Cinta Sang Artis Idola

Cinta Sang Artis Idola
episode 12 (Aku berhenti)


__ADS_3

"Jangan mengalihkan pembicaraan Nara" Kevin kembali menatap Nara yang menyeka dirinya basah akibat Nara tersedak.


"apa maksud kamu?saya bertanya karena khawatir" Nara berusaha mengelak. Nara masih membersihkan Kevin dan Kevin menurunkan tangan Nara dan menyudahi kegiatannya itu.


" Sudah cukup, saya baik-baik saja" perintah Kevin kepada Nara.


" Hem.... baiklah" Nara membersihkan tempat itu dan ingin segera pulang.


"Kamu pulanglah" Kevin akhirnya membolehkan Nara pulang, dia menganggap gadis di depannya ini tidak akan mudah untuk ditaklukkan. Gadis ini mempunyai rahasia pikirnya. Nara adalah gadis biasa yang membuat Kevin selalu memikirkannya. Ia sendiri heran dengan semua ini.


" Baiklah terimakasih, kalau begitu saya pulang dulu" jawab Kinara.


" Besok paman atau seseorang akan menjemput kamu."


"kenapa??tanya Kinara.


"Besok saya ada syuting, jadi kita belajar di sana." jawab Kevin.


" Kenapa saat syuting pun, kamu harus tetap belajar. Kenapa tidak libur saja dan belajar saat libur" Nara menjelaskan karena merasa tidak suka saat datang kesana.


" Bukankah kamu sudah dibayar, ulangan sudah dekat. Apa kamu mau bertanggung jawab jika nilai saya jelek".


Mendengar hal itu Nara terdiam, ( Dasar artis yang tak mau rugi). Rutuknya Nara dalam hati.


" Iya iya terserah kamu deh Kevin, kalau begitu saya pulang, kamu juga kelihatan sudah sembuh" kata Kinara.


.......


Di luar rumah Kevin


" Ah....dasar semaunya, main perintah saja. Belajar di rumah sekarang, Apartemennya, lokasi syuting. Jangan-jangan besok belajar di vila atau hotel punyanya. Mau pamer apa!!" Kinara sungguh mengeluarkan semua amarahnya sambil membuka kunci sepeda.


"ah...ah sungguh sampai kunci sepeda juga bermasalah, sungguh sial hari ini" kata Nara merasa nasibnya sungguh malang saat ini.


Kevin yang melihat dari kaca jendela rumah tidak tega, ia segera keluar dengan masker, topi dan kacamata nya.


"Kenapa kamu belum pulang" Tanya Kevin sambil melihat Kinara yang kesulitan membuka gembok sepeda nya.


" Memangnya kamu tidak lihat, ini kunci rusak" Kata Nara frustasi.


" ha...ha...ha, ups maaf" Kevin menertawakan Kinara yang membuat Kinara tambah marah.


"Kok ketawa sih, bukannya bantu malah meledek. Kalau tidak mau bantu lebih baik kamu masuk saja ke dalam Mr.Kevin" Sambil menekuk wajahnya dan mengerucutkan bibirnya.

__ADS_1


" Iya maaf".Kevin lalu mencoba tapi dia juga tidak bisa membukanya.


Kevin berusaha, sampai keringat membasahi keningnya karena panas dan juga malu karena dia ternyata juga tidak berhasil membukanya.


" Bagaimana, kok lama banget sih, Jangan-jangan kamu juga gak bisa buka ya?" Nara menyindirnya sambil tersenyum.


Kevin merasa marah karena perkataan Nara lalu ia melampiaskan kepada sepeda dan menendang nya.


"Ah....dasar sepeda butut" katanya kesal.


" lah....kok malah ditendang sih, ini sih bukannya bantuin tapi malah merusaknya." kata Nara kesal.


" Habis....bikin kesal saja, besok saya akan kirim motor ke rumah kamu untuk ganti sepeda ini" kata Kevin merasa bangga.


" Apa?? seenaknya saja" Kata Nara kesal.


" Loh kok dibelikan motor malah marah" tegur Kevin pada Nara.


" Apa segala sesuatu bisa diselesaikan dengan uang atau barang" teriak Nara kesal.


" Sini kuncinya" mengambil dari tangan Kevin.


Sambil marah, Nara berusaha membuka sepeda itu dan akhirnya bisa terbuka juga.


" Tuh kan bisa, saya tidak habis pikir dengan tindakan kamu hari ini" Nara berkata pada Kevin.


