
Cia mengendarai motornya dengan kecepatan di atas rata-rata. Kesal, marah semua itu Cia limpahkan saat itu. Papanya memang terlalu sibuk hingga tidak punya waktu untuknya dan jarang menemaninya kemanapun Cia pergi. Papanya seakan-akan tidak peduli padanya dan hanya memperdulikan pekerjaannya.
*Fla**sh back on* !!
seorang anak berusia 3 tahun menuruni anak tangga dengan semangat dan menghampiri papanya yang sedang berada di ruang kerjanya.
"Papa cemenin Cia yuk...ambil caporc ke cekolah,"ajak Cia sambil menarik lengan papanya yang sedang duduk fokus pada pekerjaannya. Lalu ia menoleh pada Cia dan tersenyum.
"Cia kamu sama mbok Surti aja ya, papa masih banyak pekerjaan,"jawab papanya.
"Capi pa Cia pengennya ama papa bukan mbok Sur,"balas Cia dengan mata berkaca-kaca.
Lalu papanya melihat benda bulat berwarna hitam di tangan kirinya.
"Mbok Surtiiiiiii....,'teriak papanya yang berdiri.
wanita paruh baya menghampiri mereka."Ada apa tuan, ada yang bisa saya bantu ?"tanya mbok Surti.
"Hari ini kamu temenin Cia ambil raport di sekolahnya, karena saya sibuk,"titahnya,"dan Cia kamu sama mbok Sur ya. papa pergi dulu,"pamit papanya lalu pergi meninggalakan Cia yang tampak kesal dan marah memandang punggung papanya yang mulai menghilang*.
Flash back off !!!
Lamunan Cia buyar saat motornya bertabrakan dengan mobil berwarna silver di depannya.
Brakkk.....
"Aduhhh......,"ringis Cia saat tubuh terlempar ke trotoar.
Seorang pria berbadan tegap keluar dari mobil dan menghampiri Cia.
"Kamu gak papa ?"tanya pria itu sambik memandang Cia yang masih memakai helm.
Cia membuka helm-nya lalu berdiri dan terkejut melihat pria di depannya.
"Ello,"pekik Cia sambil menunjuknya.
"Oh ternyata kamu."
"Awwwshhh.....,"ringis Cia saat sikunya terasa nyilu dan mengeluarkan darah.
Agam yang melihat Cia meringis kesakitan langsung menarik tangan Cia dan mendudukkannya di halte yang ada di trotoar itu.
"Main tarik-tarik aja emangnnya gue barang apa,"sungut Cia,"ehh...bentar. kok lo nyentuh gue, bukannya waktu itu lo____."
"Diem. bawel amat jadi cewek,"titah Agam sambil lalu pergi dan kembali dengan membawa kotak p3k yang ada di mobilnya. Kemudian mengobati Cia luka.
Cia tertegun dengan perlakuan Agam padanya.
"aduhh....kok jantung gue loncat-loncat gini ya .Apa gue punya penyakit jantung,"batin Cia sambil menatap Agam yang sedang mengobati dirinya.
Setelah mengobati Cia, Agam menatapnya."Maaf, tadi saya gak sengaja,"ucap Agam dan ditertawai oleh Cia.
__ADS_1
"Di maafin gak ya."Cia menyentuh dagunya dengan jari telunjuk seraya berfikir."Oke deh..gue maafin karena gue ini cewek baik, cantik dan imut sejagat raya,"ucap Cia dengan nada membanggakan dirinya sendiri.
Agam memutar matanya jengah mendengar omongan Cia yang menurutnya lebay.
"Oh ya hari ini kita libur kan les-nya?"tanya Cia.
"Iya,"ketus Agam.
"Kumat penyakitnya,"kata Cia sambil menepuk keningnnya pelan.
"Saya gak punya penyakit."
"Jangan terlalu formal gitu kalik. gue ini bukan presiden, guru atau orang tua lo, jadi panggil ello gue aja, biar lebih akrab,"jelas Cia dan mendapat derheman dari Agam.
Setelah itu Agam pergi meninggalkan Cia di halte itu tanpa mengucap sepatah-katapun.
"Aneh tu orang, dikit-dikit baik,dikit-dikit ketus habis itu baik lagi. heh...kayak bunglon aja berubah-ubah,"gerutu Cia saat melihat mobil Agam yang mulai menghilang.
☆☆☆☆
Saat ini Cia sudah berada di rumah Aldo, seperti biasa menikmati minuman dan cemilan di pagi hari.
"Siku lo kenapa Cia, kayak stempel aja,"kekeh Adam memandang Cia di depannya.
