
Hari demi hari, bulan demi bulan Cia lewati semua itu dengan sikap dan sifat yang sama dan tidak berubah. Setelah jam istirahat berbunyi, Cia memutuskan untuk pergi ke rooftop karena percuma ia pergi ke kantin karena Adam dan Aldo sedang tidak masuk sekolah. Mereka tidak memberitahunya, sungguh sahabat laknat,kalau ia tahu mereka tidak akan sekolah, maka bisa di tebak ia juga tidak akan masuk sekolah melainkan bersama mereka, saking kompaknya.
"Kok hidup gue sengsara gini ya ?"monolognya sambil menatap lurus ke depan. "Udah gak punya ibu, kakak, punya ayah tapi berasa gak punya ayah, gebetan apalagi,"lanjutnya.
Kadang ia mengeluh pada tuhan, kenapa hidupnya seperti ini, kenapa tidak seperti yang lain. Keluarga sempurna yang bahagia. Entah kapan tuhan akan mewujudkan keingingannya ?
"Ngapain di sini ?"tanya Agam lalu duduk di samping Cia namun agak jauh.
Cia menoleh pada Agam lalu tersenyum kecut dan menggelengkan kepalanya. Menertawakan kehidupannya sendiri.
"Gue iri deh sama lo !"jawab Cia tanpa menoleh pada Agam yang menatapnya usai mendengar penuturan gadis itu. "punya ortu yang sayang sama lo, care sama lo, merhatiin lo, dan sayang sama lo juga rela ngelakuin apa aja demi putranya,"lanjutnya sambil tersenyum kecut. "Kapan ya gue bisa punya keluarga kayak lo. Gak ada yang peduli sama gue kecuali curut-curut gue noh, sedangkan papa gue, dia malah peduli ke kertas-kertasnya dari pada keturunannya sendiri. Mungkin ini karma kalik ya ke gue ! karena selama ini gue udah banyak nyakitin orang, usil, gehina orang,pokoknya banyak deh. Kadang gue fikir, buat apa gue hidup ? kalau gue gak punya tujuan hidup atau semangat hidup, mending gue mati dari pada harus hidup kayak gini. Gue hidup tapi gua ngerasa mati."
Agam merasa iba pada gadis disampingnnya ini bukan hanya iba tapi sakit saat mendengar kisah hidupnya yang menyedihkan. Dia kira selama ini Cia adalah gadis biang onar yang hanya bisa membuat tensi orang lain naik, ia tidak menyangkan dibalik sikap Cia yang seperti itu tersimpan sejuta kesedihan yang mendalam yang tidak diketahui orang lain.
"Banyak yang peduli sama lo. Aisyah, Aldo,Adam dan-------,"ucapannya terhenti lalu menatap Cia lebih lekat dan membuat sang empu mengerutkan dahinya.
"Dan gue,"lanjutnya. "Jadi jangan pikir lo gak punya tujuan hidup dan gimanapun sikap papa lo, dia bakal tetep jadi papa lo, papa kandung lo yang udah biayain lo sekolah, ngasih uang jajan dan banting tulang buat masa depan lo." Jelas Agam sambil menatap Cia lekat sedangkan orang ditatap malah tertawa keras membuat Agam mengerutkan dahinya pertanda ia tidak mengerti tingkah gadis ini.
"Lo cocoknya jadi motivator atau penasehat bukannya siswa di sini," ucap Cia disela-sela tawanya.
"Gue serius,"ketus Agam lalu melenggang pergi meninggalkan Cia.
Cia tersenyum sambil menatap kepergian cowok itu. Cia tidak yakin dengan omongan Agam karena iya tahu seperti apa Agam.
⏳⏳⏳⏳⏳
Bel pulang sekolah berbunyi membuat seluruh murid SMA CIPTA BANGSA berhamburan keluar dari sekolah. Tapi tidak dengan gadis pembuat onar ini. Ia harus memakan semua materi yang ia terima dari Agam. Mau tidak mau ia harus menjalaninya atau ia akan terkena semprotan untuk yang ke-50 kali dari guru matematika yang di kenal dengn tampangnnya yang killer.
"Udahan dulu ya belajarnya, gak mood nih gue mana soal yang lo kasih itu banyak lagi. Capek tahu, capek body, capek hati pula,"dengus Cia yang membuat Aisyah di samping Cia tertawa.
"Cia..cia..ada-ada aja kamu. Emamg hati kamu kenapa ?"tanya Aisyah sambil tersenyum pada Cia.
"Hati gue ini capek Ais, kemarin habis lari-lari karena bosen katanya pengen refreshing,"kekeh Cia.
"Emang hati bisa lari-lari ya ?"
"Bisa dong Ais. Buktinya banyak orang yang lari dari kenyataan." Cia menaik turunkan kedua alisnya dengan bangga. Mungkinkah itu curhatan dari gadis ini.