" Saya berhenti hari ini, tolong jangan hubungi saya lagi" Nara akhirnya punya alasan untuk berhenti dari pekerjaannya dan ini semua karena ulah Kevin sendiri.


Nara pergi berlalu sambil mengayuh sepedanya. Kevin hanya terdiam mematung mendengar semua penuturan Kinara. Ia merasa niat untuk membantunya malah menjadi suatu tragedi untuknya.


" Bukannya berterima kasih, malah pergi dengan marah-marah, belum pernah ada gadis yang menolak dan menghinaku seperti ini" kata Kevin merasa emosi.


" Baguslah kamu pergi dan berhenti dari pekerjaannya ini, karena dari awal, aku memang mau mengusir mu hei gadis cupu yang suka menasehati" ia berseru dan bergumam sendiri walaupun Kinara sudah tidak ada disana dan menghilang jauh dari pandangannya.


.......


~Di perjalanan pulang~


" Hore..... akhirnya Nara bisa berhenti dari pekerjaan ini, selamat tinggal untuk selamanya hei Kevin sang idola" Teriak Nara sambil tertawa cekikikan di jalan sembari mengayuh sepeda nya.


Ia sangat senang akhirnya bisa bernapas lega dan terbebas dari ketegangan setiap kali ia ditatap curiga oleh Kevin.


" Peran sang guru privat telah usai" serunya senang.

__ADS_1


Ia melajukan sepeda nya dengan perasaan gembira.


~Di kediaman Kevin~


Kevin terduduk lesu karena semua kejadian hari ini. Bagai petir di siang bolong yang serasa menyambarnya karena mendengar perkataan berhenti dari seorang gadis cupu Kinara.


"Kevin" panggil pamannya yang baru saja pulang dari agensi nya.


" Iya paman, baru pulang ya? jawab Kevin lesu.


" Kinara sudah pulang ya?" sambil melihat keadaan sekitar rumahnya.


" Iya paman dan dia juga sudah berhenti" jawab Kevin.


" Apa berhenti?? kenapa?? ini pasti ulah kamu ya?" sambil menjewer telinga Kevin.


" Aduh....aduh paman sakit, hentikan. paman kok kejam begini sih" teriak Kevin mengeluh kesakitan.


" Tapi apa dia tidak baca kontrak kerja nya ya?" gumam indra paman Kevin.


" Kontrak kerja? maksud paman apa?" tanya Kevin.


" Di kontrak bahwa Kinara tidak dapat berhenti bekerja sampai Kevin lulus sekolah dan apabila berhenti dia harus mengganti rugi sebanyak 1 milyar dan menjadi pelayan di rumah ini seumur hidup." jelas pamannya.


" Sungguh paman??" teriak Kevin senang.


" Iya sungguh, paman sengaja menulis kontrak yang tidak masuk akal supaya siapapun yang menjadi gurumu tidak bisa berhenti, sebentar paman telpon Ken ya?


Indra menelpon Ken beberapa saat dan menanyakan tentang kontrak dan yah benar saja ternyata Kinara langsung menandatangani kontrak tanpa membaca terlebih dahulu. Kevin yang mendengar sangat bahagia dan tertawa sumringah.


" Kenapa kamu begitu senang, Kinara kembali bekerja" tanya paman nya.


" Bukannya kamu senang dia berhenti" tanya pamannya.


" Siapa bilang begitu paman, awalnya Kevin memang tidak suka karena penampilan nya tapi tidak ada guru yang menjelaskan sebaik dia" Kevin menjelaskan pada pamannya.


" Wah....bagus itu sekarang kamu baru sadar akan pentingnya belajar"ledek pamannya.


" maksud paman? Kevin itu bukannya tidak suka belajar hanya malas saja karena capek bekerja" kilahnya.


" Ah...apa pun alasan kamu, ya sudah besok paman akan menjemput nya dan menjelaskan poin kontrak dan membawa Nara kembali" kata pamannya.


Setelah itu pamannya pergi meninggalkan nya untuk mandi. Kevin menyalakan televisi sambil tertawa senang.

__ADS_1


" hehehe akhirnya hei guru cupu besok kamu akan kembali kesini, kamu tidak akan lepas dariku selamanya" ia berteriak sekenanya sambil melihat situasi sekitarnya takut pamannya mendengar dan mengejeknya kembali.


...... bersambung.....


__ADS_2