
Kini aldo, adam dan cia berjalan beriringan menuju gerbang sekolah setelah bel pulang berbunyi.
"cia lo bawa mobil kan ?". Tanya aldo menatap cia yang sedang makan permen di sampingnnya.
"iyalah...ya kalik gue jalan kaki. apa kata dunia".kekeh cia lalu membuang permennya ke tempat sampah.
"diajak serius malah bercanda". dengus adam tanpa menoleh pada cia
"yaelah lo berdua kayak enggak tahu gue aja, gue kan emang suka bercanda lagi pula ya hidup itu harus di bawa happy, santai jangan serius-serius muluk". jawab cia menaik turunkan alisnya menatap aldo
"serah lo yang penting lo bahagia". balas adam menggelengkan kepalanya melihat tingkah cia.
"lo berdua gimana? bawa mobil ?". Tanya cia kembali
"iya...kita ngak mau nebeng sama lo. bisa-bisa gue kena serangan jantung terus mati deh, mana masih jomblo". ucap adam seraya menggelengkan kepalanya cepat.
"syukur deh kalau gitu, jadi gue ngak perlu jadi supir kalian lagi". seru cia memalingkan wajahnya dari aldo dan adam dengan menyilangkan kedua tangannya.
"kenapa emangnnya ? harusnya ya lo itu seneng dong jadi supir pangeran ganteng kayak gue". adam membanggakan dirinya di depan cia dan aldo
"iya ganteng, saking gantengnya orang pengen muntah liat wajah lo". lalu cia tertawa kecil menatap adam yang wajahnya kini memerah dan mengurucutkan bibirnya.
"biasa kalik tuh bibir, di cium bebek tau rasa". cibir aldo. lalu mereka berdua menertawai adam.
"bunuh orang dosa ngak sih ?". seru adam
"dosa lah....kecuali kalau bunuh orang macam lo baru ngak dosa". balas cia
"dooo....". adam mengadu pada aldo
"apa sayang". jawab aldo dengan nada centil alu aldo dan cia berlari meninggalkan adam yang menggerutu kesal karena ulah cia dan aldo yang meledeknya.
"AWAS KALIAN". teriak adam kemudian berlari mengejar aldo dan cia
Mereka tak menyadari bahwa sedari dari ada orang yang memperhatikan tingkah mereka dari kejauhan sembari tersenyum tipis.
"la..la..la...la...la". cia bernyanyi seraya menyetir mobilnya.
saat sedang asyik bernyanyi, mata cia tak sengaja melihat beberapa pria yang sedang memukuli seorang pria berseragam di trotoar.
"BERHENTI KALIAN". teriak cia dari belakang para pria yang sedang memukuli pria berseragam.
__ADS_1
"heh...pahlawan kesorean dateng". ucap salah satu pria berambut kribo
"salah kalik yang bener itu pahlawan kesiangan bukan pahlawan kesorean". ucap cia tersenyum miring pada dua preman di depannya.
"heh...kalian itu laki apa bukan sihh....beraninya keroyokan kalau tak berani lawan gue ehh...maksudnya kalau berani lawan gue". cia menatap tajam ke dua preman itu.
"banyak bacot". preman itu akan memukuli cia namun terhenti saat mendengar suara siliner polisi
niu...niu....niu....( anggap suara siliner mobil polisi ya😆)
"bos...polisi". ucap preman baju merah
"cabut". jawab preman berambut kribo. mereka berlari pergi dari tempat itu.
"hahhha....". cia tertawa melihat preman itu berlari. "makanya jangan sok-sok an berani giliran ada polisi aja takut". lalu cia berbalik melihat pria berseragam yang meringis kesakitan memegang wajahnya yang lebam. cia yang melihat hal itu berjongkok lalu ingin membantunya namun saat dia ingin menyentuh pria itu.
"jangan". titah pria yang membuat kening cia mengerut.
lalu pria itu berdiri sendiri tanpa di bantu cia dan pergi meninggalkan cia yang masih bingung dengan tingkah pria itu.
"heh....lo tunggu". panggil cia dari belakang lalu menghampiri pria itu. "dasar pria sombong, mentang -mentang anak pemilik sekolah. dengus cia menyilangkan kedua tangannya di depan dada.
"temen gue yang ngasih tahu". jawab cia "pokoknya lo harus bilang terima kasih ke gue. gue udah nolongin lo ngucapin terima kasih kek, ini malah pergi. sombong amat jadi orang". cerca cia menatap sinis agam
agam menghela nafasnya pelan "terima kasih". ucap agam lalu pergi dari hadapan cia
meninggalkan cia yang berdecak kesal sambil meggerutu menatap punggung agam yang mulai menghilang.
////////////
Tokk....tok..tokk...
"iya sebentar". lalu aldo membuka pintu rumahnya.
"cia....". cia langsung memasuki rumah aldo tanpa permisi
"malem-malem gini lo masih ngak pulang ?". tanya aldo lalu duduk di samping cia
"iya". ketus cia
aldo tahu kalau sekarang cia sedang ada masalah karena terlihat jelas dari cara bicaranya yang ketus dan dingin. saat gadis itu sedang ada masalah,dia akan ke rumah aldo dengan membawa segudang masalahnya.
__ADS_1
"ada apa hah...?". tanya aldo lembut menatap wajah cia yang di tekuk.
"lo tahu ngak, dia itu nyebelin banget, pengen gue bunuh tu orang. udah di tolongin ehh...malah nyebelin. awas aja kalau ketemu di sekolah gue bejek-bejek tu orang terus gue goreng habis itu gue makan". cerca cia dengan wajah kesalnya
"siapa yang lo maksud ?".
"siapa lagi kalau bukan anak pemilik sekolah yang terhormat".
"agam maksud lo"
"iya dia..huh...nyebelin banget. tadi itu pas pulang sekolah gue ngak sengaja liat pria bersergam di kroyok preman di trotoar yaudah gue samperin dia dan nolongin dia dati dua preman jalanan itu. gue lihat dia agak susah berdiri jadi gue kasihan dong, tapi saat gue mau nyentuh lengannya ehh...dia malah nolak, kan gue jadi sebel heh....". jelas cia.
"oohh...gitu. hmm...gini ya ci, kalau di islam itu ngak boleh tuh pegang-pegangan sama yang bukan makhromnya itu dosa. kecuali kalau udah jadi makhrom baru boleh nyentuh".
"tapi kalau gue pegang-pegang tangan lo atau bahu lo. kok lo ngak keberatan".
"karena lo itu sepupu gue dan gue sama lo itu masih ada hubungan darah jadi ngak papa". jelas aldo yang diangguki cia
"jadi agam ngak salah dong. malah gue yang salah". cia menunjuk dirinya sendiri.
"lo kan ngak tahu jadi wajar". jelas aldo "yaudah mending sekarang lo pulang karena ini udah malem".
"oke, makasih ya do lo udah mau dengerin ceita gue". cia menyengir kuda
aldo mengusap kepala cia seraya tersenyum " iya cia, pokonya kalau lo ada masalah, lo bilang aja sama gue oke". cia mengangguk lalu pergi dari rumah aldo.
Â
/////////////////////
Â
**hai hai....👋 aku kembali. mudah-mudahan kalian suka ya sama cerita aku😆
by by👋
Â
selamat menjalankan ibadah puasa ramadan bagi kalian yang menjalankannya fan ingat ya stay at home**
Â
__ADS_1