
Kini Cia sudah berada di parkiran mobil, menggerutu kesal pada roda mobilnya yang kempes.
"kenapa sih..nih ban mobil pakek bocor segala ? ckk.....perasaan tadi pagi enggak pa-pa," gerutu Cia sembari menendang-nendang ban mobilnya.
"Cia,"panggil seseorang dari belakang, Cia menoleh dan terkejut melihat dua orang yang menghampirinya. "kamu masih di sini ? enggak pulang ?" tanya Aisyah memandang Cia.
"Ehmmm...biasalah Ais nih kesayangan gue ngambek, minta makan," jawab Cia sambil menunjuk ban depan kanan mobilnya, lalu tertawa kecil. sedangkan Aisyah hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah Cia yang menurutnya konyol.
Cia mendekatkan wajahnya pada Aisyah dan berbisik, "Lo ngapain sama manusia kutub ini ?" Cia melirik Agam yang berada tak jauh dari Aisyah.
"Ishh....enggak boleh gitu. Aku sama dia mau pulang bareng, soalnya di rumahnya dia ada pengajian dan kebetulan rumah kami berdampingan," jelas Aisyah dan diangguki Cia. "Gimana kalau kamu bareng kami aja ? lagi pula kami cuma berdua dan dalam islam kan ngak boleh berduaan dalam satu ruangan karena ketinganya itu setan," lanjutnya.
"Tapi tadi gue sama dia berdua di perpustakaan ?" sahut Cia.
Aisyah tertsenyum kecil pada Cia, "Ada aku kok di sana, jadi kalian enggak berdua doang."
"Ehmmm....lo ada di mana ?" tanya Cia bingung, ya karena tadi di perpus hanya ada dia dengan manusia kutub itu bagaimana mungkin ada Aisyah.
"udahlah lupain aja. ayo naik keburu malem," Ujar Aisyah, lalu melirik Agam di sampingnnya dan Agam yang mengerti hal itu hanya menganggukkan kepalanya tanda mengerti.
"Lumayan...hemat duit," sorak Cia dalam hatinya sembari tersenyum kecil.
Setelah itu Cia, dan Aisyah memasuki mobil hitam milik Agam yang terparkir di sebelah mobil Cia lalu melajukan mobilnya.
Sementara Adam dan Aldo sedang heboh memainkan playstation di rumah Adam tanpa menghiraukan sekitarnya yang terlihat berantakan.
"Gue pasti menang, lo nyerah aja deh nanti takutnya lo nangis lagi," ujar Adam seraya melirik Aldo di sampingnnya.
"Apapun bisa terjadi bro." Aldo tersenyum miring menatap Adam.
Mereka terus bermain penuh dengan semangat.
Sedangkan di dalam mobil terdengar suara yang begitu meneduhkan hati siapapun yang mendengarnya.
"Yeayy....." Cia bertepuk tangan menatap Aisyah di sampingnnya dengan mata berbinar.
"suara lo bagus banget. kalau lo ikut kompetisi menyanyi, gue jamin lo bakal jadi bintang besar dan juga terkenal." Cia tersenyum lebar pada Aisyah.
"Biasa aja kok, kamu terlalu berlebihan. Lagi pula suara Agam lebih bagus dari aku," sanggah Aisyah melirik Agam yang sedang fokus menyetir.
"Enggak, biasa aja," sahut Agam tanpa menoleh pada ke-dua remaja di belakangnnya.
"Iya saking bagusnya orang sampek mau muntah dengerin suara manusia kutub itu," Sindir Cia sambil melirik Agam sinis dan tersenyum miring.
__ADS_1
"Enggak baik kamu ngehina orang kayak gitu," ucap Aisyah lembut pada Cia.
"Terserah lo deh." lalu Cia menyenderkan badannya pada tempat duduk dan memejamkan matanya yang sudah tidak tahan dengan kantuknya. Aisyah dan Agam yang melihatnya hanya tersenyum kecil. Tak berapa lama, akhirnya mereka sampai di depan rumah bercat abu-abu dipadukan dengan warna kuning dan banyak orang di rumah itu.
"Cia....Cia...bangun, udah sampek." Aisyah menggoyang-goyangkan tubuh Cia hingga membuat sang empu terbangun sambil mengerjap-ngerjapkan kelopak matanya.
"eee...udah sampek," sahut Cia lalu keluar dari mobil Agam dan terkejut dengan pemandangan di hadapannya. "Ini kan bukan rumah gue." Cia membulatkan matanya saat melihat banyak orang di rumah itu dengan menggunakan pakaian gamish panjang berwarna juga jilbab yang bermacam-macam model dan juga warna yang menarik.
"Ini rumah gue," balas Agam lalu memasukinya rumahnya. Cia menatap Aisyah dan dingguki olehnya.
Kemudian Aisyah dan Cia memasuki rumah Agam melewati kerumunan orang yang ada di setiap sudut rumah itu dan Cia,dia hanya menunduk sambil berjalan mengikuti Aisyah dan Agam karena saat ini dia menjadi pusat perhatian banyak orang di sana karena penampilannya yang terlihat bad girl.
"Sial, dia pasti sengaja mau permaluin gue dengan bawa gue ke rumahnya," runtuk Cia, "mana gue pakek rok pendek lagi," lanjut Cia dalam hati.
