Cinta Segitiga Di Putih Abu Abu

Cinta Segitiga Di Putih Abu Abu
Lebih Curiga lagi


__ADS_3

Malam pun berlalu, dan berganti dengan pagi yang sangat cerah, secerah hati Tiwi, tapi tidak dengan Sinta. Yah begitu lah kira kira, karena Sinta masih di selimuti dengan rasa kecurigaannya terhadap pacar dan sahabat nya itu, tapi Sinta berusaha menutupinya, seakan akan tidak terjadi apa apa.


Ayu sudah terlihat siap dengan seragam sekolah nya, begitupun juga dengan Tiwi yang sudah duduk di meja makan, hanya saja tinggal menunggu kedatangan Sinta.


"Masih kamu telat Ta, kamu baik baik aja kan? " tanya Ayu.


"Emmss.. gue baik kok" jawab Sinta


"Tumben kesiangan, apa ada yang lo pikirin? " Tanya Tiwi.


"Enggak, cuma telat tidur aja " jawab Sinta


"Ya udah kalou gitu, ayo kita sarapan dulu, nanti telat lagi ke sekolah". ucap Ayu


Mereka pun sarapan dengan tenang.


Setelah selesai sarapan sarapan mereka berangkat bersama ke sekolah, tapi tidak seperti biasanya, mereka hanya diam tanpa ada yang bersuara sedikit pun.


Ayu semakin curiga dengan sikap Sinta yang berubah jadi pendiam, sedangkan Ayu juga masih penasaran dengan kelanjutan hubungan Tiwi dan Rama, pikiran Ayu penuh dengan rasa penasaran yang mendalam.


Sesampainya di sekolah mereka masih saling diam, sampai belajar pun mereka masih saling diam satu sama lain, gerah dengan pemandangan yang tak biasa Ayu buka suara, dan mulai bertanya tentang rasa penasaran nya itu.


"Sinta,, lo kenapa sih dari tadi diam aja, ada masalah apa,? cerita dong sama gue, kita kan sahabat" tanya Ayu.


"Gue gak papa, kok Yu,, " jawab Sinta


"kalou lo emang gak papa kenapa lo diam aja dari tadi, lo gak banyak bicara ? " tanya Ayu


"Lo lagi Tiw, kenapa lo diam aja dari tadi" tanya Ayu kembali.


"Gue gak papa kok baik, malah makin baik " jawab Tiwi.


"Ayu, sebenarnya gue...!!! " ucapan Sinta terpotong karena ragu ragu.

__ADS_1


"Ya, lo kenapa " jawab Ayu


"Emss, cerita dong Ta, mungkin kita bisa bantu" ucap Tiwi tanpa dosa. Ya karena Tiwi belum menyadarinya.


"Sebenarnya gue curiga sama Rama, gue curiga Rama selingkuh Tiw, Yu.. " ucap Sinta sedih.


"Hahhh... " Ayu terkejut, begitupun juga dengan Tiwi lebih terkejut lagi..


"Lo yakin Ta? " tanya Ayu meyakinkan.


"Ya, akhir akhir ini Sikap dia beda banget dengan omongan nya, dia ngomong sama gue, tapi sikap dia seakan akan itu bukan untuk gue". ucap Sinta


" Gue juga yakin, kalou Rama udah gak ada rasa sama gue, raganya sama gue, tapi hati nya bukan untuk gue, gue bingung Tiw, Yu, gue harus tanya langsung sama Rama".ucap Sinta kembali


"Yah itu lebih baik Sinta, sebaik nya lo tanyakan langsung sama Rama, biar jelas, tapi masa sih Rama begitu? " jawab Ayu seolah olah tak tau apa apa.


"Ya udah gue sekarang mau nyamperin Rama dulu, gue butuh kejelasan " ucap Sinta sambil meninggalkan kedua sahabat nya.


Setelah kepergian Sinta menemui Rama, Ayu langsung marah sama Tiwi.


"Dengar sendiri kan lo, lo puas hah " ucap Ayu


Tiwi hanya diam mematung, memikirkan setiap ucapan Sinta tadi.


"Jawab lo, jangan diam aja, sebentar lagi hubungan persahabatan kita bakal hancur Tiwi, dan itu gara gara ke egoisan lo " ucap Ayu kembalj dengan rasa kesal dan marah.


"Maaf " hanya itu yang Tiwi ucapkan, dan dia lari dari dalam kelas meninggalkan Ayu.


"Heh mau kemana lo, hanya itu yang lo ucapkan, lo gak nyesal? " teriak Ayu pada Tiwi. sampai sampai semua teman sekelasnya melihat ke arah teriakan Ayu.


Tiwi berlari ke arah toilet, dia menangis sejadi jadinya di dalam toilet, dia gak nyangka kalou Sinta sudah mencurigai Rama, dan sebentar lagi dia pasti bakal tau kalou selama ini Dia lah perusak hubungan mereka..


Sementara Tiwi menangis di dalam toilet, Sinta langsung nyamperin Rama ke kelas nya, tanpa basa basi, Sinta langsung mengajak Rama keluar, dan menuju Ruang UKS, karena di sana pasti sepi orang.

__ADS_1


"Ada apa sayang, kok kamu ngajak aku ke sini sih? " tanya Rama masih merasa dirinya baik.


"Ada yang mau aku tanyakan, penting banget, ini mengganggu pikiran ku semalaman" ucap Sinta marah.


"Emang nya ada apa, kom marah sih? " tanya Rama


"Apa kamu selingkuh ? " Sinta langsung to the point tanpa basa basi.


"Hah,,, kok kamu bisa nuduh aku selingkuh sih, emangnya kenapa? apa salah aku ke kamu sampai kamu nuduh aku selingkuh? " tanya Rama yang sedikit gugup tapi masih merasa tidak terjadi apa apa.


"Kalou kamu gak selingkuh, selama ini kamu suka teleponan sama siapa? " tanya Sinta


"Ya sama teman teman aku lah " jawab Rama


"Siapa ? " tanya Sinta kembali


Rama bingung dengan harus jawab siapa, tapi dengan cepat dia langsung menjawab nya supaya Sinta tidak curiga lebih lanjut.


"Maaf sayang, kalou selama ini aku kurang perhatian sama kamu, tapi aku sumpah tidak selingkuh, aku hanya sayang sama kamu, percaya lah " jawab manis mulut Rama


Sinta menangis diam mematung, dia semakin terisak, masih ada yang mengganjal di hati nya, tapi dia tidak punya bukti untuk mengungkap kelakuannya dengan Tiwi.


Rama langsung memeluk tubuh Sinta, dan menenangkan hati nya supaya tidak menangis lagi.


"Udah sayang, jangan menangis, aku sayang kamu kok, " ucap Rama menenangkan hati Sinta.


Sinta tidak menjawab nya, dia hanya menangis sesenggukan di pelukan Rama.


Sedangkan Tiwi sudah kembali ke dalam kelas, dan langsung duduk dengan tenang, seakan akan tidak terjadi apa apa dengan dia.


Istirahat kali ini, mereka benar benar melewatkan makan siang, hanya Ayu, Doni, dan Tama yang berada di kantin untuk makan siang.


....

__ADS_1


__ADS_2