
Setelah Laura mendapatkan jabatan dari perusahaan nya dan kampusnya, Laura benar-benar bahagia sekali dirinya bisa sukses di usia muda. Laura juga bisa menabung banyak untuk anak nya kelak, anaknya bagi Laura berhak bahagia.
Laura tidak ingin nasib anak nya seperti Laura, Laura ingin anak semata wayangnya itu bahagia dengan kehidupannya.
Laura mengadakan acara syukuran dirumahnya, acara syukuran kecil-kecil an Laura karena telah mendapatkan jabatan yang lebih tinggi.
Laura hanya mengundang saudara-saudara nya saja, dan teman terdekatnya saja seperti Danu, dan Rahma.
Pagi hari yang sangat sibuk sekali, Laura sedang menyiapkan makanan-makanan dan minuman-minuman yang akan dihidangkan di acaranya.
Laura orang nya tidak ingin diam layaknya ratu, meskipun Laura yang memiliki acaranya Laura tidak mengandalkan pembantu Laura juga selalu ikut membantu orang-orang yang ada dirumahnya.
Laura pun kedatangan tamu special yaitu sang kakak satu-satunya Kak Aldi, dan Kak Dewi beserta anaknya Raja.
Dan rekan-rekannya yang berada di restoran bunga, dan restoran anggrek juga ikut menghadirinya acaranya.
Laura bahagia sekali mereka datang bersamaan, Laura sangat bahagia karena telah dianggap keluarga oleh teman dan rekannya.
"Selamat ya Laura, kakak bangga sekali sama kamu. Semoga kamu bisa memegang amanah nya" Ujar Kak Aldi sambil memberikan sebuah buket bunga untuk Laura.
"Tetap rendah hati ya Laura, Kakak bangga sekali sama kamu. Semoga kamu selalu sukses ya dan yabg penting adalah kesehatan, semoga sehat selalu" Ucap Kak Dewi mendoakannya juga.
"Untuk kakak ku, kak Dewi kak Aldi terima kasih ya ini berkat doa dan dukungan dari kalian juga kan selama ini" Kata Laura sambil memegang tangan Kak Aldi dan Kak Dewi.
Tiba-tiba Danu pun datang membawa buket bunga yang besar sekali, dan membawa bingkisan berupa kado untuk Laura. Danu keluar dari mobil, tatapan semua orang tertuju kepada Danu yang baru sampai.
Danu juga mengenakan jas yang sangat rapi sekali dan hari itu penampilan Danu sangat keren sekali, tampan pula.
"Ini untuk kamu, selamat ya" Ujar Danu sambil memberikan buket dan bingkisan tersebut.
"Makasih banyak ya Nu, repot-repot banget" Jawab Laura sambil tersenyum.
Laura pun menerima hadiah dari Danu.
Ternyata Danu sudah meminta izin kepada Kak Aldi tanpa sepengetahuan Laura, bahwa Danu ingin melamar adik nya yaitu Laura.
__ADS_1
Di hari tasyakuran itu Danu ingin melamar Laura depan banyak orang, menurut Kak Aldi Laura pasti akan menerima lamaran Danu.
Setelah acara makan-makan dan doa selesai Danu pun mencoba berbicara kepada Laura, dihadapan semua orang.
"Tunggu sebentar, jangan dulu pulang semuanya. Ada hal yang ingin saya bicarakan kepada Laura dihadapan kalian semua" Ujar Danu sambil memegang tangan Laura.
"Ada apa Danu?" Bisik-bisik Laura.
Laura merasa heran dengan sikap Danu, dan yang dibicarakan Danu.
Danu berjongkok dibawah Laura, Danu menyodorkan sebuah cincin emas yang sangat cantik sekali.
Laura sangat terkejut melihat yang dilakukan Danu.
Semua orang yang ada di tempat itu bertepuk tangan sangat meriah sekali karena melihat Danu menunjukkan sebuah cincin emas.
"Laura, maafkan aku jika aku lancang. Aku ingin melamar mu untuk menjadi istri aku, apakah kamu mau?" Tanya Danu serius.
Laura sangat kebingungan sekali, kenapa Danu melamar dirinya. Padahal selama ini Laura hanya menganggap bahwa dirinya dan Danu hanya sekedar sahabat. Laura juga malu bahwa dirinya hanya seorang single parent. Jadi Laura tidak enak sekali jika harus menikah dengan seorang bujangan seperti Danu.
"Tidak ada lagi wanita yang bisa membuat aku semangat dalam setiap harinya Ra, aku selama kenal sama kamu aku sudah nyaman sekali dan aku memutuskan agar kita lebih baik menikah saja. Aku juga akan menjadi seorang ayah yang baik untuk anak kamu" Ucap Danu sangat serius sekali sambil memegang tangan Laura, namun Laura masih saja terdiam dan belum menjawab.
