
setelah bel masuk berbunyi, semua murid SMA CIPTA BANGSA masuk ke kelas mereka masing-masing.
"nanti jemput gue ya setelah istirahat !!". titah cia pada aldo dan adam yang kini berada di depan kelasnya.
"oke. lagi pula tiap hari kita jemput dan anter lo ke kelas lo". jawab aldo
"iya nanti kalau kita ngak jemput dan antar lo, kita takut lo bakal kesasar di sekolah ini". kekeh adam.
"ya kalik. lo kira gue anak kecil apa !!!". sungut cia seraya bersedekap. "yaudah sekarang lo berdua pada pergi keburu bu gendut liat sana-sana-sana hush...hush...hush...". titah cia seraya mendorong dan mengibaskan ke dua tangannya pada aldo dan adam.
"hehh...ya...ya..ya lo kira kita truk hahh....pakek di dorong-dorong segala". gerutu adam
"emang wlee". cia menjulurkan lidahnya lalu tertawa. kemudian dia memasuki kelasnya meninggalkan aldo dan adam
"udah ayo kita masuk". ucap aldo lalu mereka pergi ke kelasnya.
adam dan aldo tidak sekelas dengan cia. adam dan aldo kelas XI IPS 1 sedangkan cia kelas XI MIPA 3.
********
"yas tiyas nyonyek dong". cia menepuk bahu seorang gadis berkacamata di depannya.
"hah...". jawab tiyas
"hah...hah...hah...aja lo. gue mau nyontek fisika punya lo. please". mohon cia pada tiyas
"emang kamu ngak ngerjakan ?". tanya tiyas menoleh menghadap cia.
"yaelah yas gue lupa yang mau ngerjakan. lagi pula otak gue itu ngak nerima materi fisika katanya sihh....penuh-penuhin otak aja". jelas cia
"emangnnya otak bisa bicara ya ?".
"ah...udahlah sini buku lo". titah cia lalu tiyas memberikan bukunya pada cia. "lo awasin itu pintu nanti kalau bu kurus e...e...maksud gue bu dayu dateng, lo bilang ke gue". ujar cia yang diangguki tiyas.
Dengan cekatan dan cepat cia menyalin semua jawaban milik tiyas di bukunya sebelum guru fisika mereka datang.
sementara di tempat lain aldo dan adam sedang adu panco yang membuat kelas XI IPS 1 terdengar bising karena suara dari para murid yang meneriaki keduanya.
"*aldo aldo aldo"
"adam adam adam"
"ayo doooo....."
"ayo dammmm*...."
sementara aldo dan adam mengeluarkan semua tenaga untuk bisa memenangkan pertandingan ini hingga urat-urat mereka terlihat. aldo terus mendorong tangan adam hingga tangan dan lengan adam menyentuh meja tempat mereka bertanding yang artinya pertandingan itu di menangkan oleh aldo.
"yess...gue menang. terima kasih semua terima kasih terima kasih....". ucap aldo sambil melambaikan kedua tangannya pada para murid di kelas itu.
"ck....sombong". cibir adam menatap sinis aldo
__ADS_1
"biarin. sesuai dengan perjanjian selama satu bulan penuh lo harus neraktir gue sama cia". ujar aldo sambil menaik-turunkan kedua alisnya.
adam menghela nafas pelan "iya...iya...iya...". jawab adam dengan wajah yang sedikit memerah karena kesal. sementara aldo hanya tersenyum melihat ekspresi adam.
setelah itu seluruh murid di kelas itu melanjutkan aktivitasnya kembali yaitu mengerjakan tugas dari guru sejarah yang izin tidak masuk hari ini.
kringg....kringg....kringg.
bel istirahat berbunyi yang membuat sekolah itu ramai dengan suara dari para murid yang mulai keluar dari kelasnya masing-masing. ada yang ke kantin, perpus, taman atau tempat-tempat lainnya. sama hal nya dengan dua orang pria yang sudah berada di depan kelas XI MIPA 3 .
"hai hai gays...". sapa seorang gadis yang keluar dari kelasnya menemui aldo dan adam.
"ngak usah teriak-teriak kayak di hutan aja teriak-teriak". dengus adam
"sensi amat lo hari ini". jawab cia. "jangan-jangan lo pms makanya sensi muluk dari tadi". cia menatap adam penuh sedilik
"emangnnya gue cewek apa!!". gerutu adam
"mungkin". kekeh cia. sementara aldo menggelengkan kepalanya melihat tingkah cia dan adam.
"asik banget kayaknya sampek-sampek gue di cuekin". sindir aldo pada cia
"hihihi...maaf do. yaudah kita ke kantin aja, cacing di perut gue udah konser dari tadi". lalu mereka pergi dari kelas cia menuju kantin
saat berjalan di koridor tiba-tiba sebuah bola mengenai kepala aldo yang membuatnya meringis kesakitan.
