
Kinara bersenandung riang di kamarnya setelah membersihkan diri. Ia senang sekali terlepas dari belenggu seorang Kevin. Ia berjoget ria berlenggak lenggok kesana kemari. Berjingkrak seperti girl band Korea.
" Ini kah rasanya bahagia yang sesungguhnya" Kinara berteriak seperti orang gila. Kemudian tertawa sendiri hingga tiba-tiba sebuah pesan masuk dari Indra paman Kevin.
" Lho kenapa om Kevin kirim pesan ya, ia pun merebahkan dirinya di kasur sambil membuka pesan.
"(Nara ini om Indra, besok sepulang sekolah ada yang mau om bicarakan, om tunggu di cafe bunga dekat sekolah kamu ya" pesan dari Indra).
"(baik om)" jawabnya singkat. Lalu ia kembali berbicara sendiri dan berteriak kembali.
"Hem....baiklah om,besok kita akan bertemu untuk terakhir kali sekalian Nara mengucapkan selamat tinggal dan terima kasih atas semua penderitaan Nara...hu...hu...hu...yang telah berakhir" Kinara kembali tertawa riang sambil kembali berjoget dan meletakkan handphone nya kembali setelah selesai membaca pesan.
Tok....tok...tok...
" iya siapa" tanya Nara.
" Ini papah Nara" jawab papanya.
" Oh...papa masuk saja pah, pintunya tidak Nara kunci kok." balas Nara.
Papa Nara masuk melihat kamar Nara yang berantakan sekali.
" Kenapa kamar kamu berantakan sayang, apa bibi tidak membereskan nya." sambil melihat sekeliling.
Namun Nara membalas dengan tertawa riang.
" Gak apa-apa pah, Nara kok yang berantakin." jawab Nara.
" Kenapa?" tanya papanya.
" Lagi ingin saja pah" jawabnya sambil tersenyum.
' Oh...ya papah cuma mau kasi tau kalau besok papa berangkat ke Amerika ada proyek besar yang harus diselesaikan. Kali ini papa tidak bisa kasi tugas ke asisten papa, harus papa yang turun tangan langsung. " kata papa nya sedih.
" iya papa gak apa-apa kok, Nara paham. Papa jaga diri disana. jangan telat makan dan minum vitamin. Tidur yang cukup, kasi kabar ke Nara jika sudah sampai dan telepon Nara setiap hari. Kita sesuaikan waktu disana dan disini." jawab Nara bijaksana ke papanya sambil menggenggam tangan papa nya.
" Terimakasih ya sayang kamu itu Putri papa satu-satunya harusnya papa yang kasi pesan sama kamu. Kalau ada apa-apa telpon papa atau sekretaris papa. Asisten papa ikut papa, jadi disini sekretaris papa yang handle Sama manajernya." Nasihat papa kepada Nara.
" Okey....siap pah" sambil memberi hormat kepada papa nya.
" Oh...ya gimana pekerjaan kamu jadi guru privat? tidak menggangu pelajaran atau aktivitas kamu di sekolah kan? kalau iya kamu berhenti saja sayang." pesan papa kepada Nara.
" Tenang saja pah sudah beres" kata Nara sambil tersenyum.
" Maksud kamu???" tanya papanya.
" Udah-udah nanti saja cerita nya yah.... pah sekarang ayo kita pergi makan malam yuk pah. Habis itu Nara bantu bibi Peking barang papa buat berangkat besok sekalian pilihkan papa baju. " sambil menggandeng papanya keluar kamar turun menuju meja makan.
Malam itu merupakan malam yang panjang untuk papa dan anak itu sambil bercerita dan bercengkrama berbagai hal dan nasihat yang papa nya berikan untuk Nara sepeninggal papa nya pergi besok. Papanya sangat menyayangi putrinya itu, begitu pula sebaliknya.Mereka seperti teman saling mengingatkan satu sama lain.
Pagi hari
Nara segera bersiap pergi ke sekolah dan mencium tangan papa nya setelah makan bersama. Berkali-kali ia mengingatkan papa nya, begitu pula sebaliknya. Papa nya masih harus ke perusahaan setelah itu baru ia berangkat kerja.
Di sekolah
Nara mengayuh sepedanya dan dilewati oleh mobil Nabila dan geng nya.
" yuk...lomba yuk cupu" ejek Nabila, gadis dan teman lainnya yang ada di mobil mendahului dia.
" Dasar kekanakan" Nara hanya geleng-geleng kepala.
__ADS_1
Pagi itu tampak sebuah mobil melewati Nara dan seseorang yang tersenyum memandangi Nara dari dalam mobil.
" Kamu yakin mau pindah ke sekolah ini. Padahal kamu kan sudah kelas 3 SMA sebentar lagi lulus. Nilai kamu juga bagus-bagus" kata seorang manager kepada seseorang di dalam sana.
