
Kinara berada di tengah ruangan tampak cantik menyapa kolega papa nya. Ia bak bidadari yang membuat Damian terpana jatuh hati kembali. Lili yang melihat hal itu yang merasa sudah berdandan habis habisan merasa kesal melihat mata Damian hanya menatap pada Kinara.
Ia juga tak sengaja memperlihatkan Kevin yang di lihat ternyata juga fokus memandangi Kinara dari jauh.
" ih...ih apa sih bagusnya Nara, bikin kesal" katanya benci.
": ( sayang kamu liatin apa sih dari tadi" kata Lilian manja pada Damian.
Damian yang tadi bengong menatap Kinara kaget dan ia pun memeluk mesra Lilian.
" bukan apa-apa sayang" sambil mencium puncak kepala lili.
"(huh uh..kamu kira aku gak tau siapa yang kamu lihat hah, kamu itu cuma pion yang bisa aku gunakan untuk buat aku sukses karena aku sudah tidak mencintai mu lagi. Laki-laki yang harus aku kejar saat ini adalah Kevin seorang idola yang tampan dan kaya) kata Lilian dalam hati. Dari jauh Lili juga melihat Sammy saingan Kevin yang sebelas dua belas jika disandingkan ketampanan nya dengan Kevin. Kevin pria tampan berwajah dingin, sammy pria tampan berwajah lembut.
" Ini juga cadangan aku selain Kevin buat mendapatkan ketenaran Ku Sam....my" Lilian bergumam pelan dan tersenyum penuh arti.
Di tengah pesta Nara berbincang dan tertawa ramah dengan rekan bisnis papa nya dan juga putra mereka. seakan-akan papa nya sengaja melakukan semua ini. papa nya ingin Kinara melanjutkan bisnis keluarga mereka karena Nara adalah putri tunggal mereka. Ia ingin agar semua orang mengenal kinara. Acara yang begitu besar dan megah. Tamu undangan adlah pengusaha-pengusaha besar serta artis dan aktor serta CEO agensi dan banyak lagi.
" pah Nara istirahat ya..." dengan wajah yang lelah karena ayahnya yang meminta akhirnya ia diperbolehkan untuk mengambil udara segar kembali. Nara adalah anak yang baik dan patuh pada orang tua, walaupun ibunya sudah tidak ada tapi ia sangat menyayangi ayahnya begitu pula sebaliknya ayahnya juga sangat menyayangi putri semata wayangnya itu. Ia mendukung apa pun keinginan putrinya selama itu sesuatu yang positif. Seperti penyamaran yang dilakukan anaknya untuk mendapat cinta sejati. Ia tidak melarang malah mendukung ide tersebut. Ia juga ingin mendapatkan calon menantu yang mencintai anaknya apa adanya bukan karena harta nya.
"Haaaaah.....capeknya kapan acara ini berakhir" keluh Kinara.
" Hai...." sapa Kevin.
Hal itu membuat Kinara kaget bukan main.
"(apa an sih orang ini mendekat melulu, baru mau bernapas lega eh...datang yang bikin lelah karena harus akting, mimpi apa semalam)" Kinara berkata dalam hati.
" Hai....kamu baik-baik saja" tanya Kevin khawatir karena gadis di depannya diam saja.
" Hem....hai," Nara berusaha mengubah gaya bicara nya agar tampak berbeda.
" tadi kita belum berkenalan, saya Kevin" ia mengulurkan tangan dan tersenyum kecil yang tentu saja menawan saat dipandang Kinara. Hati kecilnya berdetak padahal ia sudah sering berdekatan dengan Kevin saat belajar bersama tapi malam ini Kevin tampak berbeda dengan tampilan jas nya dan ia yang makin tampan malam ini.
" oh...maaf, saya Rara" ia menjabat tangan nya cepat dan menarik nya kembali.
__ADS_1
"Rara, siapa nama lengkap kamu" tanya Kevin kembali.
Beruntung seseorang datang dan orang itu adalah Lilian yang sejak tadi ingin menghampiri Kevin. Ia sudah bekerja sama dengan Damian dan bilang pada Damian untuk mendekati mantan nya itu.
" Hai...Nara apa kabarmu?" sapa lilian dengan sok akrab.
Nara kaget, ia tak menyangka akan bertemu teman dekatnya yang telah mengkhianati dan menusuknya dari belakang itu. Tapi baguslah ia telah mengetahui semua kenyataan sebelum terlalu jauh.
" Baik, seperti nya kamu juga baik dan sudah sukses" sindir nara penuh amarah dan ia diam mematung. Ia memandang pria di samping Lilian yang tak lain adalah mantan yang paling ia percaya dan kasihi dahulu.
" Nara bukan Rara " kata Kevin makin curiga pada gadis disampingnya ini.
" Hai...Kevin kamu kenal dengan sahabat baik aku ini ya? Aku Lilian" sapanya pada Kevin yang masih diam memperhatikan Kinara. Melihat hal itu lili merasa kesal dan menarik tangan nya kembali. Giliran Damian yang sok akrab menyapa Kinara.
