Cinta Rahasia Dalam Pernikahan

Cinta Rahasia Dalam Pernikahan
JEBAKAN


__ADS_3

"Bagaimana rencana kamu sudah yakin untuk melanjutkan masalah kamu?" Tanya Kak Aldi kepada Laura yang sedang berdiri didepan pintu teras memandangi hujan rintik-rintik.


"Aku bingung kak, jika aku meninggalkan Alif bagaimana nasib anak ku? Mereka pasti akan membutuhkan seorang ayah" Jawab Laura yang masih bimbang.


"Ya ampun Laura kamu ingat, kamu sudah sering disakiti oleh Alif. Anak kamu tidak akan bahagia jika ibunya pun tidak bahagia, mereka juga sama pasti akan merasa terluka melihat ibunya terluka" Ucap Kak Aldi menasihati Laura agar segera menindaklanjuti permasalahannya.


Laura terdiam sebentar untuk memikirkan matang-matang agar tidak ada penyesalan di akhirnya.


"Laura kamu harus bisa memberi pelajaran kepada Alif, Alif yang sudah memberimu kekecewaan dan pengkhianatan kenapa harus kamu rangkul lagi. Untuk sekarang kamu harus bisa menunjukkan barang bukti yang sudah kamu dapatkan itu, tunjukkanlah kepada Aulia dan Alif. Agar kamu tak semena-mena menuduh mereka" Kak Dewi ikut bicara untuk memberikan masukkan kepada Laura.


"Baik, yasudah hari ini aku akan melacak apa yang ada di handphone Alif dan di sosmed Alif. Aku akan menjebak Aulia dan Alif" Kata Aulia dan langsung pergi ke kamar.


Akhirnya Laura dapat mendengarkan nasihat dari Kakaknya, dan ingin menindaklanjuti permasalahannya demi kebaikannya.


...----------------...


Laura cukup lama memikirkan ide untuk ia mencari petunjuknya. Laura sedikit down memikirkan itu semua, Laura mencari cara untuk bisa menjebak Aulia dan Alif.


Tak lama Laura mendapatkan ide yang menurutnya akan bisa menjadikan jebakan untuk ditemukannya Alif dan Aulia dihadapan Laura.


Laura segera membuka Laptopnya, Laura ingat bahwa ternyata akun sosmed Alif ada di Laptop Laura. Jadi Laura bisa membukanya untuk mencari tahu soal perselingkuhan Alif.


Disaat Laura scroll massangger Alif, ternyata ada nama Aulia di massangger nya.


Laura melihat percakapan Aulia dan Alif 1 minggu yang lalu, meskipun Laura sakit sekali membawa percakapannya namun Laura tetap terus melanjutkan niatnya untuk menjebak Aulia.


Laura menuliskan pesan kepada Aulia dengan mengakuinya bahwa dirinya adalah Alif, karena Laura mengirimkan pesan di massangger menggunakan akun sosmed Alif.


"hai sayang, apakah kita bisa dinner nanti malam?" Laura mengirimkan pesan tersebut kepada Aulia.


Beberapa menit kemudian Aulia membalasnya.


"bisa, tapi kok kamu pakai massangger sih kabarinya" Aulia merasa aneh dengan Alif yang mengirim pesan melalui massangger.


"yaaaah aku sedang iseng saja buka-buka massangger, eh aku senghaja deh chat kamu disini saja. nanti malam kita ketemu di Bober Cafe ya, ada yang ingin aku bicarakan sama kamu" Laura terus mengirimkan pesan yang seolah dirinya memang Alif, agar Aulia terus semakin percaya.


"yasudah sayang, kenapa gak di hotel aja ih. aku kangen banget selama kamu sakit kita gak pernah lagi pergi ke hotel" jawab Aulia di massangger.


Pernyataan Aulia membuat Laura terkejut, Laura sekarang tahu bahwa mereka sering melakukan hal keji dibelakang Laura.


Laura pun langsung logout akun Alif, Laura benar-benar sangat sedih sekali ketika Aulia mengirimkan pesan tersebut. Ketika Aulia bilang bahwa biasanya mereka sering bertemu di hotel.


Beberapa menit kemudian....


Laura mendapatkan telepon dari Alif, Laura rasa ini adalah kesempatan Laura untuk mengajak Alif untuk bertemu ditempat yang sama dengan ketemunya dirinya dengan Aulia.


Laura sebenarnya tak ingin menjawab telepon dari Alif, namun Laura menahan rasa amarah dan bencinya kepada Alif Laura pun mengangkatnya.


