
Nathan Nathalie adalah seorang anak yang paling ceria sekali, dan tidak rewel seperti anak-anak lainnya. Laura bahagia sekali memiliki anak yang tampan dan cantik itu, mereka berdua selalu membuat Laura kembali ceria ketika Laura sedang bersedih.
Laura berterimakasih banyak untuk Mbak Ayu yang sudah mau ikhlas dan sabar bekerja menjadi baby sitter dirumah Laura.
Entah bagaimana jika Laura tak memiliki pengasuh mungkin Laura sudah sering drop jatuh sakit. Sekarang pun Laura rasanya sakit sekali kepala dan badannya karena merasa sangat kelelahan sekali.
Hari ini Laura sedang menyiapkan makanan untuk makan siang. Laura juga tidak kemana-mana, karena Laura merasa badannya sakit sekali dan lemas.
"Mama aku mau makan" Ucap Nathan sang anak yang meminta makan kepada Laura. Laura yang sedang memasak langsung memberikan anak-anaknya makan.
"Mama sakit?" Tanya si cantik Nathalie yang mendekati Mama nya yang terlihat pucat sekali.
Laura berjongkok lalu memeluk Nathalie "Mama hanya tidak enak badan saja sayang, kamu makan dulu ya sama kakak kamu" jawab Laura sambil tersenyum.
Nathalie dan Nathan pun menikmati makanan yang Laura buat, Laura bersyukur sekali karena anak-anaknya baik sekali. Ketika dirinya sedang sakit ataupun sibuk anak-anaknya selalu mengerti.
...----------------...
Malam hari tepat pukul sepuluh malam Laura terbangun dari tidurnya, Laura merasa haus sekali. Lalu Laura ke dapur untuk mengambil minum.
Saat Laura ingin mengambil minum, entah kenapa tiba-tiba Laura menjatuhkan gelas yang berisi air minum. Gelas nya pecah dan menggores tangan Laura ketika Laura ingin membereskan pecahan gelas tersebut.
"Aduh" Laura kesakitan jarinya tergores oleh pecahan gelas.
Laura tidak enak sekali perasaannya, entah kenapa tiba-tiba dada Laura pun sakit sekali dan langsung kepikiran suaminya.
Beberapa menit kemudian ...
Ada yang menelepon kepada Laura, ternyata suaminya. Laura langsung mengangkat telepon tersebut.
Ketika diangkat entah kenapa yang berbicara bukanlah Alif, tetapi Akbar teman kantornya.
"Hallo Laura, ini saya Akbar. Maaf saya menelepon kamu menggunakan handphone Alif" Ujar Akbar dengan nada panik.
__ADS_1
"Iya hallo, ada apa ya ? Mas Alif nya kemana?" Tanya Laura ikut cemas.
"Alif kecelakaan, makanya aku telepon kamu untuk memberitahukan keadaan Alif sekarang" Jawab Akbar membuat Laura terkejut. Laura sangat cemas sekali mendengar kabar tersebut.
"Yasudah aku pergi kesana sekarang ya. Kamu sharelok saja alamat rumah sakitnya" Laura langsung bergegas pergi ke rumah sakit untuk melihat kondisi suaminya.
Begitu baiknya hati Laura, yang sudah tersakiti tapi dirinya tetap khawatir akan keadaan suaminya ketika mendengar suaminya kecelakaan.
Laura akan pergi sendirian ke rumah sakit membawa mobilnya, dan anak-anaknya seperti biasa bersama Mbak Ayu.
"Mbak aku titip Nathan dan Nathalie dulu ya, mas Alif kecelakaan" ujar Laura menitipkan anaknya kepada pengasuhnya.
"Ya Allah yang benar Bu? Yasudah, ibu hati-hati ya dijalan" ucap Mbak ayu ikut panik juga.
20 menit kemudian ......
Sampailah Laura di rumah sakit, Laura langsung mencari ruangan UGD tempat Alif di rawat.
Laura pun langsung masuk kedalam ruangan UGD dan melihat Alif sedang bersama Akbar. Alif masih belum sadarkan diri juga.
"Akbar, bagaimana keadaan Alif?" Tanya Laura panik sekali, dan langsung duduk didekat Alif lalu memegang tangan Alif.
"Alif sudah dicek oleh Dokter, alhamdulilah tidak apa-apa kok tidak ada yang fatal. Kondisinya tidak parah, hanya saja kepalanya kesakitan akibat terbentur di mobil" Jawab Akbar menjelaskan kondisi Alif.
"Terimakasih ya sudah bantu, kamu boleh pulang. Saya saja yang menemani Alif, kamu pulang saja" Ujar Laura tersenyum menyuruh Akbar untuk segera pulang.