"aduh....," ringis Cia memegang kepalanya yang terbentur punggung Aisyah yang berhenti mendadak di depannya.
"ehh...maaf Cia, aku enggak sengaja." Aisyah menoleh dan meminta maaf pada Cia.
"enggak pa-pa kok." Cia tersenyum kecut lalu tersenyum melihat dua orang orang paruh baya yang tengah menatapnya dan Aisyah dengan tersenyum.
"Agam Dia siapa nak ?" tanya wanita paruh baya sambil memandang Cia.
"Temen aku ma," jawab Agam menatap Cia.
mama agam menerima uluran tangan Cia." Saya Ani mamanya Agam dan dia____"
"Pak Surya pemilik sekolah ya kan ?" potong Cia sambil terseyum pada ayahnya Agam.
"Enggak boleh motong ucapan orang tua Cia," ujar Aisyah yang membuat Cia tersenyum kikuk seraya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
☆☆☆☆☆☆
"Astaga, Cia nelpon gue sampek 50 kali," kata Aldo sambil melirik Adam yang mengangukkan kepalanya.
"iya dia juga nelpon gue," sahut Adam, "Coba lo telpon Cia sekarang dan gue ambil cemilan dulu," titah Adam yang diangguki aldo.
Tutt....tuttt.....
"kok Cia ngak ngangkat telpon gue sih, jangan-jangan dia marah lagi gara-gara gue ngak ngangkat telponnya." Aldo berbicara pada dirinya sendiri.
Adam menghampiri Aldo di ruang tamu dengan beberapa cemilan dan minuman di tangannya. "Gimana diangkat ngak ?" tanya Adam, "tanpa lo jawab gue udah tahu. enggak di angkatkan pasti dia marah ke kita." Adam menghela nafasnya memikirkan apa yang akan terjadi padanya dan Aldo karena mengingat apa yang pernah Cia lakukan pada mereka.
Sedangkan Cia saat ini tengah duduk bosan di ruang tamu sendiri ya karena Aisyah dan Agam bergabung dengan orang-orang yang sedang mengaji dan bershalawat di halaman depan.
__ADS_1
"Hehh...gue bosen di sini, mana enggak ada yang temenin gue lagi," kata Cia dengan wajah jenuhnya. "Gue tengok mereka aja kalik ya, penasaran gue apa yang mereka lakuin." Cia kemudian beranjak pergi dari ruang tamu menuju ke halaman depan melihat pengajian yang sedang berlangsung di sana.
Saat tiba di halaman depan, Cia dapat melihat banyak orang yang sedang duduk di atas karpet panjang berwarna coklat, dengan Al-qur'an di tangan mereka. Cia yang melihat itu semakin penasaran apalagi saat mendengar lantunan ayat suci al-qur'an yang di bacakan oleh Agam dengan menggunakan microfon. Cia mengintip di balik kaca seraya tersenyum tipis.
"Heh...bagus juga suaranya," puji Cia sambil melihat Agam yang duduk membaca ayat suci Al-qur'an.
"Ada nak Cia di sini," ujar seseorang mengagetkan Cia yang sedang mengintip.
"hmmm...iya," jawab Cia sambil tersenyum kikuk memandang mama Ani.
"Kamu enggak gabung sama mereka?" tanya mama Ani dan mendapat gelengan dari Cia.
"Kenapa ?" lanjutnya sambil memegang sebelah bahu Cia.
"Cia emang enggak gabung," sahut Cia, "kan kita beda tuhan," lanjutnya.
"Maksudnya ?"
"Maksudnya Cia, Cia beda Agama sama tante, Aisyah dan Agam juga yang lainnya." jawaban Cia membuat mama Agam membulatkan matanya kaget.
"Jadi kamu buka beragama islam?"
"100 buat tante," sahut Cia seraya tersenyum menatap mamanya Agam.
"Ohh...maaf tante enggak tahu," jawab mama Agam tersenyum pada Cia.
"Enggak pa-pa kok tante," balas Cia.
"Yaudah kalau gitu, Cia ikut tante ke dapur buat ambil makanan dan bagi-bagiin ke semua orang. Cia bisa kan ?"
"Kalau itu mah bisa tante. lagi pula dulu Cia sering ikut Aldo sama Adam buat bagi-bagi makanan ke orang-orang di pinggir jalan. kasihan tante mereka enggak mampu buat beli makanan terus nanti tuhan Aldo bakal senang sama Aldo karena udah bagi-bagi makanan ke orang yang ngak mampu kata Aldo," ucap Cia sambil mengingat-ingat kejadian itu.
"Itu benar. ayo.... ." Kemudian Cia dan mama Agam pergi ke dapur untuk mengambil makanan dan membaginya kepada orang-orang yang mengikuti pengajian.
.
.
.
.
.
__ADS_1
HAI HAI....KEMBALI LAGI SAMA AGAM DAN CIA😅. GIMANA CERITANYA ? MUDAH -MUDAHAN MENGHIBUR YA DAN JANGAN LUPA BUAT VOTE, SUKAI DAN KOMEN TENTANG CERITA INI.....DAN JUGA FOLLOW AKUN AKU YA😆 DAN APABILA ADA SALAH KATA, SAYA MOHON MAAF🙏.