" Ia yakin, oh ya untuk syuting hari ini siang hari kan?" tanya nya kepada manager nya.
" Ia siang, nanti saya jemput kamu setelah pulang" manager nya heran kenapa Sammy tiba-tiba ingin pindah ke sekolah yang sama dengan Kevin. Padahal dulu dia lah yang minta agar tidak satu sekolah dengan Kevin.
Sesampainya di sekolah. Sammy turun dengan pakaian sekolah dan mendapatkan banyak gadis yang terpana akan ketampanan nya. Sammy hanya membalas dengan senyuman.
" wah....itu Sammy sang idola" teriak salah satu gadis.
" mana" teriak gadis yang lain.
Nabila dan geng juga terpana menatap kedatangan Sammy. Mereka melongo terdiam saat Sammy melewati mereka dan tersenyum.
" Hai....guys lihat gue meleleh dibuatnya" kata Nabila dengan gaya centilnya.
" Lihat seragamnya, seperti nya Sammy bakalan sekolah di sini, senangnya" kata gadis histeris.
Kinara yang baru sampai setelah mengendarai sepeda terlihat lelah sedang memarkirkan sepeda. Dia melihat suasana sekolah yang tampak beda seperti biasa karena melihat banyak gadis yang tertawa senang dan gembira.
" Ada apa ya?? kenapa pada heboh semua, ah...udahlah lebih baik Nara cepat ke kelas" ia pun bercermin di sepedanya menatap penyamaran dirinya yang sempurna dari letak tompel hingga kaca mata.
.............
Pulang sekolah
Nara segera pulang karena sudah ada janji dengan Indra paman Kevin. Tapi saat akan keluar kelas dia bertubrukan hingga tubuhnya oleng tapi dengan sigap lelaki di dekatnya menangkapnya hingga ia tak terjatuh.
" au....kamu baik-baik saja" tanya Sammy dan kaget ternyata gadis itu adalah belahan jiwanya.
" ah.... terimakasih" Nara begitu malu dan kaget ternyata ia bertemu dengan Sammy.
" Kamu sekolah disini Nara" tanya Sammy pura-pura tidak tau. padahal alasan dia pindah sekolah disini karena ia mencari tau tentang Kinara hingga memutuskan untuk pindah sekolah.
" ah...iya" Nara tersipu malu setiap bertemu Sammy.
__ADS_1
" Kenapa setiap bertemu pasti kamu jatuh ke pelukan saya" sambil membenarkan Nara berdiri Sammy mencoba menggoda Nara.
" iya...ya kenapa" wajah Nara merona karena Sammy menatap nya dekat sekali.
" Sudah boleh dilepas" kata Sammy.
" Oh...iya maaf" Nara merasa malu dan merutuki dirinya begitu bodoh karena masih memegang lengan pria di depannya.
" Ternyata kita satu sekolah, Untuk balasan saya. Besok ajak saya keliling sekolah ya?" katanya berbisik di telinga Nara.
" Okey" jawab Nara sambil tersenyum.
Sammy senang sekali dengan jawaban Nara dan bermaksud untuk mengantarkan nya pulang tapi handphone Nara berbunyi dan itu pesan dari Indra. Setelah membalas pesan, ia pun pamit kepada Sammy.
" Maaf Nara pulang dulu ya, soal nya sudah ada janji" Nara pun pergi meninggalkan Sammy sambil tersenyum.
" okey...jangan lupa besok ya" kata Sammy sambil melambaikan tangannya.
.....
Di cafe bunga
" Maaf om..sudah lama ya?" tanya Nara dengan napas terengah-engah karena berlari.
" iya gak apa-apa Nara" jawab Indra.
" Om kesini mau membicarakan tentang kontrak kerja kamu selama menjadi guru Kevin" menunjukkan kontrak yang ditanda tangani.
" Apa ini om, denda milyar an dan apa ini" Teriak Nara histeris.
" kontrak tidak masuk akal apa ini?" tanya nya marah.
" Tapi kan kamu langsung tanda tangan, harusnya dari awal kamu baca dulu sebelum setuju " kata Indra menanggapi.
Nara merasa dirinya begitu bodoh dan harusnya dia membaca kontrak nya terlebih dahulu. Ia terduduk lesu dan karena tindakannya yang ceroboh ia sudah terikat dengan dengan kontrak tidak masuk akal yang merugikan dirinya sendiri ini. Pada akhirnya via tidak bisa berhenti.
Di dalam mobil Kevin melihat Nara yang terduduk lesu tersenyum puas karena pada akhirnya gadis itu akan kembali kepada dirinya.
__ADS_1
........
bersambung