Cinta Sang Artis Idola

Cinta Sang Artis Idola
episode 11 (Menatap lekat)


__ADS_3

Pagi hari yang lelah untuk Kinara setelah pesta yang terjadi tadi malam, ia menguap dan menutup mulutnya. Dengan mengayuh sepeda butut milik bibi nya ia akan menuju kediaman Kevin sang artis idola untuk memberikan les privat.


" aduh....gimana nih semoga Kevin gak curiga karena kejadian di pesta tadi malam" keluh Kinara.


Tanpa sadar akhirnya Kinara sampai ke kediaman Kevin. Setelah pesta kemarin Kevin hari ini dia libur dan sedang istirahat di rumah. Ia terus terpikir kan wajah gadis tadi malam yang menurutnya mirip dengan guru les nya itu. Walau perbedaan nya jauh karena tompel, penampilan ,make up dan juga dandanan.


Ia jadi menantikan kehadiran Kinara dan tetap penasaran karena nama yang mirip. Ia melihat Kinara telah sampai dan sedang memarkirkan sepedanya.


" Sungguh penampilan yang berbeda, apakah mereka anak kembar? Gadis tadi malam sangat cantik, glamor dan Juga anak pemilik perusahaan besar sedangkan ia hanya gadis biasa dan miskin" ia bergumam pelan.


Kinara memencet bell rumahnya dan ia segera membuka kan pintu.


"Selamat siang Vin" Kinara mencoba untuk bersikap santai.


" Siang, silakan masuk" Kevin mempersilahkan Kinara masuk ke ruangan tengah sambil mengikuti Kinara dari belakang.


Kinara yang merasa diperhatikan sebenarnya sangat gugup dan keringat dingin. Ia mencoba memecah kesunyian antara mereka berdua.


" Hari ini kamu hanya tinggal sendirian?" Om kamu gak ada?" tanya Kinara basa basi.


" Hem.....iya paman ada urusan dengan agensi mungkin dia pulang malam." Kevin menjelaskan sambil menatap Kinara.


" Bolehkah saya minta air, saya sangat haus" pinta Kinara sopan karena ia memang capek sehabis bersepeda, tapi ia juga gugup hanya berdua dengan Kevin yang terus menatap nya lekat seakan memikirkan sesuatu tentang dirinya.


" Sebentar akan saya ambilkan, kamu mau jus atau apa?" tawar Kevin.


" Apa saja boleh yang penting segar dan dingin" pinta Nara supaya ia bisa sedikit bernapas lega dengan kepergian Kevin walaupun sebentar.


" okey" jawab Kevin meninggalkan Kinara menuju dapur. Ia mengambil softdrink dan cemilan untuk dibawa ke tempat belajar nya bersama kinara.


" Ini minumnya dan cemilan nya" Kevin meletakkan di atas meja kemudian ia duduk di depan Kinara.


" Ada apa? kenapa kamu melihat saya terus Vin" tanya Kinara.


" Tidak apa-apa kamu mirip seseorang" jawab Kevin.


Dada Kinara berdebar tak karuan, ia terlihat pucat dan tak tenang. Kevin yang melihat itu menjadi khawatir.


" Kenapa kamu begitu pucat, apa kamu sakit?" Tanya nya kepada Kinara.

__ADS_1


" Tidak, saya hanya sedikit gugup karena hanya kita berdua saja disini" kilah Kinara sambil tersenyum melihat Kevin.


Kinara yang melihat hal itu tak tenang.


" Bisakah kamu duduk di samping saya" pinta Kinara kepada Kevin.


" Bukankah kamu gugup saat kita hanya berduaan, lalu kenapa kamu meminta saya duduk di dekatmu" Tanya Kevin semakin curiga.


" Saya percaya sama kamu kok Vin walaupun saya gugup, seorang idola dan terkenal tak mungkin melakukan hal itu apalagi kepada seorang wanita yang tak menarik dan biasa ini" jelas Kinara kepada Kevin.


Kevin berdiri dan mendekat kepada Kinara.


" Apakah kamu yakin? seorang idola tetap juga seorang pria, apalagi jika ia berhadapan dengan seorang wanita yang begitu membuat nya penasaran" ia menjawab Kinara sambil memegang rambut Kinara dan menyelipkan nya dibalik telinga.


