laura.


"Kamu sendiri?" Tanya Danu terkejut mendengar Laura akan ke Jogja.


"Iya nu, kenapa memangnya kalau aku sendiri?" Tanya Laura.


"Kalau kemana-mana bawa teman, jangan ke luar kota sendirian. Gimana kalau kamu ngantuk? Tidak ada yang bisa menggantikan nyetir nya kan?" Ujar Danu, Danu merasa khawatir karena Laura pergi keluar kota sendirian.


Laura hanya terdiam.


"Kamu sekarang masih di mana?" Tanya Danu


"Sekarang aku baru sampai jalan tol Bandung, lagian baru saja aku berangkatnya" Jawab Laura memberitahukan keberadaannya.


"Aku antar ya, sekarang aku susul kamu. Apalagi perempuan masa ke luar kota sendirian" Ucap Danu langsung bergegas untuk menyusul Laura.


Danu sangat perhatian sekali kepada Laura, karena Danu rasa entah kenapa dekat dengan Laura dirinya nyaman sekali. Laura juga adalah wanita yang mandiri, tidak pernah bergantung kepada orang lain.


Itulah kenapa Danu menyukai Laura, karena Laura adalah wanita mandiri dan tangguh.


20 menit kemudian .....

__ADS_1


Laura pun sudah bertemu dengan Danu, Danu diantarkan oleh saudaranya untuk ke jalan tol menemui Laura. Lalu Danu pun langsung menggantikan Laura menyetir mobil.


"Padahal ngerepotin tau" Ucap Laura sangat malu sekali kepada Danu karena telah banyak sekali direpotkan.


"Kamu jangan punya pikiran kesitu, Ra. Daripada kamu nanti kenapa-kenapa menyetir mobil sendirian, mending aku antar sampai kamu ke Jogja" Kata Danu sambil tersenyum.


"Terimakasih banyak ya, nu. Kamu selalu baik sama aku, kamu tidak pernah sedikitpun merasa direpotkan" Ujar Laura sangat banyak terimakasih kepada Danu.


Hampir 8 jam perjalanan menuju Jogja.


Malam pun tiba, akhirnya perjalanan Danu dan Laura pun sampai ke Jogja. Karena macet diperjalanan jadi sampai ke Jogja larut malam sekali.


Laura pun memesan hotel untuk dirinya istirahat, lalu Danu pun memesan untuk dirinya juga. Setelah mendapatkan kunci Hotel Laura pun langsung beristirahat.


...****************...


Pagi hari sudah menunjukkan pukul 07:00 pagi, Laura belum terbangun juga dari tidurnya. Laura pun dibangunkan oleh Danu, Danu mengetuk pintu kamar hotelnya namun Laura tetap saja tidak bangun.


"tok...tok...tok..." Danu mengetuk pintu kamar hotel Laura.


"Laura bangun, sudah siang" Ucap Danu yang terus memanggil dan mengetuk pintu kamar hotel Laura. Karena Danu tahu bahwa dirinya akan pergi menemui kliennya.


Tiba-tiba Laura pun terbangun dari tidurnya setelah mendengar Danu memanggilnya, dan mengetuk pintu kamar hotelnya.


"Iya aku sudah bangun" Ucap Laura yang sudah membuka matanya dan langsung terbangun.


Danu pun langsung pergi ke kamar hotelnya karena sudah mendengar Laura terbangun.


Laura pun terburu-buru untuk mandi dan bersiap-siap untuk bertemu klien jam 8, karena Laura sudah berjanji untuk menemui klien jam 8 di Restora hotel yang sudah disiapkan oleh kliennya.


Laura pun langsung pergi menuju kliennya, Laura langsung menghampiri kliennya yang sudah duduk di kursi Restoran.


"Hai permisi, pak. Dengan bapak Nugraha?" Sapa Laura.


"Hai, iya betul saya Nugraha. Silahkan duduk" Jawab Pak Nugraha mempersilahkan Laura untuk duduk.


"Sebelumnya mohon maaf sekali, Bu Laura. Sebenarnya saya bukan bos yang memegang Restoran disini, namun sebenarnya saya hanya perantara saja untuk mengundang anda mengajak bisnis disini" Ujar Pak Nugraha menjelaskan bahwa dirinya hanya perantara dari bosnya.


"Lalu saya akan bertemu dengan siapa? Saya berbisnis dengan siapa?" Tanya Laura sangat kebingungan sekali.


"Sebentar lagi bos saya sampai kesini, Bu. Sabar dulu ya" Jawab Pak Nugraha menenangkan Laura.


Laura merasa kebingungan dan aneh dengan kliennya, kenapa yang meneleponnya waktu minggu lalu ketika akan mengajaknya untuk berbisnis itu adalah Pak Nugraha.


Tapi sekarang saat waktunya tiba Pak Nugraha bilang bahwa pemilik Restoran tersebut bukanlah miliknya namun bosnya dan dirinya adalah perantara dari bosnya.


Tiba-tiba datanglah seroang laki-laki yang memakai jas hitam dan kacamata hitam itu mendekati kursi yang di tempati oleh Laura dan Pak Nugraha.


Ternyata laki-laki itu adalah Alif, Laura benar-benar tidak menyangka kenapa Alif tidak bilang kepadanya bahwa dirinya yang akan mengajaknya berbisnis.


Pantas saja Alif memakai perantara, ternyata Alif hanya ingin menjebak Laura agar Laura mau menemui Alif lagi.


