
Senja berganti malam yang menandakan manusia untuk menghentikan aktivitasnya. Sama hal dengan tiga orang yang sedang berada di dalam mobil milik Agam.
"Eh...tadi itu seru ya !!!"ucap Cia dengan senyum lebar di wajahnya. "bagi-bagi makanan sama nenek,kakek dan cucu-cucunya apalagi anak kecil yang mukanya bunder kayak donat uhhh....lucu banget,"lanjut Cia pada Aisyah di sampingnnya.
"Iya lucu banget kan, mmmm...makanya sering-sering ikut kita, supaya bisa ketemu sama dedek bayi yang tadi," jawab Aisyah pada Cia.
"Iya...tapi lo tahu kan, gue ini super sibuk dan gadis cantik macam gue ini susah buat keluar rumah, apalagi..tuh mulut tetangga gue, yang sukanya ngadu sama bokap," ucap Cia kesal saat mengingat tetanganya yang rempong menurutnya. "pengen gue lakban tuh mulut terus gue gantung dia di tengah kota biar ****** sekalian," lanjutnya.
"Gak boleh gitu, dosa tahu. Mungkij itu demi kebaikan kamu juga kan!!" ujar Aisyah penuh kelembutan.
Cia menghela nafasnya," iya juga sih...tapi kan tetep aja gue kesel sama tuh orang. Nih ya kalau bukan karena Aldo sama Adam, gak mungkin gue bisa bebas kayak gini. Soalnya mereka ngerjain tuh tetangga gue yang rempong sampek dia pindah dari kompleks tempat tinggal gue." Cia tersenyum lebar saat mengingat kelakuan Aldo dan Adam saat mengerjai tetangganya yang super duper nyebelin dan membuat Aisyah tersenyum sambil mengacak rambut Cia yang terurai.
"ihh...Ais...kebiasaan deh...ngacak rambut Cia. rambut Cia-kan udah perawatan ke salon yang muahal nya luar biasa," ucap Cia dengan nada lebay lalu tertawa setelah itu. Cia tak menyadari bahwa sedari tadi Agam melihatnya melalui kaca spion di dalam mobilnya yang membuat sudut bibirnya tertarik ke atas.
Tak lama setelah itu akhirnya mereka pun sampai di rumah besar dan luas milik Cia.
Cia turun dari mobilnya.
"Ciaaaaaaaaaaa," teriak Adam dan Aldo serempak lalu memeluk Cia sontak membuatnya terkejut bukan main.
"Aduhh...lo itu dari mana aja sih. kita khawatir sama lo.Gue telfon, chat berratus-ratus kali tapi lo ngak jawab pesan atau telpon gue," kata Aldo di sela pelukannya.
"Iya Aldo bener, gue kura lo udah mati di culik terus di bunuh habis itu di mutilasi terus di awetin habis di buang ke laut," cerocos Adam.
Lalu mereka meleraikan pelukannya dan menatap khawatir Cia.
pletakk....
"Tuh mulut bisa di rem gak. main cerocos aja mana nyumpahin gue mati lagi." Cia menggelengkan kepalanya.
"Yaudah Cia kami pamit dulu," pamit Aisyah dari dalam mobil dan diangguki Cia.
lalu Cia pergi memasuki rumahnya meninggalkan para curutnya.
Cia menghela nafasnya saat duduk di sofa panjang berwarna merah yang ada di ruang tamu-nya.
__ADS_1
"mbokkkk, bikinin Cia jus jerukkkk," teriak Cia.
"Iya non," jawab Art Cia dari dapur.
Adam dan Aldo menghampiri Cia yang sedang selonjoran santai di sofa panjangnnya.
"Ci...kok bisa sam si Agam ? terus ada Aisyah?"tanya Adam menatap Cia di sampingnnya.
"Iya Ci, emangnnya lo dari mana kok bisa sama dia?"tanya Aldo.
Cia menatap dua sahabatnya jenah. lalu menghela nafasnya kasar.
"Lo berdua kenapa tadi pagi enggak ngangkat telpon gue hah..?" tanya Cia sambil menaikkan sebelah alisnya.
Adam dan Aldo menyengir, "kita main playstation tadi pagi," ucap Aldo pelan.
"hmmm...playstation ya....hmmm.... ."Lalu Cia menggelitik Aldo dan Adam bergantian.
"hahhhahahh." Aldo tertawa terbahak-bahak.
///////////////
Sinar mentari masuk melalui celah jendela dari seorang gadis yang masih tertidur pulas. Lalu mengerjap-ngerjapkan matanya beberapa kali dan mengubah posisi nya meniadi duduk. Setelah itu Cia turun kebawah untuk makan.Ya itu sudah menjadi kebiasaan Cia sesudah tidur untuk makan.
"Sudah bangun," ujar seorang pria paruh baya yang tengah menyantap makanannya.
Cia yang melihat orang itu hanya memutar bola matanya malas dan mengerutkan dahinya kala melihat banyak makanan yang ada di meja itu.
"Mokkk.....," panggil Cia pada mbok Surti ART-nya.
"Iya non. ada apa ?"tanya mbok Surti saat menghampiri Cia.
"Kok banyak makanan mbok hari ini ?"tanya Cia yang tengah berdiri di depan mbok surti.
"Ada temen papa yang mau ke sini hari ini !!!"jawab papanya.
__ADS_1
"Kalau begitu saya permisi dulu,"pamit mbok surti lalu pergi hadapan Cia.
Kemudian Cia duduk tanpa memperdulikan papanya di depannya.
"Cia. Sampai kamu terus begini hah ?"tegas Papanya sambil berdiri menatap tajam putrinya.
"Sampai papa peduli sama Cia, sampai papa bisa ngerti perasaan Cia, sampai papa bisa luangin waktu papa buat Cia dan enggak sibuk sama urusan papa sendiri," jawab Cia yang juga berdiri menatap papanya sinis. lalu ia pergi ke kamarnya dan keluar dari rumah dengan membawa jaket hitam miliknya.
"Ciaaa...papa belum selesai ngomong," teriak papanya sambil memandang tubuh Cia yang mulai menghilang.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Hai hai guys....โบmaaf ya aku comeback soalnya aku kemaren-kemaren banyak urusan ๐ dan ya....selamat hari idul fitri bagi yang merayakan ya๐๐๐ dan semoga suka sama cerita Cia dan Agam๐ dan jangan lupa buat vote dan sukai lalu komen di cerita ini๐