Kevin begitu dekat, ia menatap Kinara penasaran, mulai dari wajah, hidung, mata dan tompelnya ia ingin memastikan semua serta mengingatnya. Kinara mulai sedikit menjauh karena ia begitu takut dan gugup, Kinara berusaha berani dan menutupi semua itu.


" Apa yang kamu lihat dari saya yang hanya seorang gadis biasa dan miskin ini? kamu penasaran tentang apa?" tanyanya kepada Kevin.


Kevin tidak akan membuatnya semakin takut padanya, ia berpikir akan mencari tau pelan-pelan. Ia tidak mau gadis di depannya ini akan pergi meninggalkan nya diam-diam karena semua kecurigaan nya apada kinara.


" Aku hanya bercanda denganmu Nara" katanya sambil tertawa.


" Apa?? jadi dari tadi kamu." Hah....." hati Kinara begitu lega akan semua yang Kevin katakan.


"Baiklah, hari ini saya akan mengajari kamu matematika setelah tugas kamu ini selesai.


Nara menjelaskan kepada Kevin cara cepat dan pengerjaan nya seperti apa. Kevin senang dengan cara mengajar Kinara yang menurutnya sangat baik dan mudah untuk dimengerti.


Selesai mengajari Kevin, Nara berkemas secepatnya.


Kevin yang melihat hal itu , tentu tak akan tinggal diam dan berusaha agar Nara tetap tinggal.


"Aduh...aduh perut saya tiba-tiba sakit" bohong Kevin dengan aktingnya yang kelihatan nyata di mata Nara.


" Apakah kamu baik-baik saja Kevin?"Perlukah saya memanggil dokter?" tanya Kinara khawatir.


" Au tidak perlu, kamu hanya harus berada di samping saya sambil membuatkan saya air hangat sambil memijat perut saya" kata kevin bertanya apakah Nara begitu berani untuk memijat nya.


" baiklah jika itu mau kamu" jawab Kinara.

__ADS_1


"Kalau begitu saya pinjam dapur kamu ya? saya kan membuat kan makanan yang baik untuk seseorang yang sakit perut." ijin Kinara kepada Kevin.


" Hem. baiklah" jawab Kevin singkat.


" Kamu tunggu disini aja ya Kevin" Kinara langsung menuju dapur dan melihat apa yang bisa dipakai untuk memasak.


Kinara membuat bubur dan juga teh hangat untuk Kevin. Setelah selesai ia membawa ke kamar Kevin makanan dan juga minuman. Ia juga membawa obat untuk sakit perut.


" Makanlah selagi hangat dan juga ini teh hangat nya. jelas Kinara.


" Baiklah terimakasih, kamu sangat baik" puji Kevin kepada Nara.


" Ini tidak gratis, lain kali kamu harus memasak kan sesuatu untuk Ku juga" jawab Kinara sambil tersenyum.


Melihat senyum Kinara dan mata indah Kinara ia tetap sangat cantik menurut Kevin walaupun dengan penampilan seperti itu.


" Apa yang kamu lihat Vin?" tanya Kinara.


" Bukan apa-apa, hanya menurutku kamu sangat cantik saat tersenyum"


Nara yang mendengar itu kaget dan ia sampai tersedak sampai ke wajah Kevin.


" Aduh....maaf, saya tidak sengaja" Nara segera menyeka dengan kain bersih.


" Apa maksudnya saya cantik saat tersenyum dan itu membuatku menjadi kaget sampai membuat mu basah Vin, jangan meledekku".


" Cantik itu bukan hanya kita lihat dari wajahnya saja tapi dari hatinya juga harus cantik" jawab Kevin.


" Benarkah??" Tapi bukankah kamu juga suka wanita yang cantik dan juga ****.


" apa maksud perkataan kamu Nara? memangnya kamu tau ?" tanya Kevin kepada Kinara.


" Saya hanya berpikir semua pria menyukai itu semua" jawab Kinara asal.


"Apakah kamu berpikir saya juga pria seperti itu?" tanya Kevin kepada Kinara.


Kinara hanya diam saja dengan pertanyaan kevin. Kinara lalu beralih dan menanyakan hal lain.


" apakah kamu sudah baikan?" tanya Kinara yang melihat Kevin masih menatapnya menunggu jawaban.

__ADS_1


.........


bersambung


__ADS_2