
Semakin hari semakin terpuruk, dan semakin hancur hati seorang ibu saat ditinggalkan anaknya.
Laura semakin sering sekali merenung sendiri dikamar, Laura tidak memiliki seseorang lagi untuk Laura peluk dan meluapkan kemarahan dan tangisannya.
Anaknya Nathan telah dibawa oleh Alif, ke rumah Mama nya. Karena Alif akan tinggal bersama Mama nya lagi.
Laura benar-benar terpuruk setelah kehilangan Nathalie Laura semakin hancur, disaat dirinya terpuruk tidak ada yang menyemangati dan memeluknya dalam kesedihan.
Tiba-tiba disaat Laura sedang menangis dikamar, Laura mendapatkan telepon dari Danu. Laura tidak menyangka bahwa Danu akan kembali mengabarinya lagi.
Laura langsung mengangkat telepon dari Danu.
"Hallo Laura" Sapa Danu kepada Laura.
"Ada apa Danu?" Tanya Laura.
"Maaf aku mengganggu, aku hanya ingin tahu benar atau tidak Nathalie meninggal?" Tanya Danu dengan cemas.
"Iya, benar" Jawab Laura singkat.
Laura menahan tangisannya agar dirinya tetap berusaha kuat dan tegar.
"Kenapa kamu tidak kasih tahu aku? Aku barusan tahu dari Kak Aldi bahwa Nathalie sudah meninggal gara-gara mengidap penyakit Epilepsi dan kelainan otak" Ujar Danu begitu sedih mendengar atas peninggalan Nathalie.
"Aku tidak bisa mengabari kamu, aku malu. Aku sudah banyak salah dan mengecewakan kamu" Jawab Laura dengan nada bersedih.
"Aku sudah maafkan kamu, aku harap kita baik-baik lagi. Aku hanya bisa memberikan semangat dan mengingatkan kepada kamu agar terus bersabar ya. Aku tahu kamu sakit, tapi dengan menangis setiap hari itu bukan obat untuk kamu kembali lagi ceria" Ucap Danu menyemangati Laura.
"Terimakasih ya, Danu" Ujar Laura
Laura merasa tenang sekali ketika Danu mengabarinya, dan memberikan support kepadanya.
...----------------...
Hari ini adalah hari ke 2 Laura menjelang persidangan, esok hari dirinya harus segera melaksanakan persidangan untuk mendapatkan hak asuh anaknya, Nathan.
Laura tidak peduli dimana nanti dirinya tinggal, tidak perlu harta, asalkan anaknya kembali pulang ke pelukannya.
Laura sedang meminum kopi di teras rumah, hari itu cuaca sedang tidak mendukung. Cuaca hujan namun tidak lebat, Laura terdiam sendiri di kursi teras rumahnya sambil memandangi setiap tetesan air hujan.
Laura masih meratapi kepergian anaknya dan nasib rumah tangganya yang akan berujung perceraian.
Ketika Laura akan masuk ke dalam rumah, datanglah mobil yang masuk ke garasi Laura. Laura yang akan masuk ke dalam pun tidak jadi karena melihat ada mobil masuk ke garasi rumahnya.
Saat seseorang keluar dari mobil tersebut ternyata itu adalah Danu, Kak Aldi dan Kak Dewi.
Laura sangat terkejut karena yang datang adalah orang yang selama ini Laura harapkan. Namun kenapa Danu harus ikut juga.
Laura langsung menghampiri Kakaknya Aldi dan memeluknya. Laura juga memeluk Kak Dewi, Laura sangat rindu sekali kepada mereka.
__ADS_1
"Kamu sendirian?" Tanya Kak Aldi.
"Iya kak" Jawab Laura.
"Maaf ya kakak kesini tidak memberi kabar terlebih dahulu, karena Kakak tidak sempat. Kakak senghaja kesini untuk membawa kamu pulang" Ucap Kak Aldi kepada Laura. Kak Aldi ingin mengajak Laura tinggal bersamanya lagi.
"Aku belum bisa pulang kak, aku masih ingin disini. Aku masih merindukan kenangan-kenangan bersama anakku. Kenangan nya banyak sekali disini, jadi aku tidak bisa jauh dari rumah ini" Jawab Laura dengan nada terharu.
