Cinta Sang Mualaf

Cinta Sang Mualaf
BERANGKAT BARENG ?


__ADS_3

Hari ini Cia sangat malas pergi ke sekolah karena ia harus mengikuti upacara yang di lakukan setiap hari senin. Namun apadaya, ia harus pergi ke sekolahnya karena sahabat laknatnya membangunkannya saat masih tertidur pulas yang sebelumnya akan dijadikan alasan untuk terlambat ke sekolah yaitu 'bangun kesiangan' tapi sayang itu hanya angan-angan yang tidak menjadi nyata karena sahabat laknatnya.


Saat ini ia dan sahabat tengah berada di dalam mobil miliknya yang tengah melaju, membelah jalan ibukota yang ramai di pagi hari.


"Kenapa berhenti ? ada lampu merah ?"tanya Cia pada Aldo yang menyetir mobilnya yang berhenti.


"Jangan bilang mobilnya mogok ?"tanya Adam yang berada di kursi bagian mobil Cia dan mendapat gelengan kepala dari Cia.


"Bentar ya gue cek dulu,"pamit Aldo lalu keluar dari mobil dan membuka bagian depan mobil Cia.


Adam dan Cia yang melihat itu pun keluar dan menghampiri Aldo yang masih mengotak-atik mesin mobilnya.


"Gimana Do ? pasti mogok lagi heh...capek deh dedek,"ujar Cia.


"Ckk...lebay amat, masih pagi mbak jangan kumat deh,"cibir Adam.


"Biarin....wlee...,"jawab Cia lalu menlurkan lidahnya kedepan menghadap Adam.


"Gimana dong ? nanti kita telat nih...ahhelahh...dasar mobil butut,"gerutu Adam.


Cia langsung melotot ke arah Adam di sampingnnya. "Enak aja lo bilang mobil gue mobil butut,"omel Cia,"mobil ini mahal, jual rumah lo aja gak cukup buat mobil gue yang super duper mahal ini hihh...,"lanjutnya.


"Gak pagi, gak siang, gak sore, gak malam heh....tengkar teross.... bisa gak sih...lo pada gak bertengkar sekali aja. masih pagi juga bukan bantuin mikir ini malah bikin emosi,"tegas Aldo sambil menatap tajam Cia dan Adam yang berada di depannya.


"Iya iya pak bos killer,"jawab Cia dengan malas pasalnya masih ia harus mendapat semprot dari sahabat bijaknya itu.

__ADS_1


Kemudian sebuah mobil berwarna silver yang tampak mewah menghampiri mereka. kemudian pria berbadan tegap dan berseragam yang sama seperti Aldo, Adam dan Cia.


"Agam,"gumam Cia namun masih bisa di dengar oleh Aldo dan Adam.


"Kenapa ?"tanya Agam yang sudah berada di depan Cia and the geng.


"Biasa peliharaan lagi ngambek,"kekeh Cia.


"Maksud dia mobil Gam, biasa otaknya agak geser jadi ya gitu,"balas Adam.


"Belum minum obat dianya,"timpal Aldo.


"Enak aja gue masih waras ya. Iri bilang bos,"sewot Cia. Dia tak terima kalau dia di bilang gila terlebih lagi oleh sahabat laknatnya yang selalu membuatnya sensi.


\=\=\=\=\=\=\=\=


"Kenapa mereka liat kita sampek segitunya ya ?"kekeh Adam.


"Biasa. Mereka gak pernah liat wanita secantik Izilicia Ansyafa Endarson,"ucap Cia membanggakan dirinya sendirinya.


"Jangan di tanggapin emang otaknya udah geser,"gumam Aldo pelan pada telinga Agam dan dingguki oleh sang empu.


Banyak tatapan memuja ataupun tak suka dari para murid khususnya para siswi yang melihat ke-empat orang yang sedang berjalan di koridor itu.


"Sok cantik tuh si Cia. cantikan juga gue,"ujar salah satu siswi pada teman di sampingnnya.

__ADS_1


Namun Cia tidak menanggapi hal itu dan jangan berfikir bahwa setelah itu gadis itu akan aman karena bukan Cia namanya kalau tidak membuat orang kewalahan dengan sikapnya.


setelah itu Cia langsung masuk ke kelasnya setelah sampai.


"Gue masuk dulu ya. ello pada jangan rindu sama Cia kembarannya IU,"kekeh Cia lalu masuk ke dalam kelasnya.


"Bukan sahabat gue itu."Adam menggelengkan kepalanya sambil menatap Aldo dan Adam.


Kemudian Aldo,Adam dan Cia berjalan melewati kelas Cia yang tampak ramai terlebih saat mereka mengantar Cia sampai ke kelasnya.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Hai hai hai...aku kembali buat readers aku tercinta❤. Semoga kalian terhibur ya dan maaf kalau terlalu pendek lagi buntu nih ....otakku😩jadi maaf ya🙏 dan sampai ketemu di chapter selanjutnya.


__ADS_2