Cinta Sang Mualaf

Cinta Sang Mualaf
prolog


__ADS_3

Mentari mulai menampakkan sinarnya memberi tanda pada manusia untuk memulai aktivitasnya. sama halnya dengan gadis berambut panjang, lurus dan berwarna coklat tua, dengan seragam putih dan rok berwarna coklat motif kotak-kotak dan jas coklat muda yang melekat di tubuh luarnya. setelah selesai bersiap-siap, gadis itu pergi meninggalkan kamarnya menuju ruang makan kemudian dia duduk di salah satu kursi tanpa menghiraukan lelaki paruh baya yang juga tidak menghiraukan kedatangannya.


"ili berangkat". ucapnya lalu pergi dari tempat itu setelah menikmati makanannya.


gadis itu berangkat mengandarai mobil sport berwarna kuning dengan kecepatan dia atas rata-rata membelah jalanan kota bandung yang ramai. 10 menit kemudian gadis itu sampai di sekolahnya dan memarkirkan mobilnya di parkiran khusus mobil. setelah memarkirkan mobilnya, dia memasuki area sekolah dan berjalan di koridor menemui dua orang pria yang melihatnya.


"hai gays". sapa gadis itu dengan senyuman manisnya saat menghampiri dua orang pria yang duduk di salah satu bangku di koridor


"cia, tumben lo datang pagi ?, biasanya telat muluk". seru adam


"ishh....capek tahu di hukum muluk tiap pagi. emangnnya lo enggak kasihan apa sama gadis cantik,manis bin imut ini kepanasan di lapangan hahh...". Jelas gadis bernama cia seraya mengibaskan rambutnya. "lagi pula anak sultan mah..bebas". kekeh cia.


"ck....sombong". cibir aldo menatap cia


"biarin wleeee". ucap cia sambil menjulurkan lidahnya ke arah aldo


"udah-udah...mending sekarang kita ngantin aja. gue laper nihh...belum makan". titah adam dan diangguki oleh aldo dan cia.


aldo, adam dan cia adalah sahabat dari kecil, manis pahit kehidupan mereka lalui bersama. mereka sangat mengenal satu sama lain dan saling mendukung di situasi apapun.


back to topic


aldo, adam dan cia berjalan beriringan seraya berbincang dan tertawa bersama yang langsung mengundang tatapan dari para siswa maupun siswi SMA CIPTA BANGSA yang ada di koridor.

__ADS_1


"*ihhh...petmah sudah datang"


"pengen dehh...jadi ilicia"


"keren dehh...persahabatan mereka"


"pengen bersahabat dehh..sama mereka"


"alay amat sihh*..."


itulah bisikan dari para siswa maupun siswi yang ada di koridor tetapi adam, aldo dan cia tidak menanggapi mereka. semua murid di sekolah itu mengenal mereka bahkan mereka mendapat julukan geng petmah(pembuat masalah).


Setelah sampai di kantin, mereka langsung memesan makanan setelah duduk di salah satu kursi di kantin itu.


"mau pesan apa teh..mas mba ?"


"nasi goreng sama teh hangat". jawab aldo


"nasi goreng juga terus minumannya teh hangat". jawab adam.


"yaudah mang samain aja ya. nasi goreng tiga dan teh hangat 3". balas cia menatap mang ujang seraya tersenyum.


"oke...di tunggu ya". pinta mang ujang

__ADS_1


"nunggu doi peka aja kita setia kok apalagi nunggu makanan". jawab cia seraya terkekeh.


setelah itu meng ujang meninggalkan meja mereka.


"lo naksir cowok cia hahh...?". tanya adam


"mana ada cia naksir cowok yang ada cowok duluan kalik yang naksir cia. ya enggak?". tanya aldo menatap cia


"yoi do...hihihi". jawab cia sambil menaik- turunkan kedua alisnya dengan senyuman.


selang berapa lama akhirnya makanan yang mereka pesan datang.


"huhh....akhirnya cacing-cacing dalam perutku ini akan damai dan tentram". ucap adam sambil memegang perutnya. sementara aldo dan cia yang mendengarnya hanya menggelengkan kepala mereka melihat tingkah adam.


"silahkan di nikmati". ujar mang ujang


"makasih mang ujang". ucap cia yang diangguki oleh mang ujang.


setelah itu mereka menikmati makanan mereka dengan hikmat tanpa suara. karena suasana kantin saat itu sedang sepi.


☆☆☆☆☆☆☆☆


**semoga kalian suka ya sama ceritanya😆

__ADS_1


sampai jumpa di next episode👋👋👋


saranghayeo❤❤**


__ADS_2