"Yasudah jika itu keputusan kamu. Maaf juga kakak bawa Danu kesini, karena kakak ingin Danu menjadikan pengacara kamu besok. Kamu harus mendapatkan hak asuh Nathan, Laura. Kamu ini seorang ibunya, kamu juga yang melahirkannya. Bahkan ketika Nathalie dan Nathan sakit pun Alif jarang sekali berada dirumah dan sering mengabaikannya" Ujar Kak Aldi sambil duduk di Sofa.
Kak Aldi mensupport Laura agar dirinya mau berusaha mendapatkan keadilan nanti.
Danu akan memberikan yang terbaik untuk menjadi pengacaranya di persidangan besok.
"Sebelumnya aku mengucapkan banyak-banyak terimakasih ya kepada Kakak, kepada Danu sudah bantu aku. Sudah beri semangat besar untuk aku" Ucap Laura sambil tersenyum.
...****************...
Esok hari suasana rumah Laura yang hangat kembali karena ditemani oleh Kakaknya dan Danu dirumah nya menginap.
Karena hari ini Laura akan menghadapi persidangan dengan suaminya yang ditemani oleh Kak Dewi dan Kak Aldi.
Laura harap persidangan ini berjalan dengan lancar dan dirinya akan mendapatkan keadilan, Laura juga berharap anaknya akan bisa kembali kepangkuan nya lagi.
Sebelum berangkat Danu menghampiri Laura yang sedang menyiapkan apa saja yang akan Laura bawa ke persidangan.
"Laura" Sapa Danu menghampiri Laura di ruang tv.
"Kamu sudah siap?" Tanya Danu kepada Laura dengan grogi. Entah kenapa perasaan Danu ketika mendekati Laura rasanya berbeda sekali, rasanya malu.
"Aku siap" Jawab Laura tersenyum.
"Kamu tenang saja ya, aku akan melakukan yang terbaik. Aku tidak mau melihat kamu terus menerus terpuruk seperti ini lagi" Ujar Danu tersenyum dan meyakinkan bahwa dirinya akan melakukan yang terbaik.
"Yasudah, ayo kita berangkat. Kak Aldi dan Kak Dewi sudah menunggu kan di mobil" Ucap Laura langsung pergi menuju mobil bersama Danu.
......................
"Alif kamu harus benar-benar tidak boleh ada kesalahan bicara di persidangan nanti, Mama tidak mau jika Nathan kembali ke pelukan Laura" Ujar Mama Alif menasihati Alif yang sedang menyetir mobil karena akan menuju ke persidangan.
"Iya ma" Jawab singkat Alif.
Alif juga memakai pengacara yang cukup terkenal di Bandung, Alif juga tidak mau jika dirinya kalah dipersidangan. Dan di persidangan Alif ditemani oleh Mama nya dan temannya, Akbar.
Beberapa menit kemudian ...
Sampailah dipersidangan, saat itu mobil Laura dan mobil Alif bersamaan sampainya tanpa disengaja.
Ketika Laura turun dari mobil bersama Danu, Alif melihat dengan tatapan tajam. Alif sebenarnya masih merasakan cemburu, Alif sangat kesal sekali kenapa harus Danu yang menjadi pengacara Laura.
__ADS_1
Mama nya Alif pun langsung menghampiri Laura yang sedang berjalan bersama Danu.
"Benarkan apa kata Alif, kalian ini memang memiliki hubungan special. Di saat keadaan seperti ini kamu masih penuh ceria bersama laki-laki ini, Laura" Ujar Mama Alif menyinggung dengan wajah kesal.
Laura hanya tersenyum dan mengabaikan omongan sang mertua, Laura dan keluarga masuk ke dalam.
Laura sebenarnya menahan rasa sakit di dadanya karena Laura benar-benar tidak menyangka dengan nasibnya, bahwa akan menghadapi persoalan seperti ini.
Laura benar-benar menahan air mata juga, Laura juga benar-benar sudah benci sekali melihat Alif. Laura kesal kepada suaminya itu, karena sudah mengambil Nathan. Dan Alif juga selalu menuduh Laura selingkuh bersama Danu.
Persidangan pun akan segera dimulai, Laura duduk bersama pengacaranya. Dan Alif juga duduk bersama pengacaranya.
Laura pun langsung dipanggil oleh jaksa untuk duduk di kursi depan persidangan.
"Selamat siang, akan kita mulai persidangan ini. Untuk saudara Laura, silahkan jelaskan sebelum anak anda meninggal dunia" Ucap Jaksa.
