
Indra mengantarkan Kinara hingga ke gerbang sekolah. Kinara menelpon sopirnya dan meminta agar sepedanya dibawa pulang dan dikembalikan ke bibi. Kinara segera menuju rumah sakit menemui dokter pribadinya disana.
Ia mengendarai mobil sangat cepat. Ia penasaran apa yang terdapat dalam air botol itu. Sesampainya di rumah sakit Bella langsung menemui dokter pribadinya sambil menunggu hasil laboratorium.
" Bagaimana dok apa yang terkandung dalam air mineral itu" tanya Kinara.
" Oh...ini sebenarnya obat pembangkit gairah" jelas dokter.
" apa? apakah tidak ada zat sejenis racun atau lainnya dok?" tanya Kinara kembali.
" Tidak ada Nara, ini sangat berbahaya untuk kamu. Siapa yang ingin mencelakakan kamu untuk meminum ini. Apakah kamu sudah meminumnya" tanya dokter Nita bertubi-tubi.
" Ah....apa yang sebenarnya direncanakan Lilian" gumam Kinara
" Hei...kenapa kamu berbicara sendiri, apa kamu tidak mendengarkan apa yang kutanyakan" Dokter.
"Oh iya maaf tadi kamu nanya apa dok?" Nara.
" Sudahlah lebih baik air ini saya yang buang, yang penting kamu baik-baik saja" dokter Nita.
Dokter Nita Adalah sepupu Kinara. Ia adalah anak dari kakak ibunya. Mereka tidak terlalu dekat. Walau begitu Nita sangat peduli dan sayang dengan Kinara seperti adiknya sendiri.
..........
Lokasi syuting
Selesai syuting adegannya Kevin segera menuju kamar ganti dan riasnya. Ia mencari keberadaan Kinara. Entah mengapa ia merasa kecewa melihat tidak ada Kinara disana.
" Kamu sudah selesai syuting" paman Indra.
__ADS_1
" Iya paman dari mana?" Kevin.
" Paman habis mengantarkan Nara pulang ke sekolahnya" Indra.
" Oh...pantas dia tak ada" Kevin merasa sedikit kecewa dan sedih.
" Ini minuman barumu" sodor Indra pada Kevin.
" Oh...iya paman terimakasih" Kevin
Kevin pun segera berganti pakaian, ia tak sabar segera pulang dan menantikan hari esok.
......
Rumah Kinara
Kinara langsung menuju kamar mandi, segera mandi. Setelah mandi dia memakai sedikit krim wajah. Kinara memakai pakaian tidur dan merebahkan dirinya di kasur.
"Hah...ternyata Lilian gadis yang seperti itu, apa maksud dia hendak menjebak Kevin" sambil menghela napas.
" Huh kenapa saya harus memikirkan dia, ini tidak ada hubungannya denganku. Dia pasti bisa mengatasi ini semua" Kinara.
Lain di mulut lain di hati tapi Kinara tak tenang sebelum tidur mengkhawatirkan keadaan Kevin. Ia melamun hingga akhirnya tertidur karena lelah.
.......
Pagi hari Kinara telah bersiap ke sekolah dengan dandanan penyamaran dia, kacamata, tompel, kali ini kepang dua, baju rapi dan kancing sempurna.
"Pagi non sudah siap mau ke sekolah' bibi.
__ADS_1
" Iya bi, sarapan nasi goreng saja bi" Kinara.
Selesai makan, bibi telah menyiapkan bekal untuk Kinara.
" ini bekalnya non dan ini kunci sepeda bibi"
" terimakasih ya bi, oh ya biar bibi gak nunggu kalau mau kemana-mana minta antar pak Tono aja ya atau bibi mau saya belikan sepeda baru. Gimana?" tanya Kinara.
" Gak usah non, bibi juga tinggal disini. Lagian itu sepeda paling buat kepasar atau bibi jalan-jalan kalau bosan.
" iya deh bi, ya sudah Kinara pamit ya Bi" Kinara pun berlalu dengan sepedanya.
Kinara telah terbiasa pergi sekolah menggunakan sepeda, walaupun berat pada awalnya tapi lama-lama terbiasa.
......
Sampai di sekolah bersama dengan mobil Sammy yang baru terparkir. Ia melihat Kinara senang, tapi sayang saat akan memanggil Bella ia kerubungi oleh gadis-gadis di sekolah yang caper padanya.
' Sammy......" teriak para gadis.
Sammy berusaha menghindar dengan sopan. akhirnya dia mencari cara dengan pura-pura kebelet ke kamar mandi hingga akhirnya gadis-gadis itu pun melepasnya. Ia merasa lega dan mencari keberadaan Kinara. Tapi dari jauh tampak Kevin yang sudah datang pula mendekati Kinara.
" Hah...lagi-lagi lelaki kekanakan itu, dia selalu mendahului" gumam Sammy.
Tapi bukan Sammy kalau dia menyerah semudah itu.
" Kinara" Sammy melambaikan tangannya dan berlari menghampiri Kinara dan Kevin.
........
__ADS_1
bersambung