"Hallo, Laura" Sapa Alif ditelepon.


"Iya hallo, mau apa ?" Tanya Laura cuek.

__ADS_1


"Kamu masih ingin disana, dirumah kakak mu?" Tanya Alif, sepertinya Alif merasa kehilangan sekali dengan tidak adanya Laura dan anak-anaknya di rumah.


"Iya, aku belum bisa pulang. Jika kamu ingin bertemu, boleh kita ketemuan di Bober Cafe Bandung. Nanti aku bawa anak-anak" Jawab Laura langsung mengajak Alif tanpa basa-basi.


"Kamu serius? Jam berapa? Nanti aku akan luangkan waktunya" Kata Alif sumringah. Alif bahagia mendengar Laura ingin bertemu dengannya apalagi dengan membawa anaknya.


Laura rasa dia berhasil menjebak Aulia dan Alif, namun jika belum bertemu rasanya belum selesai apa yang Laura ingin katakan.


...****************...


Malam hari pun tiba Laura berpamitan kepada sang kakak untuk pergi menemui Alif. Anak-anaknya seperti biasa bersama Kak Dewi dan Mbak Ayu.


Laura pergi mengenakan dress yang sangat anggun sekali, Laura berdandan sangat cantik sekali.


Laura senghaja akan menunjukkan kecantikannya kepada Alif, agar Alif memiliki rasa penyesalan telah menduakan nya.


Laura pergi sendirian dengan membawa mobilnya, Laura pun bergegas untuk menuju lokasi karena Laura ingin sampai sebelum Aulia dan Alif sampai ke Cafe.


Beberapa menit kemudian ...


Alif WhatsApp Laura "kamu dimana aku sebentar lagi masuk ke ruangan yang sudah kamu pesan"


Seketika Alif pun sampai di Bober Cafe dengan ruangan khusus yang sudah Laura pesan. Dan selang beberapa detik Aulia pun datang dan langsung memeluk Alif.


"Sayang" Aulia memeluk Alif dengan sumringah sekali.


"Kamu ngapain disini? Apa-apaan meluk segala ditempat umum gini" Ujar Alif membuat Aulia heran dengan sikap Alif yang seolah tidak merasa mengajaknya bertemu.


"Aku beneran tidak tahu, aku kesini bukan untuk bertemu kamu" Kata Alif yang benar-benar tidak merasa mengajak Aulia.


Tiba-tiba Laura datang dengan mengenakan dress berwarna hitam, rambut yang diikat, dan mengenakan makeup yang sangat cantik.


"Hai Aulai, Mas Alif, duduk yuk silahkan" Sapa Laura dan langsung duduk dikursi yang sudah disediakan.


Aulia dan Alif sangat terkejut sekali melihat Laura datang dihadapannya.


"Laura kamu kok disini?" Tanya Aulia dengan wajah yang sangat malu sekali.


"Kenapa? Kamu takut?" Tanya balik Laura.


Alif dan Aulia pun duduk didekat Laura.


"Bukan begini caranya Laura, kamu apa-apaan sih" Ujar Alif kepada Laura yang merasa malu karena dirinya ditemukan dengan Aulia didepan Laura.


"Kenapa mas? Tidak salah kan kita bertemu dengan sahabat aku Aulia. Aulia juga berhak ada disini untuk menjelaskan seberapa dekatnya dirinya dengan kamu" Ucap Laura dengan nada tegas.


Laura janji tak akan menangis didepan Aulia dan Alif, Laura akan tetap tegar agar semuanya segera selesai.


Sedangkan Aulia hanya terdiam tidak bicara apapun.


"Kalian sudah berapa lama sih bermain cinta dibelakang aku? Sudah lama Aulia?" Tanya Laura kepada Aulia, namun Aulia hanya tetap terdiam.

__ADS_1


"Kamu gak lucu Laura, sudah jangan dibahas" Alif terus mencegah Laura untuk meneruskan pembahasannya.


"Diam mas, aku sedang bertanya kepada sahabat aku sendiri, sahabat aku yang sudah berani mendekati kamu" Laura membantah perintah Alif. Laura terus mengintrogasi Aulia dengan tegas dan sedikit emosi.


"Kamu tahu tidak Aulia, aku dengan Alif ini sudah menikah dan sudah memiliki anak. Kamu tidak punya hati, kamu sudah berani merebut hati Alif dan sudah merubahnya" Ujar Laura semakin kencang nada bicaranya kepada Aulia.


