Cinta Rahasia Dalam Pernikahan

Cinta Rahasia Dalam Pernikahan
PENGACARA TERBAIK


__ADS_3

Sudah hampir 1 Minggu Alif dan Laura Break, Laura dan anaknya pun masih tinggal dirumah sang kakak.


Laura rasa dengan mengambil keputusan untuk berpisah dengan Alif bisa menjadikannya lebih tenang, dan pasti bisa menemukan kebahagiaan selain bertahan dengannya.


Karena dengan bertahan dengan Alif Laura tak tahan lagi untuk mengahadapi sikap Alif yang sudah berubah drastis, berubah dengan adanya sering berbohong dan berkhianat berani untuk masuk ke dunia perselingkuhan.


Laura juga terus menikmati kehidupannya untuk menjadi seorang ibu yang tegar dan sabar, menghadapi masalah yang bertubi-tubi datang di kehidupannya.


Laura juga terus berusaha membahagiakan sang anak-anaknya semampunya, membahagiakan dirinya dengan cara membuat anaknya bahagia juga.


Karena bagi Laura, dengan anaknya bahagia ia pun akan ikut bahagia juga.


...----------------...


Siang hari Laura pergi ke taman membawa anak-anaknya untuk bermain, Laura bahagia sekali melihat Nathan dan Nathalie tertawa bahagia.


Laura pun langsung duduk dikursi taman sembari melihat anak kembarnya bermain. Laura merasa sangat sejuk sekali hatinya melihat kedua anaknya berbahagia walaupun sederhana.


Beberapa menit kemudian ketika Laura tak memperhatikan anaknya karena sedang melihat handphone, ternyata Nathan hilang.


Sedangkan Nathalie berada di taman masih bermain Laura pun langsung terkejut sekali ketika Nathan hilang tidak ada didekat adiknya.


"Ya ampun Nathan kemana ya kok gak ada" Laura kaget sekali dan langsung menghampiri Nathalie.


"Nak, kakakmu kemana?" Tanya lembut Laura kepada Nathalie.


Nathalie hanya menggelengkan kepalanya karena ia tidak merasa melihat Nathan, Laura pun susah sekali berinteraksi dengan anak kecil seusia Nathalie ketika sedang kebingungan seperti itu.


Laura langsung menggendong Nathalie, lalu mencari Nathan di sekeliling taman.


"Nathan, kamu dimana?" Ujar Laura berteriak.


"Nathan, ayo dong nak ketemu. Kamu dimana, mama khawatir nak" Laura panik sekali mencari Nathan. Laura merasa dirinya sudah ceroboh sekali tak teliti menjaga anaknya.


Tiba-tiba ada seorang pria datang memanggil Laura dibelakangnya.


"Hei, cari Nathan ?" Sapa seorang pria yang menyapa Laura dari belakang.


Laura pun membalikkan badannya melihat ke belakang.


Ternyata Nathan digendong oleh seorang pria berbadan tinggi, mengenakan jas silver, dan mengenakan kacamata hitam. Pria itu tapi sekali saat membawa Nathan kepada Laura.


"Kenapa anak saya bisa ada di kamu?" Tanya Laura panik, Laura takut laki-laki itu adalah penjahat.


"Jangan panik, saya orang baik. Saya menemukan Nathan di toilet dekat taman, kebetulan saya sedang lewat juga dan ketemu Nathan ya saya langsung gendong untuk mencari ibunya" Jawab pria tersebut menjelaskannya sambil menurunkan Nathan.


"Terimakasih ya sudah antar Nathan kesini, untung saja saya masih ada disini" Laura berterimakasih banyak kepada pria tersebut karena sudah membawa Nathan kembali.


Laura pun langsung memeluk Nathan.


"Maafkan mama ya sayang sudah teledor menjaga kamu, untuk ada om yang baik sudah menolong kamu" ujar Laura memeluk Nathan.


