Cinta Sang Mualaf

Cinta Sang Mualaf
5. CIA BODOH


__ADS_3

"habis sudah many aku". keluh adam menatap dompetnya yang sudah tak berisi


"he'eh...kanker deh...sekarang". Aldo menghela nafasnya pelan dan menatap adam yang duduk di sampingnnya.


mereka berdua saling tatap dengan ekspresi sedih atas kejadian yang menimpa mereka saat ini. sungguh mereka benci hari ini, hari paling terlaknat menurut mereka.


"WOYY...MAKASIH YA TRAKTIRANNYA". Teriak salah satu siswa dari sebrang meja adam dan aldo sambil tersenyum. aldo dan adam menganggukkan bersamaan memandang siswa itu lalu kembali menunduk.


"ekhem....". seru cia yang baru saja menghampiri mereka dengan senyum manisnya . "makasih traktirannya ayang-ayang bebeb nya cia yang baik hati, ganteng dan tidak pelit".kekeh cia memandang aldo dan adam di depannya.


"sungguh teganya dirimu". ucap adam dramatis dengan tatapan sinisnya pada cia


"siapa suruh nyiram gue pakek air tadi pagi hmm....". cibir cia. "dan ini balasannya". timpalnya.


"gara-gara lo uang gue yang ada di dompet ludes tak bersisa". sungut aldo dengan tatapan tajam pada cia. "jadi kanker deh sekarang". Timpalnya


"HAH...KANKER ? LO BERDUA PUNYA PENYAKIT KANKER ?". Pekik cia sambil berdiri menatap kedua sahabatnya dan membuatnya menjadi pusat perhatian. "stadium berapa ? terus kata dokter kapan kalian mati hah...?". cerca cia


"ishh...lo doain kita mati hah....". dengus aldo


"enak aja doain gue mati. belum nikah woyy...". timpal adam


"terus ?". Cia mengerutkan dahinya bingung. setahunya kalau orang mengidap kanker maka hidupnya sudah tidak lama lagi apalagi kalau sampai stadium akhir.


"maksudnya KANTONG KERING di singkat KANKER". jelas aldo


"dasar kudet". ejek adam


"ya maaf. gue kan enggak tahu. yang gue tahu itu kalau kanker itu penyakit yang berbahaya".


"makanya jangan ngegame muluk. jadi kudet kan".


cia memang sangat menyukai game. saat ini dia menjadi gamers. bahkan tak jarang cia menghabiskan uangnya untuk membeli tokoh dalam sebuah game.


"tapi ya harusnya kalian itu bersyukur sama gue. karena gue kalian dapat pahala dan tuhan kalian makin sayang ke kalian hmm...". balas cia sambil mengerucutkan bibirnya.


"hedeh...terserah lo deh". Lalu adam mengambil makanan milik cia.


"heh...kok makanan gue diambil. siniin makanan gue". cia berusaha merebut mangkok berisi mie dari tangan adam


"ini hukuman buat lo karena udah bikin kita bokek". jawab adam lalu menyantap makanan milik cia sedangkan sang empu hanya bisa berdengus kesal.


"udah mending sekarang lo beli lagi deh makanan. tapi pakek uang lo ya". ujar aldo "terus jangan lupa beliin makanan buat gue juga. emang lo tega liat sepupu lo yang ganteng, imut dan banyak fans nya ini mati kelaparan hah...". Timpalnya menaikkan satu alisnya memandang cia yang memasang wajah kesal terhadapnya dan adam.


"heh...yayaya...gue beliin". lalu cia pergi dari meja itu untuk membeli makanan


Suara riuh dari para siswi memenuhi kantin dan memandang ke-tiga siswa berbadan tegap yang mulai melangkah memasuki kantin. ada yang tersenyum menyapa para siswi, ada yang merapikan rambutnya dan juga ada yang memasang wajah datar. kemudian mereka duduk di salah satu meja yang ada di kantin itu.

__ADS_1


"kalian mau pesen apa ? biar gue yang pesenin". Tanya tio pada dua irang di depannya.


"nasgor sama teh manis aja". jawab onal


"mie sama teh hangat". jawab agam


"oke. kalian tunggu di sini". kemudian tio beranjak pergi dari meja itu.


CIA POV


saat gue sedang menunggu pesanan, gue melihat seorang siswa yang pernah gue lihat bersama dengan agam. ah ya..manusia es itu.


"lo temennya manusia es itu ya?". Tanya gue sembari menatapnya


"maksud lo si agam". jawabnya lalu teryawa kecil.