"Laura kamu tolong tenang dulu, aku akan jelaskan" Ucap Aulia dengan malu.


"Kamu bilang aku tenang dulu? Aku tidak bisa tenang Aulia, setiap hari mental aku jiwa aku di habisi oleh masalah ini. Aku sebenarnya tahu apa yang sudah kamu perbuat dibelakang aku" Laura semakin emosi dan terus tetap menahan dirinya agar tidak menangis.


"Jadi, kamu selama ini suka sama sahabat aku sendiri, mas?" Tanya Laura dengan mendekati wajah Alif.


Alif terus terdiam karena dirinya benar-benar merasa salah dan malu terhadap istrinya.


"Ayo jawab mas, kenapa diam terus hah?" Laura emosi sekali dan nadanya tinggi sekali.


Laura kini tak lagi bisa ditahan emosinya untuk banyak bicara dihadapan Aulia dan Alif yang sudah selingkuh dengan waktu yang lama.


"Apa kurangnya aku? Selama ini aku udah berusaha tuk jadi yang terbaik, ibu yang baik, bahkan istri yang baik. Tapi tidak satupun yang kamu hargai sama aku selama ini, mas" Laura terus bicara didepan wajah Alif dengan nada terus tinggi.


Laura merasa hancur hatinya sudah diselingkuhi oleh Alif, Laura rasa dirinya sudah tak ada artinya lagi di hidup Alif.


Dengan cara menjebak Aulia dan Alif Laura bisa berbicara mengeluarkan uneg-uneg nya yang selama ini dia pendam, ketika mengetahui suaminya selingkuh dengan sahabatnya sendiri.


"Aku punya bukti perselingkuhan kalian, ini" Laura menunjukkan sebuah foto Aulia dan Alif ketika sedang berada di Bar waktu itu.


Alif sangat terkejut sekali melihat foto tersebut, Aulia juga sama. Laura sangat pintar sekali untuk mencari bukti-bukti yang sudah ia cari sebelum menjebak Aulia dan Alif.


"Kenapa kalian tidak menikah saja sejak dulu? Bukanya kalian dijodohkan ya?" Ucap Laura terus menerus membuka-buka kan kesalahan suaminya dan sahabatnya itu.


"Kamu juga sering meneror aku kan Aulia, dari pas aku menikah hingga sampai saat ini kamu masih sering meneror aku. Gunanya untuk apa? Agar aku berpisah dengan Alif? Tanpa kamu minta pun aku akan tinggalkan Alif" Laura menerangkan soal Aulia yang sudah sering menerornya.


"Laura apa-apaan sih, kamu jangan begitu. Ada anak kita yang harus kita bahagiakan. Aku tidak akan berpisah dengan kamu" Bantah Alif yang tetap ingin bersama Laura.


Laura tertawa lepas mendengar Alif yang berbicara seperti itu.


"Anak-anak ku tidak akan bahagia jika ibunya tidak bahagia!!!" Celetuk Laura mengucapkan hal yang membuat Alif emosi.


"Tak habis pikir sama kamu, kamu terlalu posesif sehingga pikiranmu terus memikirkan hal itu" Kata Alif.


"Aku juga tak habis pikir dengan kamu yang sudah berani menduakan aku dan menyakiti aku sampai aku berusaha seperti ini" Laura terus menerus mengeluarkan perkataan agar Alif sadar.


"Ah, sudahlah tak usah dibahas lagi, jika kamu ingin kita berakhir ya akhiri lah. Mau sampai mana kamu?" Alif emosi dan capek mendengar perkataan Laura yang tak ingin kalah, sehingga Alif berani menerima perpisahan dengan Laura.


Laura pun terkejut namun Laura menerima semuanya, karena itupun yang diinginkannya untuk berpisah dengan Alif.


"Oke, baiklah. Nanti kita bahas persoalan ini di pengadilan. Tapi aku ingin kamu mengakui perbuatan kamu selama ini selingkuh bersama Aulia sudah berapa tahun?" Laura terus menanyakan hal perselingkuhan yang belum Alif dan Aulia jawab.


"Iya aku mengakui semuanya, tapi aku selingkuh karena ada alasannya" Jawab Alif karena terlalu kesal kepada Laura yang sudah banyak bertanya dan tak ingin kalah.


Laura pun pasrah dengan semuanya, Laura serahkan semuanya di pengadilan nanti untuk menindaklanjuti semuanya agar segera selesai.

__ADS_1


__ADS_2