Cinta Sang Mualaf

Cinta Sang Mualaf
SALTING


__ADS_3

Hari ini adalah hari yang paling menyebalkan untuk para murid khususnya bagi Cia dan curut-curutnya, karena hari ini mereka harus mengikuti upacara yang dilakukan setiap hari senin.


"Gak usah ikut yuk,"pinta Cia,"males gue. mana panas lagi heh....nanti yang ada kulit halus ples putih gue ini jadi rusak."lanjutnya.


"Yaudah, mumpung kita masih di koridor terus gak ada yang mantau kita. cap cus lah,"jawab Adam.


"Gue mah ngalur aja lah,"balas Aldo.


Setelah itu mereka pergi dan tidak mengikuti upacara bendera. Saat ini mereka sudah berada di rooftop sekolah itu sambil duduk santai menikmati udara pagi yang begitu hangat.


"Di sini kan baru enak. Adem lagi heh,"ucap Cia yang duduk di kursi panjang sambil menikmati udara yang sejuk.


"Udah kayak pantai,"timpal Adam.


"Pantai pantai pantai. Ini rooftop ******,"Sanggah Aldo dengan nada sedikit kesal.


"Iya lagian kalau di pantai itu. panas bukan sejuk kayak gini. Kayak orang yang gak pernah ke pantai aja lo,"dengus Cia sambil mengerucutkan bibirnya.


"Yaelah....salah lagi salah lagi. Emangnnya gue itu selalu salah di mata kalian, gak pernah bener,"ujarnya dramatis.


pletakkk....


Aldo menjitak kepala Adam yang membuat sang empu menringis kesakitan sambil memegang jidatnya.


"Main jitak-jitak aja. Sakit tahu,"dengus Adam, "emangnnya kepala gue ini dinding apa, main pukul-pukul aja. Mahal nih jidat gue kalau di jual, limited edition,"lanjutnya sambil menatap Aldo di sampingnnya.


Cia tertawa kecil mendengar penuturan dari salah satu sahabatnya. "Iya saking mahalnya tuh jidat ello, kucing aja sampek mau beli buat di jadiin tempat buat pup,"ejek Cia lalu tertawa keras setelah melihat wajah Adam yang memerah menahan amarah.


"Cieee....Adam salting nih, habis di katain sama Cia, ekhemmm......udah kayak kepiting rebus,"kekeh Aldo.


"Jangan-jangan ello suka ya sama gue, ngaku lo ngaku.....mana ada sih cowok yang nolak wanita cantik, imut, menggemaskan tiada tara kembarannya Selena Gomes adiknya Ariana Grande,"puji Cia pada dirinya sendiri.


"helehh.....yang ada Arina Grande muntah liat loh, apalagi Selena Gomes, palingan ello di jadiin pembatu sama dia,"cibir Adam memandang Cia di sampingnnya.


"HEH....KALIAN... ,"teriam seseorang dari belakang mereka.


"Eh..bentar deh kayaknya ada yang manggil kita deh,"ucap Aldo.


"Iya gue juga denger, masa iya manggil orang lain,"timpal Adam.


"Dodol lo berdua. Dia manggil dodol, lagi pula cuma kita yang ada di sini. eh....tapi gue kayaknya gue kenan nih suara," ujar Cia seraya berfikir.


Mereka lalu berbalik dan berdiri dengan tersenyum kikuk memandang orang yang menghampiri mereka dengan raut wajah kesal.


"Eh....bu gendut."Cia langsung membekap mulutnya. "Mmm...maksud saya bu Yuli yang cantik dan baik hati,"lanjutnya sambil tersenyum manis.

__ADS_1


"Selepas upacara kalian berdiri di lapangan sampai jam istirahat. Kalian bukannya bersikap baik supaya bisa menjadi contoh yang baik buat adik kelas kalian, ini malah kayak preman suka buat masalah,"tegas bu Yuli sambil memandang mereka yang tampak tidak merasa bersalah.


"Kasih diskon lah bu. Masa iya ibu tega jemur udah kayak ikan asin yang di jemur,"sanggah Adam.


"Kamu pikir saya jualan apa. Gak ada penolakan dan kalau kalian tidak mau saya akan tambahin hukuman buat kalian. Kalian mau saya tambah hukumannya?"tanya guru itu dan di jawab gelengan oleh ketiga muridnya.


