
Setelah seharian Cia bermain bersama kedua sahabat laknatnya, Cia memutuskan untuk pergi dari kediaman Aldo. Selang berapa menit akhirnya Cia sampai di sebuah tempat yang di penuhi orang dan juga motor milik orang-orang di sana. Karena hari masih sore Cia memutuskan datang ke tempat itu.
"Wess.....Cia udah dateng lo!!! bang Cia udah dateng nih,"ujarnya memanggil seseorang yang kemudian muncul dan menghampiri Cia dan tersenyum.
"Gue pikir lo gak akan ikut balapan hari ini ? ternyata gue salah,"ucapnya lalu mengacak rambut Cia.
Cia merapikan rambutnya kesal. "Mana mungkin gue ingkar janji hmmm....tidak ada kata ingkar dalam kamus seorang Izilicia Ansyafa Endarson yang cantik, imut dan mempesona bak seorang putri dari kayangan,"kekeh Cia sambil menatap dua orang di depannya.
"Lebay amat lo. cicak,"ejek pria berjaket coklat.
"Cantik cantik gini di bilang cicak,"sewot Cia,"lagian mana ada sih cicak secantik inces Cia yang imut dan mempesona ini,"lanjutnya.
"udah ributnya ?"tanya pria berjaket kulit berwarna hitam dan di angguki oleh keduanya.
"Andre lo mending dari sini, urusin yang lain,"ucapnya pada pria berjaket coklat yang diketahui bernama Andre dan diangguki olehnya. "Dan ello Cia!! mending sekarang ello persiapin diri lo karena lawan lo kali ini beda dengan lawan-lawan lo yang sebelumnya,"lanjutnya, "gue kasih lo peringatan karena lawan lo kali ini udah sangat berpengalaman dalam hal balapan."
"Santuy kalik bang Reno. Gue yakin kok kali ini cewek cantik di hadapan ello ini pasti menang lagi seperti biasa,"jawab Cia lalu pergi dari hadapan pria berjaket kulit berwarna hitam yang bernama Reno.
Sore berganti malam dan waktu sudah menunjukkan pukul 7 malam dan kali ini Cia sudah berada di arena balap motor, bersiap untuk memulai pertandingannya.
"Pokoknya gue harus menang hari ini. kalau sampek kalah mau tarok di mana muka gue. queen racing masa kalah hih....kan gak banget bisa turun harga diri gue,"gumam Cia dalam hati. Lalu menatap lawannya tajam dan mendapat tatapan tajam dalam lawannya.
Setelah itu mereka memulai pertandingannya setelah mendapat aba-aba dari operator. Cia melajukan motornya dengan cepat meninggalkan lawannya yang masih berada di belakangnnya. Tak lama setelah itu lawannya berhasil melewati Cia dengan kecepatan yang tinggi, Cia tak mau kalah, lalu ia menancap gas motornya dengan kecepatan tinggi hingga berhasil melewati lawannya. Terjadilah aksi kejar-kejaran antara Cia dan lawannya hingga saling melewati antara keduanya.
Saat garis finish mulai dekat Cia menaiki kecepatan motornya hingga penuh hingga berhasil melewati lawannya dan menjadi yang pertama melewati garis finish.
Teman-teman Cia memberika selamat atas kemenangannya hari ini. Lalu Cia membuka helm-nya dan menatap lawannya yang juga seorang perempuan. Kemudian perempuan yang menjadi lawan Cia itu menghampiri Cia.
"Gue akui. Permainan lo bagus dan ello bisa ngalahin. Tapi ini cuma untuk kali ini, lain kali kalau kita balapan lagi, gue gak akan biarin ello menang dan gue bakal lakuin apapun untuk itu,"ucap perempuan berambut hitam panjang dan lurus dengan menatap sinis Cia.
"Ck....jangan banyak bacot deh.Mending ello belajar lagi biar pinter dan jangan mimpi ello bisa ngalahin gue Maurin," balas Cia tak kalah sinis, "gak sia-sia gue mutusin persahabatan ello sama gue dulu, bener kata Aldo dan Adam ello itu gak lebih dari sekedar sampah yang udah busuk yang bisanya cuma hianatin orang,"cerocos Cia panjang lebar pada perempuan yang di ketahui bernama maurin ini.
Maurin marah dan kesal mendengar ucapan pedas dari orang yang pernah menjadi sahabatnya ralat mantan sahabatnya. Cia dan Maurin sempat menjalin persahabatan ketika masih smp lalu Cia memutuskan hubungan itu setelah apa yang maurin lakukan padanya dan juga sahabat-sahabatnya.
"Tunggu pembalasan gue Cia."lalu maurin pergi setelah mengucapkan kata itu.
