Cinta Sang Mualaf

Cinta Sang Mualaf
Bujukan


__ADS_3

Tokk....tokk.....


"ya sebentar". sahut seseorang dari balik pintu.


"ehh....den aldo dan den adam". sapa wanita paruh baya dengan lembut setelah membuka pintu rumah itu. "silahkan masuk. non ilinya masih di kamar". Aldo dan Adam tersenyum seraya menganggukkan kepala mereka bersamaan sebelum memasuki rumah cia.


"duduk dulu den. saya akan bangunkan non ili dulu".


"mmm...enggak usah mbok. Biar kita aja yang bangunin cia". tolak aldo pada mbok surti ART di rumah cia. kemudian melenggang pergi dari tempat itu setelah mendapat anggukan dari aldo dan adam.


Aldo dan Adam menaiki tangga menuju kamar cia yang berada di lantai dua untuk membangunkan sang empu.


"buset dah....ini rumah apa stadion!!! besar amat". puji adam yang menatap sekeliling rumah cia yang besar dan mewah.


"biasa aja kalik. kayak enggak pernah liat rumah besar aja lo". seru aldo pada adam di sampingnnya tanpa menoleh. "lagi pula rumah lo juga besar". aldo melirik adam sekilas.


"iya sih. tapi kan rumah gue enggak sebesar rumah ini". adam menggelengkan kepalanya kepala memandang takjub rumah cia. "enak bener tuh bocah heh....bokap udah tajir, terkenal, dan punya bisnis dimana-mana".


"mungkin lo bener, tapi terkadang yang lo liat bukan yang sebenarnya dan yang tak terlihat itulah yang sebenarnya". Lalu aldo mempercepat langkahnya sesekali melirik adam yang berusaha mencerna perkataannya.


"mmm..maksud lo do ?". tanya adam menatap orang yang sudah tidak ada di sampingnnya. "***** gue di tinggal, emang kurang asem tuh anak". gerutu adam.


sementara aldo sudah berada di salah satu kamar bercat biru muda yang terlihat bersih dan rapi, juga boneka stitch yang hampir memenuhi ranjang tidur dari seorang gadis yang masih berada di alam mimpinya. kemudia aldo melirik jam dinding yang sudah menunjukkan pukul 5:45 yang juga bergambar stitch. lalu aldo mendekati ranjang yang di tiduri oleh seorang gadis yang memeluk boneka stitch.

__ADS_1


"ciiii....cia bangun. udah pagi woy". lalu aldo menggoyang-goyangkan badan cia, namun gadis itu tetap diam seakan-seakan tidak terusik dengan aldo yang membangunkannya sejak tadi.


"kurang asem lo do. main tinggal-tinggalin orang aja, dikira gue barang apa heh...". sungut adam yang baru memasuki kamar cia dan menatap aldo dengan wajah yang memerah.


"udah ceramahnya. mending sekarang lo bantu gue buat ngebangunin nih bocah kebo". aldo menunjuk cia yang masih tertidur.


"buset nih bocah, udah jam segini belum bangun". adam menggelengkan kepalanya menatap cia "pantesan dia telat muluk ke sekolah".


"gue udah coba bangunin dia dengan segala macam cara. tapi dia enggak bangun-bangun heh...". aldo sudah menyerah untuk membangunkan cia.


"lo tenang aja. serahin urusan ini ke pada pangeran yang ganteng ini". adam membanggakan dirinya sendiri.


//////////////


"iya cia. maafin dong. habisnya lo sih enggak bangun-bangun, ya gue terpaksa pakek cara itu". ucap adam menatap cia dengan wajah yang penuh harap agar cia memaafkan kesalahannya.


kini mereka sudah berada di sekolah. rambut di kuncir berwarna coklat, seragam lengkap, sepatu nike berwarna putih dengan kedua tangan di silangkan di depan dada juga gelang hitam dengan huruf 'I' sebagai gantungannya. cia berjalan dengan wajah kesal dan tidak menghiraukan dua orang yang sedari tadi mengoceh. tak tahan dengan ocehan dua orang di sampingnnya, cia menghentikan langkahnya lalu menatap dua orang yang sedari tadi mengoceh. sementara semua murid yang melihatnya hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah ke-dua orang yang tak berhenti mengoceh.


"heh...pasti mereka bertengkar lagi". ujar tio menatap cia dan teman-temannya dari jauh.


"100% buat lo". noval bertepuk tangan setelah mendengar ucapan tio di selingi tawa kecil.


sementara agam mengerutkan dahinya setelah mendengar ucapan dari teman-temannya.

__ADS_1


"yaelah...gam lo kayak enggak tahu mereka aja". kekeh noval dan tio.


sementara aldo dan adam cemas tentang apa yang akan di ucapkan cia.


"oke gue bakal maafin kalian berdua, asal kalian mau lakuin apa yang gue mau ?". cia menatap aldo dan adam bergantian.


"oke...oke...kita bakal lakuin apapun yang lo minta. asal lo maafin kita". ucap aldo lalu menatap adam.


"*eee...iya iya bener kata aldo". jawab adam gugup.


"kok perasaan gue enggak enak ya". batin adam sambil tersenyum pada cia


"mudah-mudahan enggak yang aneh-aneh dehh...". batin aldo yang juga tersenyum kikuk pada cia*.


 


///////////////////////////////


 


hai-hai sobat....hihihi😆


I am come back......oh ya semoga kalian terhibur ya dengan cerita ini....😅

__ADS_1


sampai jumpa di chaptet selanjutnya👋👋


__ADS_2