Cinta Sang Mualaf

Cinta Sang Mualaf
SETELAH KEJADIAN ITU


__ADS_3

Brukkk..........


"CIAAAAAAAAAAA......."Teriak Andre dan Reno serempak.


Cia terpental jauh dari tempat motornya ke tengah jalan sedangkan truk yang ia tabrak tetap di tempat.


"Ciii....Cia....Ciii...bangun Ciii...lo gak boleh kayak gini,"titah Reno pada Cia sesudah membuka helm milik Cia dan terlihat jelas darah yang bercucur  mengalir hampir menutupi kepala Cia.


"Cii...bangun Cia...lo harus bangun atau  mobil lo gue ambil. Ci bangun ciiii,"timpal Andre saat kepala Cia berada di pangkuannya.


"Ren...telfon Aldo sama Adam, mereka harus tahu ini."


"Iya."


Sementara orang-orang yang berada di sana hanya melihat Cia yang tergeletak tak berdaya.  Kecuali seorang gadis berambut hitam lurus yang berada diantara para penonton yang tersenyum sinis melihat Cia.


"Ini baru awal sayang. Lihat apa yang akan terjadi selanjutnya,"gumam maurin sambil tersenyum licik pada Cia. Ia senang melihat musuhnya tergeletak tak berdaya dan ini harus dirayakan.


                          ⏳⏳⏳⏳


"Ciaaa...lo harus kuat demi kita, lo harus bisa lewatin semua ini, pokoknya lo harus bertahan demi kita !!,"ucap Aldo dengan nada khawatir.


"Iya ciii...kalau lo the end, siapa yang bakal buat kita kesel, buat darah gue naik, buat kantong gue kering dan siapa yang bakal usilin gue,"cerca Adam sambil menatap Cia di atas brangkar untuk di bawa ke ruang ICU


"Kalian tunggu saja di luar, kami akan berusaha yang terbaik untuk pasien,"ucap dokter menghentikan langkah ke-empat laki-laki yang ingin memasuki ruang ICU.


"Bukan cuma berusaha dokter tapi haru berusaha ekstra maksimal,"sanggah Reno.

__ADS_1


Kemudian Dokter perempuan itu memasuki ruang ICU untuk melakukan perawatan pada Cia. Aldo, Adam, Reno dan Andre tidak henti-hentinya berdoa dan berjalan kesana-kemari seperti setrika. Aldo menghampiri Andre dan Reno.


"LO APAIN...DIA BANG*** ANJ***," teriak Aldo menarik ujung baju Andre. Adam mencoba menjauhkan Aldo dan melepaskan cekalan pada ujung baju Andre.


"UDAH DO !!! Ini bukan waktunya berantem, harusnya kita doain Cia supaya dia bisa lewatin ini dan bukan malah bertengkar. Kalau Cia ngeliat ini dia bakal gak suka liat sahabatnya bertengkar disaat dia memperjuangkan hidupnya,"tegas Adam pada Aldo di hadapannya yang sedang tersulut emosi.


"TERUS GUE HARUS BIARIN DUA MANUSIA PICIK KAYAK MEREKA NGEHANCURIN KEHIDUPAN CIA HAH ? DIA ITU SEPUPU GUE, GUE SAYANG SAMA DIA DAN GUA GAK BAKAL MAAFIN MEREKA BERDUA,"Teriak Aldo lalu menatap tajam Andre dan Reno yang hanya bisa menunduk. "Gue udah pernah peringatin ke mereka buat gak ngijinin dia balapan !! Karena gue takut bakal kayak gini dan lihat apa yang gue bilang !! Harusnya mereka  ngelarang Cia buat BALAPAN !! Bukan malah ngedukung dia buat hancurin kehidupannya sendiri,"tegas Aldo.


"Gue tahu itu tapi lo juga tahu kan sifat Cia kayak gimana ? Dia itu keras kepala Do. Percuma kita ngelarang dia dengan berbagai cara dia bakal tetep ngelakuin apa yang dia inginkan termasuk balapan !!"sahut Adam dengan nada tinggi pada Aldo.


