Cinta Sang Artis Idola

Cinta Sang Artis Idola
episode 18 (Kinara dan Kevin)


__ADS_3

Kinara telah sampai ke rumah Kevin, ia pulang memakai mobil Kevin dan sepeda dia titip di sekolah.


" Masuk Nara, katanya kita belajar di apartemen kamu, ini kan rumah om kamu" tanya Kinara.


" Hem...disini lebih dekat, lagian nanti saya ada jadwal syuting dan pemotretan. Kalau pulang ke apartemen saya jaraknya lebih jauh" jawab Kevin.


" Oke, lalu kita mau mulai belajar sekarang" Nara bersiap karena ingin cepat selesai dan segera pulang. Ia tak ingin berlama-lama hanya berdua dengan Kevin.


" Apa kamu tidak lapar Nara, saya begitu lapar" keluh Kevin setelah mengganti pakaian nya dengan santai.


" Lapar....tapi saya masih ada bekal dari Sammy tadi" menunjukkan bekal kepada Kevin.


Kevin merasa kesal melihat bekal yang diberikan Sammy kepada Kinara.


" Oh... bolehkah bekal itu kita bagi berdua, perut saya sudah berdemo dan kamu lihat di dalam kulkas bujangan tua ini tidak ada apa-apa selain air. Yang ada cuma Snack dan mie instan." seru Kevin.


" Ayo kita makan dulu ambillah sebuah sendok lagi" Kinara menawarkan Kevin untuk makan bersamanya. Kevin merasa senang dan segera mengambil sendok untuk makan berdua dengan Kinara.


Mereka pun memakan bekal yang diberikan Sammy berdua. Kevin merasa senang bukan main. Perasaan ini tidak bisa diartikan. Saat makan ia menatap Kinara dari dekat, dari Kinara memasukkan makanan ke mulutnya, mengunyah makanannya sungguh sangat menarik untuk dilihat. Ia melihat tompel Kinara yang menurutnya sangat besar yang menutupi kecantikan Kinara.

__ADS_1


" Ehem....kalau boleh tahu, kenapa kamu tidak melakukan operasi untuk menghilangkan tompel di pipi kamu Nara" tanya Kevin penasaran.


" Oh...ini, saya suka seperti ini. Lagian ini kan ciptaan Tuhan jadi kita harus bersyukur." katanya berbohong.


" Benar juga sih, lalu Sammy apakah kamu dekat dengan dia?" tanya Kevin kembali.


" Kevin....kenapa kamu banyak tanya, ayo cepat makan, kamu sengaja ya biar tidak belajar jika lama-lama makannya." ejek Kinara.


" Iya, ini dimakan." jawabnya singkat.


"Aduh...kenapa lelaki ini begitu banyak tanya, apakah dia sedang mengintrogasi diriku, sungguh sial karena aku tak bisa berhenti dari pekerjaan ini karena kontrak gila ini. Seperti nya Kevin mulai curiga dengan tompel ini. kenapa juga pada malam acara itu aku harus bertemu pria dingin ini." batin Kinara.


"Pfffh...." Kinara hampir tertawa mendengar penuturan Kevin, tapi ia menahannya takut Kevin marah kepada dirinya.


" Barusan kamu ingin tertawa yah, hayo jawab" tanya Kevin.


" Gak siapa juga yang berani ketawain Kevin pria tampan sang idola bisa-bisa saya ini habis di tangan fans kamu" elak Kinara.


" wah, bagus kalau kamu sudah sadar, oh ya nara saya mau tanya" tatap Kevin serius.

__ADS_1


" Tanya apa" jawab Kinara gugup.


" Kamu punya saudara kembar atau punya masa kecil yang sulit dibayangkan hingga harus terpisah dari orang tua kamu" tanya Kevin tanpa berkedip dihadapan Nara begitu dekat.


" Maksud kamu apa Vin?" tanya Nara.


" Beberapa waktu lalu saya melihat seorang gadis mirip kamu di Acara pesta, dia sungguh cantik, elegan tapi bedanya dia gak ada tompel seperti kamu"


" Ah...kamu pasti salah lihat, bagaimana mungkin ada gadis cantik mirip gadis cupu seperti saya ini yang tidak menarik, apalagi saya hanya gadis miskin." kilah Kinara dengan dada berdebar kencang begitu gugup tapi mencoba menahan diri.


" Kamu yakin, coba kamu cari tahu, mungkin sewaktu kecil kamu terpisah atau dibuang dengan sengaja oleh orang tua kamu karena memiliki tanda di pipi" Kevin menerawang jauh masih penasaran.


" Apa sih, kamu kebanyakan nonton film, jadi seperti cerita-cerita gitu. ah...sudahlah kita mau belajar atau kamu mau bertanya tentang Nara sih" jawab Kinara ketus mencoba mengalihkan pembicaraan.


" Oh...baiklah ayo kita belajar" Walau didalam hati Kevin masih penasaran dengan gadis di depannya, ia pura-pura bodoh tapi yakin bahwa gadis di depan nya ini begitu gugup seperti menyembunyikan sesuatu.


.............


bersambung

__ADS_1


__ADS_2