Cinta Sang Mualaf

Cinta Sang Mualaf
TOKO HEWAN


__ADS_3

Saat ini Cia tengah menggerutu kesal sambil menendang-nendang ban mobilnya.


"Dasar tuman,"gerutu Cia sambil bersedekap dan mengerucutkan bibirnya kesal. "Mau beli lagi ? entar gue yang di marahin. gak becus lah, bisanya cuma minta saja, anak gak tau di untung, boros."Cia menghela nafasnya kasar membayangkan apa yang akan di katakan ayahnya.


"Belum pulang ?"tanya Agam yang baru saja menghampiri Cia.


Cia memutar bola matanya malas. "Gak. Udah pulang,"ketus Cia.


Agam menggelengkan kepalanya mendengar jawaban ketus dari Cia. Entah kenapa Agam tidak suka ketika Cia bersikap judes kepadanya.


"Kalau udah pulang. Terus siapa yang di ada di sini,"balas Agam.


"Aduhh...ello itu ya ngeselin banget jadi orang,"geram Cia,"lo udah tahu gue masih di sini ya berarti gue pulang lah...gimana sih ? gak tahu orang lagi emosi apa,"lanjutnya.


Kemudian Cia mengambil handphone di saku roknya untuk menelpon seseorang. Namun di hentikan oleh Agam.


"Ello ikut gue aja,"sergah Agam,"gak usah telpon temen lo itu,"timpalnya dengan nada agak kesal.


Cia mengerutkan dahinya mendengar ucapan Agam yang sedikit kesal. Entahlah kenapa Agam bersikap aneh hari ini ? tidak seperti biasanya seorang Agam banyak bicara dan tidak bersikap dingin kepada orang lain.


"Oke. tapi ingat ya gue gak akan bayar. ello sendiri yang nawarin,"ucap Cia yang diangguki Agam.


"Tapi mobil gue gimana? masa iya di tinggal di sini, sayanglah mobil gue ini mahal tahu,"timpal Cia menghentikan langkah Agam.


"Biar supir gue yang bawa mobil lo ke bengkel,"jawab Agam lalu melanjutkan langkahnya menuju parkiran.


"Ehh..kok gue di tinggal, tungguin manusia es."Cia berlari menyusul Agam yang sudah jauh di depannya.


Saat sudah sampai di parkiran, Cia mengomel pada Agam karena ia di tinggal begitu saja seperti barang di pos.


"Heh...lo jangan main tinggal-tinggal orang aja dong,"sungut Cia, "emangnnya gue barang apa di pos main tinggal-tinggal aja. Ello belum tahu aja seorang inces Cia gak pernah sekalipun di tinggalin sama orang, cuma ello yang berani ninggalin Cia yang cantik, imut dan mempesona tiada tara,"pujinya pada dirinya sendiri.


"Ello mau terus pidato di sini ? atau mau ikut gue pulang ?"ujar Agam yang sudah memasuki mobilnya.


"Iyaiyaiya,"balas Cia lalu memasuki mobil Agam bagian belakang.


Tidak ada percakapan diantara mereka di mobil yang membuat Cia bosan. Akhirnya Cia mutuskan untuk memulai perbincangan mereka.


"Heh..manusia es,"panggil Cia sambil menatap Agam di depannya yang sedang menyetir.


"Agam bukan manusia es,"balas Agam tanpa menoleh pada Cia.


"Terserah gue dong. Kan gue yang ngucapin, mulut juga mulut gue kenapa lo yang sewot,"ujar Cia, "ello kenapa tiba-tiba besikap baik sama gue ? jangan-jangan ada udang di balik batu nih hmmm... ? iyakan,"lanjutnya penuh selidik.

__ADS_1


"Gak,"ketus Agam.


"Kumat deh,"ujar Cia sambil tersenyum miring lalu memalingkan wajahnya menatap ke arah luar jendela mobil dan tatapannya berhenti pada toko yang di penuhi hewan yang lucu. Cia tersenyum melihat toko itu.


"Stop,"pinta Cia dan Agam menghentikan laju mobilnya lalu menatapnya.


"Ke toko hewan dulu yukk...gue mau beli kucing,"pinta Cia dan diangguki Agam.


Kemudian mereka turun dan memasuki toko hewan yang berada di sisi jalan.


Cia tersenyum merekah saat melihat berbagai hewan yang ada di setiap sudut toko itu. Sementara Agam berada di belakang Cia seperti ekor.