Brukk....
"do....lo ngak papa kan". ucap cia dan adam bersamaan seraya menatap aldo penuh khawatir.
kemudian pria berbadan tegap, kulit putih menghampiri aldo dan teman-temannya.
"maaf". ucap pria itu di hadapan aldo yang masih memegang samping kepalanya. seraya menatap pria itu.
"maaf maaf maaf. ngak guna mending sekarang lo bawa sahabat gue ke uks". pekik cia menatap pria itu dengan kesal. "atau lo gue laporin ke bu gendut e...e...maksud gue bu benta". ancam cia sambil menunjuk pria itu.
"iya laporin aja biar hidupnya kelar". timpal adam menatap pria itu sinis.
"udah udah lagi pula dia udah minta maaf dan gue juga enggak apa apa kok". lerai aldo lalu tersenyum pada pria di depannya.
"ngak apa apa gimana sihh...do jelas-jelas kepala lo kena bola basket punya dia dan untung aja kepala lo ngak pecah. tapi kalau sampai pecah gimana hahh...kan lo sendiri yang rugi". cerocos cia sesekali melirik pria di hadapan aldo.
sementara siswa maupun siswi yang melihat kejadian melongo tak percaya terhadap tingkah cia saat ini pada pria berbadan tegap itu.
"*ihh...berani banget dia marahin my love"
"minta di keluarin tuh anak"
"kok dia berani sihh...permaluin my bebeb di depan umum"
"minta di kasih pelajaran tuh orang*"
__ADS_1
itulah bisikan-bisikan dari para siswi maupun siswa yang ada di tempat itu.
"mending sekarang kita ke kantin aja. gue juga udah laper nih...". titah aldo lalu merangkul cia dan adam membawa mereka pergi meninggalkan pria yang masih terdiam di sana.
"tapi do dia_______". ucap cia menoleh pada pria itu seraya berjalan.
sesampainya di kantin mereka duduk di salah satu meja di kantin yang tampak ramai.
"lo pada mau pesen apa ?". tanya aldo. "biar gue yang pesenin". aldo menatap cia dan adam di depannya namun tidak ada jawaban dari mereka.
aldo menghela nafasnya pelan "kalian marah ya ke gue?". tanya aldo
"gak". ketus cia memalingkan wajahnya dari aldo
"yaudah gue minta maaf. lagian dia juga udah minta maaf kan. lagi pula dalam agama gue kita harus saling memaafkan entah kita yang salah atau dia yang salah". ucap aldo lembut. "ya ngak dam?".
"iya sih...tapi kan tetep aja dia salah. dan gue ngak bakal maafin dia karena dia udah nyakitin sahabat gue". jawab adam
"dalam agama gue juga kok. tapi kan seenggaknya dia tanggung jawab dong, beliin lo makanan kek atau nawarin ke rumah sakit gitu buat periksa kepala lo. ini malah minta maaf. emang maaf bisa nyembuhin luka gitu". gerutu cia.
"berarti lo doain gue kenapa-kenapa!!". ujar aldo
"ngak gitu maksud gue. gue sama adam khawatir sama lo, takut kalau lo kenapa-kenapa karena kita sayang sama lo. dan kita ngak bakal terima kalau salah satu dari sahabat kita di sakitin". jelas cia menatap aldo
"bener tuh kata cia. kita kayak gini itu karena kita sayang sama lo dan kita ngak mau lo kenapa-kenapa". timpal adam
"gue tahu kok kalian khawarir sama gue. tapi gue juga khawatir sama kalian!". balas aldo. "kalian tahu siapa pria tadi hehh...?". tanya aldo
"emang dia siapa ?". tanya cia
"iya...dia anak presiden atau anak jenderal?". ucap adam
"beneran kalian ngak tahu. hampir 2 tahun kalian sekolah di sini tapi kalian ngak tahu dia siapa? astaga kudet amat sih sahabat gue". aldo menggelengkan kepalanya tak percaya. "dia itu anak pemilik sekolah ini namanya alfan agam hendrawan". jelas bagas
"hahaha...lo pasti bercanda kan? ya kan ya kan ?". ucap cia seraya terkekeh
"beneran sumpah". ucap aldo
setelah itu cia dan adam saling memandang tak percaya setelah mendengar ucapan aldo.
"gue pesen makanan dulu. kalian tunggu di sini". titah aldo menggelengkan kepalanya lalu pergi memesan makanan.
/////////////////////
**hai hai☺semoga kalian suka ya sama cerita aku hihihi...😆 dan semoga menghibur bagi kalian dan jangan lupa baca terus ceritanya ya....
selamat menjalankan ibada puasa ramadan bagi kalian yang menjalankannya**...
__ADS_1