"Yasudah, saya pulang ya. Semoga Alif segera siuman dan segera sembuh" Akbar pun langsung pergi untuk kembali pulang setelah mengantarkan Alif kerumah sakit.
Laura terus memandang wajah Alif sambil menangis, Laura tetap merasa sedih karena suaminya mengalami kecelakaan.
Laura sebenarnya menangis karena sakit hati yang ada di dirinya masih ada dan tak akan hilang.
Tiba-tiba Alif siuman, tangannya bergerak. Ketika Alif membuka matanya Alif melihat ada Laura yang duduk disisinya, Laura yang sedang menunduk sambil menangis tidak mengetahui bahwa Alif sudah sadar.
__ADS_1
"Laura" Ucap Alif memanggil nama Laura.
Laura langsung melihat Alif dan membasuh air matanya, karena Laura tak ingin terlihat sedih di depan Alif.
"Mas, kamu sudah siuman? Alhamdulillah" Kata Laura yang kembali tersenyum melihat Alif akhirnya sadar juga.
"Aku kok bisa ada disini? Kamu juga disini sama siapa?" Tanya Alif sambil merasakan kesakitan di kepalanya.
"Mas kamu itu tadi kecelakaan, Akbar yang membawa kamu kesini. Aku juga tahu kamu kecelakaan dari Akbar, dan Akbar suruh aku pulang deh" Jawab Laura tersenyum sambil memegang tangan Alif.
Alif langsung melepaskan genggaman tangan dari Laura. Yang membuat Laura langsung terdiam dan wajahnya tak lagi menunjukkan senyuman.
"Kamu kenapa kesini, bukan nya jaga anak-anak. Aku baik-baik saja" Celetuk Alif berkata tanpa berpikir, membuat Laura semakin sedih.
"Aku ini istrimu kan mas? Aku berhak menjaga kamu saat kamu seperti ini, anak-anak juga baik-baik kok sama Mbak Ayu. Kamu ini kenapa sih" Kata Laura emosi, Laura rasa ucapan Alif tak pantas dilontarkan.
"Kamu mau aku pergi mas? Memangnya kamu disini akan sama siapa? Aulia?" Spontan, Laura mengucapkan nama Aulia depan Alif. Karena emosinya yang sudah tidak tertahankan, Laura juga langsung mengeluarkan air mata.
"Apaan sih kamu bawa-bawa Aulia? Aulia itu cuma Sekertaris aku, masa dia yang temani aku disini " Jawab Alif tanpa dosa.
"Aku juga tahu mas, Aulia cinta sama kamu begitupun kamu!! Kamu juga cinta!!! Aku rasa kamu tidak usah berbohong lagi, aku tahu semuanya mas" Ujar Laura sambil menangis. Laura rasa dengan membukakan kesalahan Alif bisa sedikit membuatnya tenang.
"Kamu ini kenapa sih, kamu selalu saja menuduh aku! Aku tidak punya hubungan apa-apa sama siapapun terutama Aulia. Mendingan sekarang kamu pergi!!!!" Alif pun ikut emosi. Dirinya yang terus tak merasa salah, masih menyembunyikan kebohongan dari Laura.
"Aku juga tidak bisa kamu bodoh-bodoh kan terus mas, aku juga punya hati. Aku sudah merasakan perbedaan kamu selama ini, kamu berubah mas!!!!!" Ucap Laura menangis emosi.
"Aku bela-belain datang malam-malam kesini untuk temui kamu mas, tapi kamu tidak menerima aku datang melihat kamu. Kamu fikir mas, aku ini masih istri sah kamu. Wajar saja jika aku ingin melihat dan menemani kamu kesini" Laura semakin emosi dan sakit hati melihat perlakuan suaminya yang tak menginginkan nya datang untuk menjenguknya.
Seketika Alif luluh melihat Laura menangis histeris, Alif langsung memeluk Laura. Alif tak tega melihat Laura menangis terus karena perlakuannya.
"Maafkan aku ya, aku dan Aulia tidak ada hubungan apa-apa kita hanya berteman saja tidak lebih" ujar Alif memeluk Laura. Seketika Laura langsung melepaskan pelukan Alif.
"Aku mau pulang" Laura langsung pergi untuk kembali pulang, karena Laura rasa tidak berguna lagi ucapan maaf dari Alif. Laura capek sekali karena Alif selalu saja bohong tidak sejujurnya bahwa dirinya memang benar-benar selingkuh.
__ADS_1
Maka dari itu Laura benar-benar ingin mencari bukti yang kuat lagi dan akan menjebak Aulia dan Alif agar Laura senantiasa bisa menceraikan Alif dengan tidak ada unsur penuduhan.