Laura menyuruh Danu berdiri.
"Ayo berdiri dulu" ujar Laura.
Danu pun berdiri dan sangat cemas sekali dirinya takut ditolak oleh Laura.
Laura menutup kotak cincin yang di pegang oleh Danu.
"Terima kasih ya nu, aku juga sayang sekali sama kamu tapi ini terlalu buru-buru jika harus secepatnya menikah. Semuanya butuh waktu, Nu" Kata Laura membuat semua yang ada di tempat tersebut terdiam dan kecewa.
Karena bagi orang-orang disekitar, Danu dan Laura itu sangat cocok sekali.
Danu langsung terdiam dan membuang senyumannya. Hati nya sangat hancur karena telah di tolak mentah-mentah oleh Laura didepan banyak orang.
Danu fikir dirinya akan diperlakukan baik oleh Laura ternyata Laura malah menolaknya.
__ADS_1
"Laura..." Ucap Kak Aldi sangat tegas.
"Kamu mau yang kaya gimana lagi? Danu itu baik, dia juga sama berprestasi Laura. Kasihan Danu sudah menunggu kamu lama, Danu sudah kamu tolak untuk yang kedua kalinya. Mana perasaan kamu" Kata kak Aldi kesal dengan sikap Laura yang masih saja menolak Danu.
"Ini bukan soal apapun, ini soal waktu. Apa Kaka tahu nasib aku selanjutnya akan seperti apa? Jika aku terburu-buru memang kakak tahu apa yang akan aku alami jika aku langsung mengambil keputusan? ini soal waktu kak, hati dan fikiran aku belum stabil masih trauma kak. Aku juga punya hati, aku juga sayang sama Danu tapi ini belum waktunya" Jawab Laura menjelaskan semuanya didepan kakak nya dan didepan semua orang sambil menangis.
Semuanya terdiam termasuk kak Aldi.
"Yasudah, Laura. Jika memang itu jawaban kamu itu keinginan yang kamu mau, aku terima. Aku salah telah melamar kamu di waktu yang tidak tepat. Sekali lagi maaf kan aku" Ucap Danu dan langsung pergi membawa kekecewaan yang dirinya dapatkan.
Danu sebenarnya menangis, namun dirinya selalu tahan. Danu sangat kecewa sekali karena Laura benar-benar menolaknya untuk yang ke dua kalinya.
Danu pergi dengan merasakan kekecewaan, Danu pun kembali ke rumah sakit untuk melihat sang ibu nya.
Sebenarnya Danu ingin sekali untuk menikah bukan karena keinginannya, namun karena amanat dari ibunya.
Ibu nya merasa bahwa hidupnya tidak akan lama lagi, karena mengidap penyakit tumor dan jantung. Danu juga sangat kecewa sekali karena telah membawa kabar kekecewaan kepada sang ibunya.
Sebenarnya Danu memang disuruh sang ibu nya untuk melamar Laura.
*****
" Danu, kamu sudah pulang? Mana Laura? Katamu akan membawa Laura kesini jika sudah melamarnya. Ibu kangen banget sama Laura " Tanya sang ibu sangat bahagia melihat Danu pulang.
"Bu maaf kan Danu, Danu ditolak oleh Laura" Jawab Danu sangat sedih sekali.
Ibu nya langsung menangis dan merasa kecewa juga kepada Laura.
"Ibu tidak menyangka, kenapa Laura menolak kamu" Ucap sang ibu sambil menangis dan marah.
"Bu Laura katanya belum siap Laura butuh waktu lagi" Jawab Danu sambil memegang tangan sang ibu.
"Sudah hari ini sampai nanti kamu tidak boleh lagi berhubungan dengan Laura, dan jangan kamu ketemu sama dia lagi. Lebih baik kamu mencari yang lain" Ujar sang ibu sambil emosi kecewa melihat sang anaknya sedih karena ditolak lagi oleh Laura.
"Tapi Bu, kita bisa tunggu sampai Laura mau" Kata Danu.
"Tidak Danu, ibu benci sama Laura. Mungkin Laura sudah mempunyai pilihannya, bukan kamu" Kata sang ibu.
__ADS_1
Sang ibu pun merasakan sakit di dada nya lagi, Danu sangat panik sekali lalu Danu pun langsung pergi menemui dokter untuk segera menangani ibu nya.
Danu sangat sedih sekali perihal dirinya ditolak oleh Laura karena sudah melamarnya, kini Ibunda nya kambuh lagi sakit nya karena sudah mendengar sang anak semata wayangnya sudah di tolak oleh Laura.