"Mbak, mas mau cari hewan apa ?"tanya seorang pelayan wanita yang menghampiri mereka.


"Kucing,"jawab Cia sambil tersenyum manis pada pelayan wanita itu.


"Baiklah. Kalau begitu ikut saya." Setelah itu Agam dan Cia mengikuti pelayan wanita itu hingga sampai pada salah ruangan yang berisikan kucing dengan berbagai macam warna dan jenis kelaminnya.


Mata Cia berbinar dan menghampiri satu persatu kucing yang ada di dalam kandang.


"Kucingnnya lucu-lucu semua,"ujar Cia, "masa iya gue beli semuanya,"lanjutnya sambil memandang satu persatu hewan lucu itu.


Agam juga melihat-lihat satu persatu kucing itu.


"Wahh.....ello pinter juga milih hewan. Gak salah gue punya tutor kayak lo,"kekeh Cia lalu memandang kucing berbulu putih berpadukan abu-abu dan gemuk.


"Ini cowok apa cewek mbak ?"tanya Cia pada pelayan di sampingnnya.


"cowok mbak,"jawabnya.


"Mbak beli yang ini ya dua aja,soalnya nanti kasihan dianya gak punya temen terus jadi kesepian deh. Kan gak enak mbak kalau sendiri kayak saya yang masih jomblo"balas Cia dan diangguki oleh pelayan itu. "Sekalian sama kandang dan makanannya juga ya mbak,"lanjut Cia.


Cia tak menyadari bahwa Agam tersenyum tipis melihat tingkah Cia yang konyol menurutnya. Sejujurnya Agam sangat kagum dengan Cia, dia bisa menyembunyikan segalan kesedihannya di balik ucapan dan tingakahnya yang konyol dan membuat semua orang terkecoh melihatnya, sehingga tidak menyadari bahwa di balik senyuman yang selalu ia tunjukkan tersimpan banyak kesedihan.


"Terima kasih mbak,"ucap pelayan itu yang diangguki oleh Cia dan Agam.


Setelah membayarnya, Agam dan Cia keluar dari toko itu dengan membawa kucing yang telah Cia beli. Kemudian melanjutkan perjalanannya menuju rumah Cia karena hari semakin sore.


25 menit kemudian, mereka telah sampai di halam depan rumah Cia. Lalu Cia turun dan membuka bagasi mobil Agam mengambil kucing-kucingnnya.


"Heh....manusia es, bantuin dong berata nih,"pinta Cia dan diangguki Agam.


Lalu Agam mebantu Cia membawa kucing beserta kandangnnya ke dalam rumah Cia.

__ADS_1


"Tarok di sini dulu, nanti biar gue yang beresin nih kucing sama kandangnnya.


Kemudian Agam meletakkan kucing dan kandangnnya di ruang tamu rumah Cia.


"Makasih iya. udah mau bantuin ples nolongin gue,"ujar Cia.


"Sama-sama,"jawab Agam.


"Lo gak mau duduk atau mau minum dulu ?"tanya Cia dan mendapat gelengan dari Agam.


"Gue boleh tanya ?" Cia menganggukkan kepalanya.


"Ello suka sama kucing ?"


"Iyalah kalau gue gak suka, buat apa gue beli tuh kucing-kucing dan juga bisa ngilangin kebosenan selama di rumah yang sepi bagai tak berpenghuni ini."


"Oh."


"Gue pulang dulu, udah mau malem soalnya dan gak baik cowok sama cewek di dalam rumah tanpa ada orang lain,"balas Agam.


"Gue ngerti kok."


Kemudian Cia mengantar Agam sampai depan pintu rumahnya hingga mobil Agam keluar dari halaman rumahnya.


Hari ini Cia sangat senang bersama dengan Agam. Rasanya ingin selalu bersamanya. Agam tidak seburuk yang ia pikirkan selama ini dan membuatnya nyaman di dekat Agam. Apakah Cia mulai menyukainya ? ah...entahlah mungkin iya atau mungkin hanya sekedar rasa kagum. Hanya waktu yang bisa menjawabnya.


.


.


.


.


.


.


.


.


Cieee...cieee....udah pada ekhemmm....mau tahu kelanjutannya tetap stay di lapak ini dan jangan lupa sukai dan komen cerita ini. karena komen kalian sangat di butuhkan🙏:)

__ADS_1


__ADS_2