
Sammy mendatangi Kinara sambil tersenyum, Kevin yang melihat itu menjadi sebal.
"Huh dasar lalat pengganggu selalu ada dia disaat mau berdua saja dengan Nara, apa sih maunya nih anak"batin Kevin.
"Nara selamat pagi" ucap Sammy sambil tersenyum.
" Pagi Sammy, kamu begitu ceria pagi ini" balas Kinara.
" Siapa yang tidak ceria pagi-pagi sudah dikelilingi gadis gadis cantik" Sindir Kevin.
" Iya sih kalau dilihat kalian sama-sama idola yang disukai gadis-gadis tapi mereka pada enggan mendekati kamu Vin kalau wajah kamu dingin dan jutek begitu" senggol Kinara di lengan Kevin sambil tertawa.
Dada Kevin berdebar mendapat perlakuan seperti itu dari Kinara. Ia menatap wajah Kinara yang tertawa. Ia memegangi dada nya dan menggeleng dan berharap apa yang ia rasakan salah.
" Kamu kenapa Vin" tanya Sammy heran melihat wajah Kevin yang memerah.
" Iya apa kamu sakit wajah kamu memerah" tanya Nara sambil memegangi dahi Kevin.
Kevin yang mendapat perlakuan tiba-tiba dari Kinara yang memegangi dahinya mendadak kaku di tempat.
" Tidak saya baik-baik saja" jawabnya masih begitu tegang.
" Saya mau ke kamar mandi dulu, kalian duluan saja" Kevin pun berlari meninggalkan Sammy dan Rara sambil menenangkan hatinya yang berdebar tak karuan.
" Dia kenapa ya Sam?aneh sekali dia hari ini"
" Ia mungkin Kevin kebelet ke kamar mandi" jawab Sammy tidak peduli.
🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼
Di kamar mandi
" Hah...kenapa ini, apa saya sedang sakit kenapa jantung terus berdebar, mungkin saya harus segera memeriksakan diri ke dokter" Ia bercermin menatap dirinya dan melihat pipinya yang merona dan menepuk pipinya.
🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺
Pulang sekolah
__ADS_1
" Nara, ayo saya antar kamu pulang" tawar Sammy.
"Sammy terimakasih tapi saya membawa kendaraan sendiri" menunjukkan sepeda yang akan dinaikinya.
" Tidak masalah, sepedanya bisa dimasukkan ke dalam mobil" terang Sammy kepada Nara. Tapi Nara tetap menolak dengan halus permintaan Sammy dan akhirnya Sammy pulang dengan kecewa. Tak lama setelah itu datanglah Kevin dengan mobilnya mengklakson Kinara dan ia kaget mendengar lalu menoleh ke arah sumber suara.
" Kevin...kamu gila ya, kalau saya jatuh gimana? Kinara pun menghentikan kayuhan sepedanya begitu pula Kevin ia pun keluar dari mobil dengan memakai topi dan kacamata untuk menyamar takut-takut ada fan girls nya. Ia turun dan mendekati Kinara.
" Iya maaf saya cuma mau mengajak kamu naik ke mobil, kan kamu mau ke apartemen saya buat mengajar kan saya" sambil memasang wajah imut dan sontak Kinara tertawa karena Kevin idola berwajah dingin itu mencoba memasang wajah imut.
"Kenapa kamu tertawa Nara, bukankah wajah saya tetap tampan seperti apa pun ekspresi wajah saya ini" Kevin berkata dengan percaya dirinya.
Tapi apa yang dikatakan oleh Kevin memang benar. Kinara tidak menjawab karena ia tidak mau melihat pria di sampingnya itu besar kepala. Sejak Kinara mengenal Kevin ternyata dia adalah pria yang kekanakan dan juga lucu. Selama ini orang-orang hanya menganggap nya idola si wajah es.
" Kamu kenapa diam saja, kalau diam berarti apa yang saya katakan benar. Sudah ayo naik" sambil menarik tangan Kinara dan melipat sepedanya masuk ke dalam mobilnya. Mereka pun pergi meninggalkan jalan itu berdua.