Lalu berbalik menatap Andre dan Reno. "Dan lo berdua !!mending sekarang lo pergi dari sini sebelum Aldo ngehajar kalian berdua dan jangan khawatir, gue bakal kasih kabar ke kalian tentang Cia,"titah Adam yang diangguki keduanya. Akhirnya Andre dan Reno pergi dari tempat itu dan berharap bahwa Cia cepat sadar dan sembuh.


"Maafin gue Ci,"lirih Andre sebelum pergi dari tempat itu.


"Lo gadis kuat Cii dan gue yakin lo pasti bisa lewatin ini. Lo kan kembarannya IU adiknya selena gomez itu yang selalu lo ucapin,batin Reno sambil melangkah pergi dari tempat itu.


Tak beberapa lama kemudian, dokter yang merawat Cia keluar dari ruang ICU. Aldo dan Adam menghampiri dokter itu berharap bahwa sahabat mereka baik-baik saja.


"Iya dok gimana ? Dia baik-baik ajakan, dia bakal sembuh kan ? Dia gak bakal pergi kan ? Ninggalin kita,"cerocos Adam.


Dokter itu menghela nafasnya kasar sambil memandang Aldo dan Adam yang berharap-harap cemas.


"Keadaannya kritis dan dia kehilangan banyak darah akibat benturan keras di area kepalanya. kalau dia tidak sadar dalam waktu 24 jam kedepan, saya tidak bisa melakukan apa-apa dan saya sarankan banyak-banyaklah berdoa supaya gadis itu cepat sadar dan keluar dari masa kritisnya,"jelas dokter perempuan itu.


Degg....


Seketika jantung Aldo dan Adam berdeguk kencang saat mendengar penuturan dokter itu. Apakah tuhan akan mengambilnya dari mereka ? Apakah tuhan  lebih sayang padanya ? Tapi mereka tidak mau menyerah, mereka akan berdoa supaya sahabat mereka segera sadar.

__ADS_1


"Apa boleh kami menemuinya ?"tanya Aldo.


"Boleh tapi jangan berisik,"jawab dokter itu lalu pergi dari hadapan mereka.


Aldo dan Adam pun langsung memasuki IGD dan dapat mereka lihat tubuh yang di pasangkan alat-alat medis, perban di kepala, alat pemasok udara yang di pasang di area sekitar hidung dan mulut.


Aldo dan Adam berdiri di samping brangkar Cia dengan wajah sedih mereka. Mereka tidak tega melihat sahabat perempuannya terbaring lemah tak berdaya di tempat itu, yaaa...meskipun dia usil dan suka membuat mereka kesal tapi sahabat tetaplah sahabat bukan!! Ia berharap sahabatnya bisa segera membuka mata, tidak masalah kalau dia mau memukuli mereka, menjahili mereka, menghabiskan uang mereka apapun akan mereka lakukan asal sahabat perempuannya sadar dan kembali bersama mereka.


"Cii...bangun dong, jangan tidur muluk. Lo gak mau ngegame lagi, ada lomba buat gamers bulan ini dan hadiahnya lumayan loh, emangnnya lo gak mau ikut ? Apalagi di sana banyak cogan lohhhh...kali aja ada yang lo suka atau ada yang kecantol sama lo, jadi lo gak jomblo lagi atau lo boleh deh usilin kita, ngabisin duit kita, buat kita kesel tapi gue mohon lo buka mata lo,"cerca Adam dengan nada sedih.


"Iya Ciii...lo sepupu gue yang kuat kan !!! Lo kembarannya IU, Adiknya Selena Gomez sepupunya Ariana Grande itu kan yang suka lo bilang. Kita rela deh jadi bodyguard lo, babu lo, asal lo mau sama kita lagi,"timpal Aldo menatap Cia dengan tatapan sendu.


                             ⏳⏳⏳


Sementara Agam sedari tadi tidak bisa menutup matanya dan selalu terbuka. Entah ada apa dengannya ? Kali ini ia tidak bisa tidur, ada rasa khawatir yang menyelemutinya sedari tadi.


"Kok gue tiba-tiba mikirin Syafa ya !!"gumamnya sambil duduk di kasur. "Mudah-mudahan dia baik-baik aja,"lanjutnya lalu mengusap wajahnya kasar.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


hai hai...aku kembali semoga kalian suka ya😆semoga kalian terhibur


__ADS_2