
Terdengar riuh penonton konser tunggal Kevin sang idola multitalenta. Bakat nyanyi, akting, raja iklan, main musik, tampan, tinggi, tajir, namun satu kekurangan nya ia nol untuk pelajaran sekolah kecuali olahraga.
Setiap ulangan ia akan mendapat nilai terendah dari teman sekelasnya.
"Oh my good......Selalu begini 20,10,30,5???" Teriak seorang manajer yang tak lain adalah paman nya. Pamannya Indra yang membesarkan dan merawatnya setelah kedua orang tua nya tiada karena kecelakaan sewaktu kecil.
Paman satu-satunya yang kini telah berusia 37 tahun dan belum menikah karena sibuk merawat dan membesarkan Kevin keponakan nya seperti anaknya sendiri.
Kevin hanya diam dan tersenyum melihat tingkah pamannya yang marah-marah dan tidak mempedulikan nya sambil bermain game di handphone nya.
" Kamu dengar gak sih, mulai besok paman akan memanggil guru privat untuk kamu. Kamu sudah kelas 3 SMA. Sebentar lagi lulus, bagaimana kalo ada pemberitaan tentang idola tampan tapi sayang otaknya nol." Panjang lebar pamannya memarahinya
" okey...okey." Kevin hanya meng oke kan ucapan pamannya padahal ia tidak mendengar kan apa yang barusan pamannya katakan yang asik dengan permainan game nya.
" Jangan menyesal, kamu yang sudah setuju ya?" Seringai paman nya tanda kemenangan.
" Lihat saja besok, kamu akan terkejut apa yang akan paman berikan padamu" pamannya berkata dalam hati.
...........
Pagi hari Kevin bersiap-siap karena ada pemotretan....
" Aku emang tampan" Puji dirinya sambil bercermin.
"Ckckck.... pagi-pagi udah muji diri sendiri. "Sindir pamannya.
" Ya dong paman, kalo gak tampan. Gak mungkin kan cewek-cewek diluar an sana pada impi in Kevin untuk jadi pasangan impian mereka." Puji dirinya sambil menggoda pamannya.
" Paman tuh sana cepetan nikah, cari cewek ntar jadi bujangan tua lagi. " ledeknya.
Kevin tau apa pengorbanan pamannya untuk dirinya dari kecil. Ia sangat menyayangi pamannya. Ia juga ingin pamannya bahagia.
" Aku udah gede kok, bisa jaga diri sendiri, sudah punya pekerjaan, penghasilan, rumah, apartemen, mobil, Semua nya berkat paman" tukasnya.
" Paman tau" Jawab paman nya singkat.
Dalam hati pamannya menganggap Kevin selalu masih kecil dan ia sangat menyayangi nya. Ia bekerja untuk membesarkan Kevin hingga Kevin dewasa dan menjadi tenar seperti sekarang. Ia bahagia, tapi ia lebih bahagia lagi apabila Kevin bisa menemukan seseorang yang bisa menjadi teman hidup Kevin mengganti kan dirinya. Barulah ia bisa memikirkan dirinya sendiri.
Kevin terdiam mendengar jawaban pamannya, Ia sedih karena pamannya lebih mengutamakan Kevin melebihi dirinya sendiri.
Tiba di studio Kevin lalu dihampiri untuk persiapan pemotretan. Orang-orang sibuk dengan pekerjaan nya masing-masing.
Di satu sisi pamannya sibuk menelepon seseorang untuk mencarikan Kevin seorang guru privat untuk Kevin.
" Okey Ken aku perlu guru untuk Kevin hari ini untuk bayarannya, aku bayar 5 juta sebulan. Waktu privat 2 jam/hari. Menurut aku itu sudah cukup besar. Dan satu ia harus murid SMA."
Ya Indra ingin Kevin mendapatkan seorang guru dan juga seorang teman. Karena selama ini Kevin jarang bergaul dengan teman sekolah nya dikarenakan ia sibuk dengan rutinitas nya. Kevin hanya ke sekolah waktu ulangan. Itupun di ruang berbeda, Sendirian. Setelah itu pulang. Makanya ia tidak memiliki teman seorangpun.
__ADS_1
...........
Di sebuah sekolah swasta yang terkenal dengan anak-anak kaya, cantik dan modis. tampak seorang gadis dengan kaca mata, rambut dikepang dua. Baju dengan kancing rapi hingga ke atas kerah. Rok dibawah lutut. Tompel besar dipipi kiri Berjalan sambil menaikkan kacamata, membawa setumpuk buku menuju perpustakaan.
Ya gadis itu adalah Kinara Larasati, Ia gadis cantik, pintar, kaya, jago karate. Lalu kenapa ia berpenampilan seperti itu.
Larasati pergi ke sekolah menggunakan sepeda butut. Ia mempunyai alasan tersendiri mengapa ia menutupi kecantikan dirinya dengan gaya seperti itu. Ia ingin mendapatkan cinta sejati, seseorang yang menyukai dirinya apa adanya bukan karena ia cantik ataupun kaya.