__ADS_1
"Udah ngobrolnya. Kerjakan sampek selesai,"titah Agam dengan wajah dinginnya.
"Kalau gue gak mau gimana ? Lo mau apa hah ?"tantang Cia dengan wajah sangarnya.
Agam tersenyum miring. "Lo gak boleh pulang dan gue kunciin lo di sini,"jawab Agam tegas yang mampu membuat bulu kuduk gadis itu merinding seketika. Menurutnya Agam seperti hantu yang tiba-tiba muncul dan siap menerkamnya bagai mangsa.
"Lo liat kan Ais. Mukanya aja sok polos dan cool, tapi nyatanya lebih kejam daripada monster,"jelas Cia pada Aisyah dan Hanya mendapat gelengan kepala dari Aisyah.
"Ciaaaaaa.......,"timpal Agam yang mulai kesal dengan tingkah Cia.
"Iya iya iyaaaaa......,"dengus Cia,"bawel amat lo jadi cowok, lama-lama jadi emak-emak di kompleks gue yang suka ngegibah,"lanjutnya lalu mengerjakan soal-soal yang di berikan Agam dengan cepat karena ia tidak tahan lagi dengan rumus-rumus di depannya. Bikin sakit mata.
"Gam nanti pulangnnya mampir dulu ya ke cafe mama aku, soalnya aku mau ambil makanan di sana !!"kata Aisyah pada Agam.
"Oke,"jawab Agam.
"Kayaknya si Ais beneran suka deh sama Agam,"batin Cia.
Setelah menyelesaikan semua soal matematika itu, Cia langsung melenggang pergi dari tempat itu terlebih setelah mendapat pesan dari seseorang.
"Gue pamit pulang dulu ya. Maklum orang sibuk,"kekeh Cia.
"Siap calon ustadzah,"jawab Cia lalu pergi keluar dari tempat itu.
"Yaudah Gam, ayo kita pergi juga,"ajak Aisyah yang diangguki Agam.
⏳⏳⏳⏳
Waktu sudah menunjukkan pukul 19:00 yang artinya langit sudah gelap gulita. Saat ini Cia sedang berada di area balap motor yang banyak di datangi orang saat ini. Setelah les dia langsung menuju ke tempat balap untuk balapan.
"Cia lo udah siapkan ?"tanya Andre pada Cia.
"Yoi bang. Izilicia Ansyafa Endarson yang cantik, imut dan mempesona sejagat raya sudah sangat siap,"kekeh Cia.
"Lo kapan bisa serius sih ?"tanya Reno dengan nada kesal pasalnya Cia tidak pernah serius menanggapi sesuatu yang membuat orang lain kesal.
"Gue belum siap Reno buat lo seriusan,"jawab Cia dengan nada alay.
__ADS_1
"Bunuh lo enak kayaknya."
"silahkan di coba kalau lo berani tentunya,"tantang Cia yang membuat Reno beristigfar dalam hatinya. Kesabarannya sekarang di uji melalui gadis ini. Entah kapan dia bisa membungkam mulut gadis itu.
"Mending sekarang lo ke arena balap karena bentar lagi balapan bakal di mulai,"titah Andre dan diangguki Cia.
Cia memakai helm full face-nya, sarung tangan dan tak lupa jaket hitam yang ia pakai dan celana jins hitam. Sementara musuhnya sudah siap dari tadi di atas motornya. Tak lama balapan pun dimulai setelah wanita berpakaian minim melempar kain ke udara.
Cia melajukan motornya dengan kecepatan tinggi hingga lawannya tertinggal di belakang, namun detik berikutnya motor sport merah yang ditumpangi lawannya melewatinya begitu saja sehingga memancing emosi Cia. Cia semakin menambah kecepatannya agar bisa melewati lawannya itu hingga terjadi aksi kejar-kejaran diantara mereka berdua sampai akhirnya seperti biasa Cia lah yang menang, ia melewati garis finish pertama namun entah kenapa Cia merasa ada yang aneh dengan motor sport merah yang ia tumpangi.
Ia mencoba menghentikan laju sepeda motornya namun tidak mau berhenti. Sial...rem-nya blong astaga. Ia tak tahu lagi apa yang akan ia perbuat sementara Andre dan Reno yang melihat Cia berusaha untuk menghentikan motornya hanya bisa saling menatap lalu menatap Cia kembali.
"CIAAAA...TABRAKIN MOTORNYA...,"Teriak Andre pada Cia.
"TABRAKIN CIAAAA...ATAU LO BISA MATIIIIIII,"teriak Reno.
Cia yang bisa mendengar teriakan dari abang-abangnnya bingung. Di tabrakan kemana ? Dia lalu melihat lampu cahaya yang sangat terang yang membuatnya silau dan......
Brukkk.......
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
hai hai...aku come back guys😆maaf ya kalau aku lama banget gak up😢tapi aku bakal berusaha untuk up lagi kedepannya. semoga kalian terhibur ya...