"stempel pala lo,ini perban dodol, bukan stempel, emangnnya gue ijazah apa pakek di stempel-stempel segala," ketus Cia lalu mengerucutkan bibirnya.
"Kalian ini pagi-pagi udah berantem. kayak tom and jerry aja, omel Aldo pada Cia dan Adam di depannya.
"Pagi pagi udah kumpul aja,"ujar wanita itu lalu menata minuman di meja Aldo dkk.
"Ehh...tante Sri, makin cantik aja nih tiap hari, udah kayak princess aja. Beda banget sama yang ada samping gue nih, udah jelek, pecicilan, ngomel muluk persis kayak emak-emak yang suka ngerumpi noh,"cibir Adam sesekali memandang Cia di sampingnnya.
"Apa lo bilang gue jelek ? gue ini cantik bagai bidadari dan buktinya banyak kok cogan yang naksir sama gue yang cantik dan imut ini, sedangkan lo palingan cuma emak-emak sama nenek-nenek aja yang naksir,"ejek Cia sambil memandang Adam sinis.
"Udah-udah kok malah berantem sih,"lerai Sri mama dari Aldo.
"Iya tuu ma, berantem muluk mereka, pusing Aldo denger mereka berantem muluk."Aldo menggelengkan kepalanya.
"Ello sih," kata Cia.
"Ello,"kata Adam.
"Kan ello yang mulai duluan, kenapa jadi nyalahin gue."
"Ello tuh tang ngomel-ngomel gak jelas kayak orgil."
"Tuh kan tante, Adam yang mulai duluan ngejek aku yang udah cantik bak bidadari ini,"ucap Cia dengan dramatis.
"Udah udah kok malah jadi sih berantem, mending kalau mau berantem di lapangan aja. tonjok-tonjokka sekalian," jelas mama Aldo yang membuat Adam dan Cia diam menunduk. "Cia. papa kamu gimana kabarnya? udah lama tante gak ketemu dia,"lanjutnya.
"Baik kok tan, tapi ya gitu tetep gak berubah,"jawab Cia dengan malas.
__ADS_1
"Kamu sabar ya. lagi pula papa kamu lakuin itu buat masa depan kamu dan kenapa siku kamu di perban ?" tanya mama Aldo.
"Iya Cia, kenapa ?"timpal Aldo.
"Iya tan. Tadi Cia habis tidur di trotoar, mungkin kangen kalik trotoarnya ke Cia,"kekeh Cia.
Mama Aldo menghela nafasnya kasar." Serius Cia."
Cia memang tidak pernah serius dan suka bercanda dengan orang terdekatnya, maka tak heran jika sahabat maupun orang terdekatnya jengah dengan tingkah Cia yang selalu tidak menanggapi hal apapun dengan serius.
"Iyaiyaiya. tadi Cia habis nabrak mobil di jalan jadinya ya kayak gini,"kata Cia sambil menunjukkan sikunya yang di perban.
"Syukurin,"ejek Adam sambil tertawa kecil dan mendapat tatapan horor dari Cia.
"Makanya lain kali hati-hati. Kalau lukanya sampek parah gimana? kan semua orang jadi khawatir sama kamu," kata mama Aldo.
"Biarin aja tan, lagian papa juga gak peduli sama Cia mungkin kalau Cia udah mati, dia bakal sadar kalau Cia butuh dia dan Cia lebih berharga dari apa yang papa Cia miliki."mata Cia berkaca-kaca saat mengingat papanya dan membuat mama Aldo menteskan air matanya. Dia sangat tahu bagaimana kehidupan Cia selama ini terlebih saat mamanya meninggalkannya saat usianya 1 tahun.
"Jangan ngomong gitu sayang. mungkin sekarang papa Cia gak peduli sama kamu tapi cepat atau lambat dia bakal peduli kok sama kamu dan tante, Aldo, Adam dan papanya Aldo kami semua peduli dan sayang kok sama kamu dan kamu udah tante anggap sebagai putri tante sendiri."Lalu dia memeluk Cia dan sesekali mencium pundak kepala Cia bagai seorang ibu yang sangat menyanyagi anaknya dan membuat Adam dan Aldo tersenyum bahagia.
"Makasih tante. Cia makin sayang banget sama tante,dari tante Cia dapat ngerasain kasih sayang seorang ibu, gimana rasanya peluk, disayang dan di khawatirin sama seorang ibu,"ucap Cia lalu mendongakkan kepalanya menatap tante-nya itu."
"Terhura gue,"kata Adam sambil menghapus air matanya.
"terharu *****,"sanggah Aldo sambil menatap Cia dan mamanya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
semoga menghibur ya dan jangan lupa komen dan sukai cerita ini karena kritik dan saran kalian di butuhkan🙏
__ADS_1