Ternyata pertemuan ini adalah bukanlah membahas bisnis, namun Alif senghaja untuk mencari jalan untuk bisa membuat Laura mau untuk bertemu dengannya dan memaafkannya.


"Alif? Maksud kamu apaan ini?" Tanya Laura terkejut saat yang datang adalah Alif.

__ADS_1


Alif berpura-pura menjadi orang lain untuk mengajaknya berbisnis di Jogja, ternyata Alif hanya ingin menjebak Laura untuk bisa kembali lagi kepadanya.


Alif rasa dengan membujuk Laura dihadapan Kakaknya itu tidak mudah, selalu saja menghalanginya.


"Laura, jangan salah paham dulu ya. Aku berbuat seperti ini, berbohong kepada kamu demi kebaikan rumah tangga kita" Ucap Alif menjelaskannya.


"Laura, aku mohon sebesar-besarnya kamu untuk memaafkan aku dan mau lagi memberikan kesempatan kedua untuk aku lagi. Aku janji tidak akan mengulanginya lagi" Alif langsung memeluk Laura dengan erat.


Laura melepaskan pelukannya.


"Aku sudah capek-capek kesini, dari Bandung ke Jogja bukanlah waktu yang sebentar Lif. Aku bela-belain meninggalkan Nathan dan Nathalie, aku kira benar kepergian aku ke Jogja akan mendapatkan bisnis baru. Ternyata tidak, ini sebuah jebakan" Laura marah kepada Alif karena Alif sudah menjebaknya.


"Laura, memang banyak tempat yang luas di Bandung untuk kita bicarakan semuanya. Namun rasanya aku ingin menikmati waktu berdua lagi disini bersama kamu, aku ingin kamu mau kembali lagi kepadaku Ra. Aku sayang sama kamu, aku tidak akan berbuat kesalahan lagi" Alif berjongkok dan berlutut dihadapan Laura memohon agar Laura memaafkannya dan menerimanya untuk kembali lagi.


Tiba-tiba saat Danu akan memesan kopi ke Restoran tersebut, Danu melihat Laura sedang bersama Alif. Danu terkejut ternyata disana ada Alif.


Sudah ada kesalahpahaman lagi, Danu yang menyangka bahwa Laura pergi ke Jogja bukan untuk meeting, namun bertemu dengan Alif suaminya.


Di sana saat Danu melihat Laura dan Alif sedang bertatapan, Danu sangat kecewa lagi karena Laura sudah menerima Alif lagi. Padahal Alif sudah banyak menyakitinya.


Laura pun langsung mengangkat kan tubuh Alif untuk berdiri kembali.


"Mas, kamu tidak perlu bersujud. Aku ingin menerima kamu lagi, asalkan kamu tidak mengulanginya lagi. Kamu tinggalkan Aulia, dan fokus kepada keluarga terutama Nathan dan Nathalie" Ujar Laura sangat membuat Alif bahagia sekali lalu Alif memeluk Laura dengan sangat erat.


"Kamu serius terima aku lagi? Aku akan menjaga hubungan kita dengan baik lagi" Alif langsung memeluk Laura dengan erat sekali.


Danu yang melihatnya dari tadi langsung pergi menuju hotel, Danu tidak menyangka bahwa dirinya telah dibohongi oleh Laura.


...----------------...


Ketika Laura sudah menikmati waktu dengan Alif, makan bersama, ngobrol bareng di sekeliling hotel yang berada di Jogja, Laura pun meminta pamit untuk pergi ke kamar hotelnya.


Laura pergi ke hotel dan menemui Danu yang sudah mengantarnya ke Jogja.


Laura mencari-cari Danu namun tidak ada, Laura pun melihat ternyata Danu ada di pinggir kolam renang yang berada di bawah hotel.


Laura pun langsung menghampiri Danu, sambil membawa minum untuk Danu.


"Kamu ternyata disini, aku cari-cari ternyata disini" Ujar Laura langsung duduk di kursi dekat Danu.


Danu hanya terdiam, dan raut wajahnya sangat kesal sekali dan termenung seperti ada masalah yang menimpanya.


"Kamu sakit, nu?" Tanya Laura sejenak terdiam melihat sikap Danu yang berbeda sekali.


"Aku boleh bicara sama kamu?" Tiba-tiba Danu menanya.


Laura menganggukkan kepalanya.


"Kamu beneran meeting atau bermesraan?" Tanya Danu kepada Laura dengan nada tinggi. Danu sangat kecewa sekali dengan Laura.


Laura hanya terdiam, karena tidak bisa menjelaskannya bahwa dirinya sudah bertemu dengan Alif.


"Bertemu dengan Alif kan? Lalu bermesraan lagi dengan suami kamu itu kan? Suami kamu yang akan kamu ceraikan, yang kamu akan buang layaknya sampah, namun kini kamu rangkul kembali suamimu yang sudah membuat kamu kecewa dan sakit hati" Ucap Danu yang sudah tidak bisa lagi memendam rasa kesalnya kepada Laura.


"Aku bisa jelaskan, nu. Ini tidak seperti yang kamu pikirkan" Ucap Laura dengan nada lesu merasa salah dan tidak bisa lagi berbicara apapun.

__ADS_1


Danu langsung pergi meninggalkan Laura. Laura langsung menangis karena Danu tidak bisa mendengarkan ceritanya dulu.


__ADS_2