Sampai di kediaman Kevin di apartemen, Kinara dan Kevin turun bersama. Sepanjang perjalanan mereka diam tanpa ada percakapan.
" Kamu kenapa diam saja Nara" tanya Kevin.
" Gak saya hanya lagi malas bicara saja" jawab Nara sambil memikirkan sesuatu.
" Ya...ada apa dengan gadis itu" tanya Kevin kembali.
" Hati-hati dengan gadis itu Vin, sebelumnya saya kan ada datang ke tempat kerja kamu kemarin" Nara menjelaskan.
" Ya, lalu ada apa dengan kemarin Nara" Tanya Kevin penasaran.
" Saya harap kamu tidak langsung menyimpulkan atau memarahi dia langsung, maka saya akan menceritakan kepada kamu kejadian semalam" terang Nara.
" baiklah jika itu mau kamu, lalu apa itu?"Kevin
Kinara pun menjelaskan panjang lebar dari seorang lelaki masuk dan memasukkan sesuatu ke dalam minuman nya, lalu pria itu menemui Lilian. Tapi Nara tidak menceritakan tentang dia menemui dokter pribadinya untuk memeriksa isi dalam air itu.
" Kamu tidak mengarang cerita kan Nara" Kevin.
" Ya sudah kalau kamu tidak percaya Vin, saya hanya menceritakan apa yang saya lihat kepada kamu. Lagian apa untungnya saya bilang kamu seandainya itu benar ataupun tidak.
__ADS_1
Sambil berpikir ia percaya dengan apa yang dikatakan Kinara. Ia tidak mungkin berbohong hanya untuk menjatuhkan seseorang.
" Tapi darimana kamu mengenalnya?Kamu tahu namanya darimana. Apa gadis itu begitu terkenal?" Saya juga baru mengenal nya karena dia yang yang mendekati saya dan mengenalkan dirinya." Jelas Kevin pada Nara.
"Hem...tentu saja saya mengenalnya karena dia sudah merebut....." Kinara lupa bahwa sekarang dia sedang menyamar hampir saja dia mengatakan kalau Lilian telah merebut kekasihnya. Untung saja dia segera memutus perkataannya karena kalau tidak Kevin bisa cemburu padanya.
" Merebut apa Kinara?" tanya Kevin.
" Bukan apa-apa, ini hanya masalah yang sudah lalu." jawab Kinara lalu mengalihkan pandangannya.
" Baiklah kalau kamu tidak mau cerita" jawab Kevin tidak mau memaksa.
🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼
Sampai di apartemen
" Kita sudah sampai, ayo turun" Kevin membuka pintu mobil. Tapi ia tampak kaget karena tompel di pipi Kinara lepas dan melekat di lengan Kinara. Tanpa sadar waktu ia di dalam mobil entah sejak kapan tompel itu telah terlepas begitu saja.
"Kamu....siapa kamu sebenarnya?"tanya Kevin dengan mulut yang terbata-bata.
" Apa maksud kamu menanyakan itu?"tanya Kinara heran. Ia tidak sadar jika tompelnya terlepas.
" Itu kenapa-kenapa tompel kamu bisa lepas?" Kevin menunjuk ke arah pipi Kinara. Kinara yang mendengarnya itu menjadi kaget.
" Apa?" ia menjadi panik sendiri. Akhirnya apa yang ditakutkan nya benar-benar terjadi. Lalu Kinara menarik Kevin naik ke apartemen nya.
" Ayo kita segera ke apartemen kamu, biar saya jelaskan di atas." jawab Kinara.
Kevin hanya terdiam karena merasa syok akan apa yang dia lihat barusan. Pikiran nya kemana-mana saat ini. Rahasia yang sudah tersimpan lama akhirnya terbongkar sudah dan orang yang pertama kali mengetahui semua ini adalah Kevin. Yah Kevin, orang yang mau dia hindari karena sedari awal sudah mencurigai dia.
🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼
Sampai di dalam apartemen Kevin. Kevin masih termangu dengan semua yang terjadi. Ia menatap wajah Kinara kembali yang sudah memasang tompelnya.
"Hah....." Kinara mendesah dan siap akan menceritakan semua kepada Kevin semuanya.
........
__ADS_1
bersambung