Ia menyamar sebagai anak pembantu, yang mendapat beasiswa dan berpenampilan seperti cewek cupu. Ia tidak memakai make up ataupun bergaya seperti gadis-gadis lainnya. Ia bergaya sangat sederhana.
Kenapa ia harus sampai seperti itu, sebenarnya ada sesuatu di balik kisah ia harus menyamar seperti itu.
Flashback
Saat pesta ulang tahun setahun lalu tampak
Di balik pohon, Kinara mendengar percakapan kekasihnya yang sangat ia sayangi. Awalnya ia ingin memberikan kejutan dari belakang dan mengikuti Damian diam-diam. Tapi dari kejahilan itu ia mendapati suatu kebenaran.
" Sayang kenapa sih dengan kamu? kenapa harus sekarang. Kalo Nara lihat kita bisa hancur rencana kata. " Desah Damian terhadap pacarnya Lilian teman dekat Kinara.
Bagai petir di siang bolong, Nara tetap diam mendengarkan padahal ia rasanya ingin keluar dan melabrak teman dekatnya itu dan kekasihnya yang ternyata selingkuh di belakangnya.
" Aku sebeellll tau...lihat Nara terus rangkul kamu, peluk kamu. Kamu juga mesra banget dengan dia. Kan disitu ada aku." Lilian mengambek.
" Ia maaf, kamu kan tau aku cuman pura-pura. Kita kan yang bikin rencana agar aku bisa manfaatin dia. Kamu aja sebagai sahabat dekat bisa dikasi barang-barang bagus. Dipinjami uang, ditagih gak."
" Iya....iya...." Kata Lilian kesal.
Kinara menangis di balik pohon, ia benar-benar marah. Besoknya ia langsung memutuskan hubungan dengan Damian dengan alasan akan pindah ke luar negeri dan sekolah di sana.
Ia menceritakan semua ke papanya dan papanya sangat marah, namun ia melarang papanya berbuat apa pun. Semua ini dikarenakan ia yang terlalu bodoh menyukai laki-laki seperti itu.
Sejak itu ia membuat rencana dan papanya menyetujui apa pun yang dilakukan putrinya asal, anak gadis satu-satunya itu bahagia.
Kinara putri tunggal seorang CEO perusahaan ternama. Ayah tunggal yang sangat menyayangi kinara. ibunya telah tiada saat kecil. Pengasuhnya sangat dekat dengan dirinya, seperti ibunya sendiri.
............
Di sekolah Kinara yang merupakan anak tercerdas didekati seorang lelaki.
" Hai dengan Miss Kinara Larasati." Sambil menatap penampilan Kinara.
Kinara menatap pria di depannya sangat rapi. Ia curiga tapi ia penasaran.
" Apa apa ya om?" Tanya Kinara.
" Kita ngobrol di ruang guru boleh? "Pintanya.
__ADS_1
Kinara tambah penasaran, " okey baiklah.
Di ruang guru. Ada guru, kepala sekolah serta om tadi yang menyalami. Kinara tambah heran
" Oh...ya perkenalkan nama saya Ken" Ia menyalami Kinara yang menyambut nya denga senyuman.
" Jadi tadi saya sudah bicara dengan guru dan kepala sekolah, mengenai Kinara untuk mohon bantuannya karena Kinara adalah murid tercerdas disini". Ken berharap Kinara setuju
" Bantuan apa ya? " tanya Kinara.
" Untuk menjadi guru private, pintanya.
" Om minta saya ajarin om?yang bener om? Kinara mendelik ngeri.
" Hem....bukan gitu Kinara. Jawab Bu asih guru wali kelas Kinara.
" Maaf Bu, lalu apa ya Bu? tanya Kinara sopan.
" Tapi jadi guru private anaknya teman pak Ken." jawab Bu asih.
" Kenapa Kinara Bu? tanya Kinara.
" Kinara kan bilang, bahwa Kinara biasa bekerja sepulang sekolah buat bantuin keuangan ibunya. Jadi menurut ibu ini pekerjaan ringan dan gajinya gede." jawab Bu asih.
Padahal itu hanya karangan Kinara supaya semua guru dan murid disini tau ia hanya anak orang miskin dan tidak kaya. Ia pun pura-pura bertanya.
" Emang gajinya berapa om? "tanya Kinara.
" Lima juta sebulan" kata Ken antusias.
Lima juta bagi Kinara adalah uang yang tidak banyak, namun karena ia harus tetap berbohong ia terpaksa menyetujui ini.
" Baiklah, kapan saya mulai private dan anak kelas berapa yang saya ajarkan." tanyanya.
" kelas 3, mulai hari ini. jawab ken senang.
apa??? hari ini. Kata Kinara dalam hati. Gila, nih.
" Kinara harus ijin papa....eh, mksudnya ibu Kinara dlu ya om?"
" iya tidak masalah, ini nomor telepon nya" kata Ken.
" Baik, terimakasih. kata Kinara lesu.
Duh... ada-ada aja nih, gak pa pa deh buat iseng-iseng katanya malas.
oke....sampai sini dlu ya, kita sambung lagi besok 😘
__ADS_1