"ya..siapa lagi kalau bukan dia hah....". entah kenapa saat mendengar namanya, darah gue jadi naik. "tuan agam yang terhormat". Timpal gue lalu menatapnya yang masih tertawa


"ini neng pesanannya". ucap mang ujang salah satu penjual makanan yang ada di sekolah ini sambil memberikan nampan yang berisi beberapa mangkok pesanan gue.


"makasih mang ujang yang ganteng,baik hati dan tidak sombong". jawab gue tak lupa dengan senyum lebar milik gue. "saya permisi dulu ya mang. jangan rindu". goda gue pada mang ujang.


"ada-ada aja atuh neng". jawabnya yang membuat gue terkekeh.


"oh ya gue mau bilang kalau hari ini lo sama temenlo itu enggak usah bayar hari ini. karena temen gue yang mau bayarin semua murid yang makan di kantin ini sekarang". Jelas gue sembari menatapnya lalu pergi menuju meja gue.


saat gue berjalan menuju meja, tak sengaja mata gue melihat pemandangan yang sungguh jarang gue liat, senyum yang mampu meneduhkan siapapun yang melihatnya. bisa gue lihat senyum yang begitu tulus menghiasi wajahnya yang harus gue akui perfect. gue terus berjalan sambil memandangi wajah agam dan tanpa gue sadari dia juga menatap gue lekat dengan ekspresi yang terlihat bingung. saat gue menyadarinya langsung gue beralih menatap sahabat gue walau dari jauh dan mempercepat langkah gue.


CIA POV END


Setelah menghampiri sahabatnya, cia langsung duduk dan memberikan pesanan aldo padanya.


"ini pesenan lo".


"makasih cia tersayang". aldo tersenyum manis pada cia lalu menyantap makanannya dengan lahap.


"bukan sahabat gue". Adam menggelengkan kepalanya cepat


"juga bukan sahabat gue". Timpal cia menatap adam.


kemudian adam dan cia tertawa kecil sembari menatap aldo yang sekarang seperti anak kecil yang tidak makan selama seminggu.


Di meja yang lain, tio menghampiri noval dan agam dengan membawa nampan yang berisi tiga mengkok dan gelas.


"ini pesenan kalian". tio memberikan mangkok satu persatu pada agam dan noval


"oh ya gam. lo udah dapet penghargaan baru loh". ujar tio membuat noval dan agam bingung.

__ADS_1


"selamat, anda di juluki sebagai manusia es oleh seorang gadis bernama Izilicia ansyafa endarson". jawab tio menirukan gaya dari salah satu presenter di tv.


"widih....selamat bro. lo udah mendapat julukan yang sangat-sangat luar biasa". kekeh noval


"terharu gue". Timpal tio


"enggak jelas". ketus agam kemudian menyantap makanannya. sedangkan noval dan tio masih terkekeh.


☆☆☆☆☆


kringg.....kringg....kringg....


setelah bel pulang berbunyi, semua siswa maupun siswi berhamburan keluar dari kelas mereka hingga membuat koridor sekolah itu menjadi ramai dengan suara dari para murid atau motor yang mulai meninggalkan sekolah.


"si cia kemana sih....?". Gerutu adam


"sabar kalik. enggak sabaran banget sih...jadi orang". balas aldo tak kalah sengit.


adam hanya menghela nafasnya pelan sembari menunggu cia di koridor.


"hosh...hosh...hosh....". deru nafas dari seseorang yang menghampiri aldo dan adam


"buset...lo habis lari maraton sampek ngos-ngosan kayak gitu". pekik adam saat melihat cia yang berlari menghampirinya dan aldo


"lo habis dari mana? kita nungguin lo dari tadi". Timpal aldo


"udah nanti aja gue jelasinnya. mending sekarang kita cabut. gue udah capek pengen rebahan". jelas cia lalu pergi meninggalkan adam dan aldo


"di tungguin malah ninggalin". gerutu adam lalu pergi mengejar cia diikuti aldo.


"emangnnya lo yakin gam ?". Tanya tio menepuk pelan bahu agam


"kalau lo enggak mau. bilang aja sama bu siti". Timpal noval


"enggak". jawab agam


mereka berbincang sambil berjalan menuju parkiran.


"jadi lo bakal turutin kemauan bu siti ?". Tanya noval lagi


"iya" jawab agam.


"terserah lo aja". Tio pun pasrah dengan keputusan sahabatnya itu. dia tahu bahwa agam tidaka akan mengambil keputusan tanpa berfikir terlebih.


////////////////////////////


 

__ADS_1


Sampai jumpa di part selanjutnya..........


semoga menghibur ya****


__ADS_2