
Setelah selesai mengajari Kevin dan Indra telah datang menjemput Kevin, pelajaran pun selesai. Kevin merasa kecewa karena Kinara akan pulang setelah ini.
" Kalau begitu saya pulang dulu ya Vin, besok kita sambung lagi dan kamu harus dapat nilai bagus untuk ulangan kali ini, cepat lulus" ucap Nara.
" Kamu seperti mau saya cepat lulus saja, apa kamu tidak suka jadi guru saya" kata Kevin cemberut.
" Hem...bukan seperti itu Kevin"jawab Nara.
" Oh...ya om saya pulang dulu ya?" kata Nara.
" Kamu kan kesini sama saya, jadi biar saya yang antar kamu pulang buat ambil sepeda ke sekolah" jawab Kevin.
" Oh...gak apa-apa kok Vin, saya bisa pulang naik taksi" jelas Nara.
" Taksi??" jawab Om dan Kevin bersamaan.
" Eh...maksudnya naik angkot om" Nara dengan senyum bodohnya.
Mati gue keceplosan lagi, nanti dipikirnya saya banyak uang lagi naik taksi. Bodoh ah, minta antar saja kalau begitu. Batin Nara.
" Hem....baiklah saya pulang di antar om Indra saja" Sambil menunggu Kevin Nara pun duduk kembali sambil menepuk dahinya pelan.
__ADS_1
" Sebentar ya Nara, Kevin siap-siap dulu, kamu bisa nunggu di depan atau nonton juga gak apa-apa. Kevin gak lama kok ganti bajunya." Jelas Indra.
" Oh...iya om gak apa-apa. Biar saya nunggu saja." Jawab Nara.
---------------------
Setelah beberapa menit menunggu Kevin telah siap dengan gaya yang memandangi dia akan meleleh. Dia terlihat sangat tampan dari ujung kepala sampai ujung kaki ditambah lagi dengan wajah dingin nya.
" Ayo kita pergi Om, Nara" ajak Kevin.
Mereka pun pergi menuju tempat syuting Kevin. Saat Kevin sampai dan Indra hendak mengantar kan Nara. Indra dipanggil ke lokasi syuting sehingga Nara harus ikut turun ke lokasi syuting dan menunggu di ruangan Kevin.
Nara sebenarnya tidak begitu suka ke lokasi syuting karena takut, penampilan samaran dia diketahui bila ia berjumpa dengan Lilian Dan Damian mantan nya.
" Tunggulah sebentar, om cuma ada urusan sebentar. Kamu gak mau keluar melihat saya syuting" Ajak Kevin.
" Saya tunggu di ruang ganti kamu saja ya?" Nara.
" Baiklah, kamu santai saja" jawab Kevin.
Kevin di rias sambil melihat ke arah cermin. Ia sangat senang Kinara ada disampingnya. Para perias melihat iri kepada Kinara yang terlihat cupu dan tidak menarik tetapi ditatap Kevin dari kaca rias.
__ADS_1
................
Beberapa jam kemudian Indra belum juga selesai dengan urusannya. Kinara sampai tertidur di ruangan Kevin. Tiba-tiba seseorang datang secara diam-diam. Lelaki itu adalah suruhan Lilian yang ingin menjebak Kevin. Lelaki itu tidak tahu jika ada seorang gadis yang tertidur di ruangan itu yang terbangun karena suara membuka pintu. Ia melirik kesana kemari dan menuju pada botol minuman di ruang rias. Kinara diam-diam meliriknya dan berpura-pura tidur karena lelaki itu sangat menyeramkan dan mencurigakan. Ia memasukkan sesuatu di dalam botol minum itu kemudian menutupnya kembali. Setelah menjalankan aksinya lelaki itu pun keluar.
"Hah....sungguh apa yang dilakukannya pada minuman itu? apa dia memasukkan racun kedalamnya?" gumam Nara.
Indra datang ke ruangan Kevin dan mencari keberadaan Kinara.
" Maaf ya Kinara saya lama, kamu pasti lelah menunggu. Ayo saya antar kamu sekarang" ajak Indra.
Kinara yang merasa ragu dan bingung karena takut Kevin datang dan meminum air itu, akhirnya menggunakan akalnya.
" Om saya begitu lelah menunggu dan haus, bolehkah saya meminta minuman itu" Nara pun menunjuk ke arah meja rias Kevin yang terdapat botol minum Kevin.
" Oh...tentu saja, kamu bisa bawa minuman itu dan saya akan meminta yang baru" jawab Indra.
Kinara segera mengambil botol itu dan membawanya bersamanya.
" Kenapa tidak langsung diminum" tanya Indra.
" Oh...ia om nanti saya minumnya" sambil melihat ngeri ke arah botol minum yang dipegangnya. Kinara pun pulang, sesaat dijalan ia melihat lelaki tadi disamping Lilian dari kejauhan dan akhirnya Nara paham perbuatan siapa yang ingin mencelakakan Kevin.
__ADS_1
...........
bersambung