"Baik yang mulia, saya sampaikan. Sebelum anak saya meninggal dunia saat itu memang ada mas Alif, namun mas Alif lebih memilih pergi ke kantor daripada mengecek kondisi anaknya yang sudah saya jelaskan bahwa saat itu anaknya kembali jatuh sakit lagi.
Dan siangnya saat suami say sudah pergi ke kantor, dirumah hanya ada anak saya Nathan dan Nathalie, dan bersama saya. Saat itu anak saya sudah benar-benar parah sekali dan sudah tidak sadarkan diri, ketika saya menelepon dan chating suami saya untuk memberitahukan bahwa Nathalie dilarikan ke rumah sakit, suami saya benar-benar tidak merespon" Jawab Laura menjelaskan kejadian sebelum Nathalie meninggal dunia.
"Baik saudara Laura saya akan menanyakan lagi, apakah benar suami anda bersikap tidak peduli lagi kepada anda karena saudara Laura sudah selingkuh dengan pengacara saudara?" Tanya lagi Jaksa kepada Laura.
"Tidak benar yang mulia, saya dengan Danu pengacara saya hanya dekat sebatas perkenalan sebagai pengacara saya. Selama saya break dengan suami saya beberapa bulan yang lalu, saat itu saya kenal dengan Danu hanya sekedar mengenal saja dengan sebatas teman biasa, dan sebatas pengacara" Jawab Laura dengan menahan emosi.
Laura kesal karena Alif memberi pernyataan kepada Jaksa soal kedekatannya dengan Danu.
"Mohon maaf yang mulia, saya ingin menyampaikan bahwa sebenarnya yang berselingkuh itu bukan saya, tetapi suami saya" Ucap Laura menyampaikan bahwa Alif yang berselingkuh bukan dirinya.
Seketika Alif pun berkomentar.
"Mohon izin yang mulia, kejadian itu kan sebelum kami break. Dan persidangan ini bukan untuk membahas perselingkuhan namun persoalan hak asuh anak" Ucap Alif membuat jaksa tertawa.
"Apa-apaan ini saudara Alif, anda memberi pernyataan bahwa istri anda berselingkuh dengan pengacaranya yaitu saudara Danu. Tetapi ketika istri anda menyatakan bahwa anda berselingkuh. Anda jujur saja" Ucap Jaksa kepada Alif.
Alif menunduk karena malu. Alif memang tidak ingin kalah, dan tidak ingin disalahkan.
"Saya ini ibunya, saya yang sudah melahirkan anak saya. Bahkan ketika saya masih memiliki urusan pekerjaan, saya merelakan meninggalkannya demi mengurusi anak saya. Saya selalu berusaha jadi ibu yang baik untuk kedua anak saya, apalagi ketika setelah Nathalie mengidap penyakit tersebut saya benar-benar sudah tidak lagi mengurusi pekerjaan saya" Ucap Laura dipersidangan sambil menangis.
"Saya sangat sakit hati karena suami saya ketika tahu bahwa Danu dekat dengan saya, dirinya tidak memberikan saya sedikit waktu untuk menjelaskan. Dan tidak memberikan saya maaf, dirinya langsung membenci saya sampai ke pengadilan hari ini.
Dan suami saya menuduh saya bahwa sayalah yang sudah teledor menjaga Nathalie, dan menyebabkan meninggal dunia. Tanpa suami saya tahu keseharian saya mengurusi anak saya seperti apa. Dan suami saya langsung membawa Nathan bersama Mama nya, setelah saya kehilangan anak saya" Ucap Laura menjelaskan semuanya kepada Jaksa di pengadilan.
Alif merasa bersalah sekali dengan dirinya yang sudah berbuat seperti itu kepada Laura. Laura tidak segan lagi membuka keburukan Alif dan Mama nya yang sama sekali tidak mempedulikan nya.
Beberapa menit kemudian
Sidang pun selesai, jaksa pun menyebutkan bahwa hak asuh anak akan di berikan kepada Laura. Dan hak waris pun akan diberikan kepada Laura dan Nathan.
Rumah yang dihuni Alif dan Laura selama 2 tahun ini akan menjadi hak Nathan dan Laura.
__ADS_1
Laura pun sangat bahagia sekali karena anaknya kembali lagi ke pangkuannya.