"Ya sudah saya pulang dulu ya, sekali lagi saya ucapkan terimakasih sekali sudah tolong Nathan" ucap Laura tersenyum.

__ADS_1


"Saya antar ya, sudah mendung cuacanya takut hujan" Kata pria tersebut menawarkan dirinya untuk mengantarkan Laura dan anaknya.


"Tidak usah saya bisa jalan kaki, dekat kok" Laura menolak ajakan pria yang sudah menolong Nathan.


"Ayo Nathan Nathalie, om antar pulang ya" Pria tersebut langsung mengajak Nathan dan Nathalie untuk masuk ke mobilnya. Laura pun tidak bisa menolak lagi jika pria tersebut memaksa.


Saat diperjalanan celetuk saja Danu memperkenalkan dirinya kepada Laura.


"Nama saya Danu, kamu siapa?" Tanya pria tersebut yang memperkenalkan dirinya ternyata namanya adalah Danu.


"Aku Laura" jawab singkat Laura sambil tersenyum.


"Nama yang bagus, ngomong-ngomong rumahnya dimana?" Tanya Danu.


"Restoran yang di permai itu, tahu gak? jalur pabrik itu" jawab Laura memberitahu jalur rumahnya.


Beberapa menit kemudian ...


Sampailah Danu dan Laura dirumah sang kakak. Laura berhenti didepan Restoran miliknya.


"Mau ke Restoran dulu?" Tanya Danu sambil menurunkan kedua anak Laura.


Laura cengengesan "Tidak, jika kamu mau mampir silahkan" ujar Laura.


"Tidak deh, aku buru-buru. Rumah nya mana?" Alif masih heran dengan Laura berhenti didepan Restoran namun tak tahu dimana rumahnya.


"Jadi gini, ini itu Restoran udah plus ada tempat tinggalnya juga. Dan ini adalah rumah peninggalan ayah dan ibu saya, saat mereka meninggal dunia rumah nya diisi oleh kakak saya dan istrinya. Saya hanya ikut menginap saja" Laura menjelaskan kepada Danu.


"Oh begitu, ternyata kamu pengusaha juga ya? Hebat" Danu memuji Laura sambil tersenyum.


Danu pun segera pulang kembali menuju rumahnya, selama diperjalanan Danu terus memikirkan Laura.


Danu melihat di mata Laura seperti ada begitu banyak kesedihan, mata Laura pucat sekali. Tapi entahlah, Danu hanya menembaknya saja.


...****************...


"Sayang, mama pergi belanja dulu ya. Kamu disini dulu sama Mbak ayu ya" Ucap Laura kepada kedua anaknya. Laura pergi belanja karena susu untuk anaknya sudah habis, popok anaknya juga, maka Laura segera bergegas pergi berbelanja.


Saat akan masuk ke dalam minimarket Laura melihat ada seorang ibu yang sedang kesulitan membawa barang-barang belanjaannya, Laura pun segera membantu ibu tersebut.


"Saya bantu ya, Bu" Ucap Laura langsung membantu si ibu yang sedang kesulitan itu.


"Terimakasih, Nak. Banyak sekali belanjaan ibu ini jadi tidak bisa ibu pegang semuanya, barusan anak ibu pergi dulu ke toilet" Kata ibu yang di tolong oleh Laura.


"Yasudah, saya tunggu disini ya sebelum anak ibu datang. Nanti belanjaan ibu jatuh semua lagi" Ujar Laura ramah sekali.


"Baik banget sih kamu, Nak" Kata sang ibu memuji Laura.


Tiba-tiba datanglah anak si ibu yang ditolong oleh Laura. Laura tak menyangka ternyata anak ibu tersebut adalah Danu, Danu yang kemarin Laura kenal saat di taman.


"Laura?" Danu terkejut karena ada Laura di dekat ibunya.


"Danu?" Laura juga sangat terkejut sekali.