" Hai... bagaimana kabarmu? sudah lama ya?" ia memandangi Kinara yang ia rasa tampak sangat marah dan menganggap bahwa kinara sedang cemburu dan masih mencintainya.
"kabar....setelah sekian lama, maaf saya sedang tidak enak perut saya perlu ke toilet" Nara meninggalkan ketiganya begitu saja dengan menahan tangis dan amarah yang rasanya sudah tidak tahan ia bendung.
" sungguh tidak tahu malu, apa yang ada di pikiran mu Damian,lili harusnya kalian berdua tidak pernah muncul di hadapanku" katanya bergumam sendiri sambil jalan menuju toilet. Tanpa sengaja ia bertubrukan lagi dengan Sammy.
" saya baik-baik saja" Nara berusaha pergi menghindari Sammy tapi Sammy masih saja mengikuti nya Krena khawatir.
" kamu tidak baik-baik saja":Sammy lalu memeluk Nara dan ia terdiam lalu tak tahan lagi akhirnya ia menangis 😠meledak di pelukan Sammy.
"maaf sudah tidak sopan dan memeluk mu" ia mengelus puncak kepala Nara dan memeluknya erat walaupun ia tak tahu sebenarnya masalah apa yang telah dilalui Nara. Ia berusaha menenangkan Kinara dan membawanya ke ruang istirahat sambil menyuruh nya duduk di sofa. menunggu Nara agar tenang dan memberinya minum air putih yang ada di meja istirahat.
" kamu sungguh berpengalaman" seru Kinara yang sudah mulai tenang tapi dengan mata yang agak bengkak dan merah merasa malu di tapi kemudian ia tertawa melihat tingkah lucu Sammy yang menggaruk-garuk kepalanya.
" sungguh....apakah kamu tersentuh?" katanya sambil mengelus pipi kinara sehabis menangis.
" syukurlah kamu sudah tersenyum" ia mendekatkan wajah tampan nya dan menyentuhkan keningnya di dahi Nara lalu tertawa.
" kamu sudah sadar sekarang ,aku hanya memeriksaku" sebenarnya ia ingin melakukan hal lebih tapi ia takut Nara membencinya dan salah paham.
Nara terdiam lalu tertawa, awalnya ia pikir Sammy akan menciumnya dan ia sudah deg deg an parah luar biasa. Apalagi di kal wajah Sammy mendekati nya.
__ADS_1
" apakah kamu seorang player?" tanya nya sambil tersenyum.
" sayangnya saya belum pernah sekalipun berpacaran nona cantik" sambil mencubit hidung Nara pelan.
Nara tersentak kaget akan tingkah Sammy yang menurutnya sangat baik dan hangat. Di saat mereka sedang tertawa bersama ad seorang wartawan yang melihat ia berdua dan senang akan mendapatkan berita besar.
.....
Kevin melihat Damian dan Lilian yang sepertinya sudah membuat Nara pergi tak suka. Mereka berdua seperti ada maksud mendekati nya dan ia segera tau. Karena ia sudah berpengalaman di dunia hiburan ini.
" Aku gak tau ada hubungan apa kalian berdua dengan gadis tadi tadi, tapi maaf saya begitu sibuk untuk hanya berbincang dengan kamu" ia berlalu pergi kemudian kembali lagi.
" oh...ya sapa namu kamu lilisan kah atau siapa pun itu jangan sok akrab dengan saya karena saya tidak mau ada skandal apa pun itu" Kevin lalu pergi meninggalkan Lilian.
Lilian merasa marah dan kesal atas sikap Kevin yang merendahkan nya.
"kita lihat saja nanti,aku akan membalas semua perbuatan kamu Kevin dan kamu akan bertekuk lutut di hadapanku" lili pun pergi dan kembali ke tengah acara mencari pengusaha yang bisa membantu nya menjadi lebih terkenal.
Kevin pergi berkeliling mencari Nara dan akhirnya ia melihat Nara dan Sammy dari kejauhan ia juga melihat seseorang yang memotret mereka berdua. Ia kemudian merampas kamera dan mengeluarkan film nya.
" Apa yang kamu lakukan? " wartawan itu kaget melihat Kevin di sampingnya dan segera pergi menjauh tapi Kevin segera menarik kerah bajunya.
" kamu melanggar privasi seseorang di acara besar ini, apa kamu mau saya laporkan dan usir sehingga kamu malu" kata Kevin mengancam.
" baiklah kamu bisa menang sekarang,tapi lihat saja nanti" wartawan marah dan pergi meninggalkan Kevin.
Entah kenapa ia merasa lega padahal sebelumnya ia tidak pernah mau ikut campur masalah orang lain dan tak pernah peduli. Tapi sekarang ia malah mencari musuh hanya untuk seorang gadis yang belum diketahui siapa dia sebenarnya.
.
.
......
.. bersambung
__ADS_1