\=\=\=\=\=\=\=


Saat ini Agam dan teman-temannya sedang berjalan menuju kantin, karena bel istirahat sudah berbunyi. Saat dalam perjalan pandangan Agam jatuh pada ketiga sosok manusia yang sedang berdiri di tengah lapangan sambil hormat pada tiang bendera.


"Itu bukannya Adam, Aldo sama Cia ya?"tanya Noval sambil memicingkan matanya menatap ke arah lapangan.


"Iya bener tuh itu mereka. Pasti mereka di hukum lagi,"jawab Tio


"Gak ada kapok-kapoknya mereka di hukum. Gak capek apa di hukum muluk,"timpal Noval sambil menggelengkan kepalanya.


"Gue harus bicara sama dia,"batin Agam sambil memandang tajam ke arah Adam dan sahabatnya.


\=\=\=\=\=\=\=\=


Kini Cia melangkah terburu-buru menuju perpustakaan untuk les. Setelah bel pulang berbunyi Cia langsung mengemasi barang-barangnnya dan langsung menuju perpus setelah meminta ijin pada sahabatnya.


"Maaf ya gue telat. Habisnya tadi gue makan dulu, laper,"ujar Cia lalu duduk di samping Agam dan mengeluarkan buku matematikanya.


Cia merasa heran dengan sikap aneh Agam. tidak seperti biasanya Agam menatapnya seakan-akan dia adalah mangsanya.


Cia hanya tersenyum kikuk menatap Agam.


"Hati-hati loh...nanti khilaf karena liat kecantikan inces Cia yang tiadar tara ini,"jawab Cia sambil menaik-turunkan kedua alisnya dan membuat Agam salah tingkah dibuatnya.


"Cieee....salting cieee....Agam salting nih."Cia tertawa kecil melihat tingkah Agam yang aneh. "Jangan bilang ello suka sama gue?"tanya Cia penuh selidik.


"Gak,"ketus Agam.


Cia hanya mangut-mengut mendengar jawaban Agam.


"Kenapa lo di hukum ?"tanya Agam lagi tanpa menatap Cia.


"Kepo amat lo. Ini urusan gue dan lo gak usah sok care atau sok peduli sama gue. Lagian lo bukan siapa-siapa gue,"jawab Cia tak kalah ketus.


Cia kesal pada Agam yang selalu judes dengannya dan ingin rasanya Cia mencabik-cabik wajah Agam.


"Mending sekarang kita mulai pelajarannya, biar gak kesorean pulangnnya,"timpal Cia.


"Kerjain,"titah Agam yang menyodorkan secarik kertas yang berisi soal matematika untuk Cia kerjakan.

__ADS_1


Cia mengambil kertas itu dan melihatnya dengan malas.


"Yaelah ini sih gampil banget, gue juga bisa kalik."Cia lalu mengerjakannya dengan cepat. Entah benar atau salah di tidak peduli yang penting dia sudah mengerjakannya.


Agam melirik Cia yang sedang fokus mengerjakan soal-soal yang ia berikan. Sejenak ia berfikir kenapa Cia menjadi seperti ini ? padahal aslinya ia murid yang pintar, dan mampu dalam bidang pelajaran apapun. Ia berfikir seperti itu karena ia melihat jawaban yang Cia tulis dan jawaban itu benar.


"Nih, udab kerjain. pasti bener,"ujar Cia yang menyodorkan bukunya pada Agam. Kemudian Agam mengambil dan mengecek jawaban Cia.


"Good,"jawab Agam sambil tersenyum tipis pada Cia.


Deggg....


seketika jantung Cia berpacu cepat bagaikan orang yang berlari maraton. Senyum yang tidak pernah ia lihat sebelumnya bahkan jarang ia lihat. Pasalnya Agam adalah cowok yang cuek, judes, dan dingin yang terkenal di sekolahnya.


"Aduhh....kenapa nih jantung? apa gue punya penyakit jantung ya. tapi masa ia muda muda gini udah jantungan,"batin Cia sambil memandang lekat wajah Agam.


"Kenapa?"tanya Agam sambil menaikkan sebelah alisnya.


"Eeeee...engggak pa-pa kok. emangnnya gue kenapa ?"tanyanya balik.


Agam hanya menggeleng pelan mendengar jawaban Cia.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


**hai hai....ciee...cie.....pada salting tuh mereka😅 eakkkkk......😆 mudah mudahan kalian terhibur ya...


jangan lupa buat sukai, vote dan komen ya🙏karena kritik dan saran kalian penting buat author**:)

__ADS_1


__ADS_2