"Yaudah bang, gue pulang dulu ya. capek mau perawatan dulu biar tetep cantik, imut dan mempesona,"kekeh Cia lalu melajukan motornya dengan kecepatan sedang setelah mendapat anggukan dari teman-temannya.
__ADS_1
20 menit berlalu, akhirnya Cia sampai di rumahnya dengan selamat. sebelum memasuki rumahnya Cia menatap mobil berwarna putih yang terparkir rapi di halaman depan rumahnya.
"Mobil siapa nih ?"tanyanya pada diri sendiri. "Bodo amat lah, gue capek,"gumam Cia lalu melangkah memasuki rumahnya.
"Oh ya ?"tanya papa Cia yang sedang mengobrol dengan seseorang di ruang tamu.
"Ya.Tapi untunglah ada putraku yang menyelidikinya, kalau tidak perusahaanku akan bangkrut karena karyawan itu,"balasnya sambil menatap putranya yang berada di sampingnnya dengan bangga.
Cia nampak tidak peduli dengan obrolan mereka dan melewati mereka tanpa melihat papanya dan rekannya yang sedang mengobrol. Langkahnya terhenti saat mendengar ucapan dari papanya.
"Dari manan saja kamu ? malam -malam begini baru pulang,"tanya papanya.
"Balapan,"jawab Cia singkat tanpa menoleh pada papanya lalu melanjutkan langkahnya namun tangannya di hentikan oleh cekalan papanya.
"Ikut papa." lalu menarik kasar tangan Cia yang membuat sang empu meringis kesakitan.Sementara dua orang yang masih duduk dan diam sambil menatap Cia dan papanya.
"Nak, bukankah itu gadis yang sama yang datang ke acara pengajian di rumah kita kemarin ? "tanya pria berjas hitam pada putranya yang mengenakan kaos putih dan celana hitam.
"Iya pa, dia Cia temen Agam,"balas Agam.
Sekarang Agam dan ayahnya sedang berada di rumah Cia. Kebetulan papa Cia dan papa Agam adalah rekan bisnis. Agam tertegun saat mendengar jawaban singkat dari Cia. Pasalnya Cia di kenal bawel dan humoris di sekolahnya yang membuat semua orang tersenyum karena ulah konyolnya.
"Kenapa kamu balapan hah ? kamu itu anak perempuan dan gak pantes ikut kayak gituan. Apa kata orang nanti kalau mereka tahu putri pengusaha sekaligus pembisnis terkenal Surya Endarson memiliki putri yang tidak tahu aturan dan kerjaan cuma bikin onar dan membuat malu nama keluarga," geram papanya Cia dengan nada tinggi.
Cia tersenyum kecut mendengar penuturan dari papanya. "Apa peduli papa. Selama ini papa gak pernah peduli sama Cia, gak pernah ada buat Cia, papa itu egois, cuma mentinin urusan papa sama pekerjaan papa itu," ucap Cia lantang sambil memandang papanya tajam. "Apa pernah papa tanya gimana sekolah Cia ? gimana pelajaran Cia ? gimana kelakuan Cia kalau di sekolah? Apa pernah papa nemenin Cia belajar dan bantu Cia menyelesaikan masalah Cia ? jawabannya GAK PERNAH bener kan. Jadi sekarang jangan salahin Cia kalau Cia seperti ini. Jangankan bantu Cia papa gak pernah sekalipun datang ke sekolah Cia buat ngambil raport atau sekedar ketemu sama Cia. Dan sekarang papa tanya kenapa Cia balapan ? karena dengan itu, sejenak Cia dapat lupain semua masalah Cia, hanya itu yang dapat melupakan masalah Cia walau hanya sekejap," ucap Cia panjang lebar dan membuat papanya semakin geram, lalu Cia pergi dari hadapan papanya dengan tergesa-gesa menahan cairan bening yang sedari tadi memenuhi matanya. dengan langkah cepat, Cia menaiki anak tangga satu persatu tanpa memperdulikan dua orang yang duduk dan menatap kepergiannya.
Lalu papanya kembali menemui Agam dan ayahnya sambil tersenyum.
"Apakah ada masalah ?"tanya papa Agam.
"Eh...tidak hanya masalah kecil,"jawab papanya Cia dengan santai.
Sementara Agam masih memikirkan Cia, entah kenapa Agam ingin sekali menemuinya, entah perasaan apa yang Agam miliki terhadap Cia.
.
.
__ADS_1
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
**Hai hai maaf ya🙏aku lama updatenya soalnya aku lagi sibuk sama urusan sekolah. jadi maaf kalau lama mmmm....
Tapi semoga kalian terhibur ya dengan cerita i ni dan jangan lupa sukai dan vote cerita ini.
__ADS_1
sampai jumpa di chapter selanjutnya....👋❤**