__ADS_1


"Kalian sudah saling kenal ya" Kata sang ibu "Danu anak ini sudah bantu belanjaan ibu yang terjatuh, barusan ibu repot sekali memegang ini semua terus terjatuh. Untungnya ada anak ini" Ibunya memberitahukan Danu bahwa Laura sudah menolongnya.


"Dia Laura Bu, teman ku" Danu memperkenalkan Laura kepada ibunya.


"Nama saya Laura Bu" Laura memperkenalkan dirinya.


"Kamu disini mau ngapain?" Tanya Danu.


"Aku mau belanja" jawab Laura.


"Yasudah kamu temani dia, untuk membalas kebaikannya sebaiknya kamu temani dia. Ibu sama supir saja pulangnya, sebentar ibu telepon" ujar sang ibu.


"Tidak Bu, jangan. Masa ibu kesini sama Danu pulang sama supir, jangan Bu. Saya belanja sendiri saja" Laura merasa tidak enak sekali ibunya menawarkan Danu untuk menemaninya.


"Tidak apa-apa, dekat ini kok jadi tidak lama ibu menunggu supir" Ucap sang ibu.


...----------------...


Laura dan Danu pun masuk ke dalam Minimarket tersebut, Danu menemani Laura berbelanja kebutuhan anaknya Laura.


Selang beberapa menit Danu mengajak Laura untuk makan siang di Cafe dekat Minimarket.


Laura dan Danu pun pergi ke Cafe. Saat di Cafe, Laura hanya melamun saja. Membuat Danu bertanya-tanya.


"Kamu kenapa? Sakit?" Tanya Danu.


"Aku baik-baik saja kok" Jawab Laura tersenyum.


"Dari kemarin wajah kamu pucat sekali, ada masalah?" Tanya Danu semakin ingin tahu keadaan Laura.


Tiba-tiba Laura menangis tak kuat lagi menahan air mata yang ia pendam.


"Ceritakan lah" Kata Danu sambil memberikan Laura tissue.


"Aku sedang dalam masalah besar dalam rumah tangga ku, aku bingung harus bagaimana. Sedangkan persidangan sudah didepan mata tapi aku belum menyiapkan semuanya" Ucap Laura sambil menangis.


"Persidangan?" Tanya Danu terkejut "Memangnya ada masalah seperti apa sampai menuju persidangan?"


"Suamiku selingkuh dengan sahabatku sendiri. Aku rasa aku harus cerai dengannya, dan aku ingin semuanya selesai di persidangan. Agar semuanya tahu bahwa Alif suamiku sudah berselingkuh" Jawab Laura menjelaskannya.


Danu hanya bisa terdiam memikirkan nasib Laura, dan terus mendengarkan cerita Laura.


"Kamu yang sabar ya, ada yang bisa aku bantu?" Kata Danu menawarkan dirinya.


"Tidak usah" Jawab singkat Laura.


"Aku adalah pengacara, Ra. Aku jujur, aku adalah pengacara. Jika berkenan, kamu bisa melibatkan aku di persidangan kamu nanti" Ucap Danu mengungkapkan bahwa dirinya adalah seorang pengacara.


Laura sangat terkejut sekali karena ternyata ia sudah berkenalan dengan seorang pengacara. Di sana Laura sangat minder sekali kepada Danu.


"Kamu pengacara?" Tanya Laura sangat terkejut sekali.


"Iya, aku akan membantu kamu jika kamu izinkan. Aku rasa kamu harus membutuhkan pengacara untuk menyelesaikan permasalahan ini. Kamu tidak boleh main-main berhadapan dengan hukum" Jawab Danu.

__ADS_1


Danu sangat kasihan sekali melihat keadaan Laura seperti itu. Laura sangat terpuruk sekali dengan masalahnya yang belum selesai.


Laura pun akan dibantu oleh Danu untuk menyelesaikan permasalahannya dengan suaminya Alif. Laura harap Danu akan bisa membantu Laura dengan sebaik-baiknya.


__ADS_2