
Selang beberapa menit mereka saling diam, akhirnya Doni mulai memberanikan diri untuk mengatakannya pada Ayu, meskipun nanti Ayu menerima atau tidak, pilihannya ada pada Ayu, dan Doni akan menerima apapun dari keputusannya itu.
"Sayang,,, ada yang ingin aku sampaikan pada mu" ucap Doni memecah keheningan di antara mereka.
"Apa itu sayang, apa ada hubungannya dengan hubungan kitu?? " jawab Ayu sambil menatap ke arah kekasihnya iyu.
"bisa jadi, tapi janji yah gak bakalan matah? " pinta Doni
"Selama ucapan mu tidak menyakiti aku, aku tidak akan marah " jawab Ayu
"Begini sayang, ini soal study ku, aku sudah mengajukan beasiswa untuk kuliah di Harvard University, dan hasilnya di terima, maaf kalau aku baru memberitahukan nya sekarang" ucap Doni sambil menundukan kepalanya, tak tega harus melihat wajah kekasihnya itu bersedih.
"kenapa kamu gak cerita dari jauh jauh hari rencana mu itu, apa kamu takut kalou aku gak bakalan izinin kamu pergi? padahal jika kamu mengatakan ini sebelum nya, pasti aku sudah menyiapkan hati ku untuk bisa menerimanya" jelas Ayu yang hampir meneteskan air mata nya.
"Maaf sayang, aku benar-benar takut kalou kamu akan mengakhiri hubungan kita, kalou aku cerita ini dari awal, dan aku takut kalou kamu gak bisa mengizinkan aku pergi" jelas Doni
"Apa hak aku untuk melarang kamu pergi? aku cuma sebagi pacarmu, bukan istri mu, dan aku juga gak berhak menghalangi mimpi mu, untuk masalah hubungan yang akan aku akhiri, kamu salah, aku akan menunggumu kembali" ucap Ayu yang kini sudah berlinang air mata.
"Benarkah sayang??? kamu akan menungguku kembali?? apa kamu tidak akan meninggalkan hati ku?? " tanya Doni sambil menghapus air mata Ayu
"Ya " Ayu hanya menjawab singkat sambil menganggukan kepalanya.
"makasih sayang, aku janji aku akan kembali setelah aku sukses, dan tidak akan mengecewakan hati mu, aku janji sayang" jelas Doni yang langsung memeluk kekasihnya dengan perasaan senang dan sedih.
__ADS_1
Mereka berdua saling berpelukan, entah sampai kapan mereka akan bisa bersama kembali, karena itu soal waktu yang harus mereka jalani dengan sangat baik. Beberapa saat kemudian Ayu mulai memberanikan diri lagi untuk bertanya, meskipun hati nya begitu sangat sakit, walau hubungan mereka masih berlanjut, tapi LDR di antara keduanya belum tentu bisa berjalan dengan baik.
"Kapan kamu berangkat ?? " tanya Ayu sambil melepas pelukan nya.
"Lusa, aku akan berangkat lusa, kita punya waktu sehari lagi besok untuk bersama, aku akan mengajak mu kesuatu tempat besok, apa kamu mau ikut dengan ku?? " tanya Doni
Ayu hanya tersenyum tanpa menjawab ajakan dari Doni, dia tidak yakin, kalou besok dia akan mampu menjalani hari kalau Doni sudah pergi.
"Kenapa sayang?? besok aku akan jemput kamu lagi, sekarang sudah malam, ayo aku antar kamu pulang" ajak Doni sambil menggenggam tangan Ayu erat menuju arah mobil nya.
Sedangkan di tempat lain ada Sinta dan Rama yang asik main di Timezone, mereka asik bersama melepas rindu setelah satu pekan tidak bertemu.
Ketika sedang asik bermain, tiba tiba sekilas Rama melihat sosok Tiwi yang sedang bergandengan tangan dengan seseorang yang ia kenal..
"Ada apa sayang?? apa ada yang kamu kenal? " tanya Sinta sambil melihat ke arah yang sama dengan Rama
"Eh gak kok sayang, tadi aku sepertinya melihat Doni, tapi mungkin salah lihat " jelas nya sambil menatap Sinta kembali.
"Oh, mungkin saja benar, karena dia juga pergi sama Ayu" jelas Sinta
"Iya sih bisa jadi, udah lah kita lanjutkan lagi, sekarang kita mau main apa lagi? " tanya Rama mengalihkan topik pembicaraan nya.
Mereka akhirnya melanjutkan acara mereka sendiri, sedangkan Rama masih sibuk dengan perasaannya yang tak menentu, karena dia penasaran akan hubungan Tama dan Tiwi.
__ADS_1
Tiwi yang sedang melihat lihat barang di sekitarnya, langsung di tarik oleh Tama ke dalam Toko Aksesoris, dia melihat ada sebuah jam yang sangat bagus, dan bermaksud membelinya untuk Tiwi.
"Eh, kenapa, kok kita masuk kesini sih,, " ucap Tiwi yang bingung dengan sikap Tama yang masuk kedalam toko Aksesoris perempuan.
"Tadi gue lihat ada yang bagus di dalam sana, dan kita lihat dulu yah cocok apa tidak " jelas Tama sambil tersenyum ke arah Tiwi
"Ya okelah,, " Tiwi hanya bisa pasrah dengan sikap Tama hari ini.
Setelah sampai di tempat jam yang ia lihat, Tama langsung mengambilnya, dan memasangkannya di tangan Tiwi.
"Cantik,, pas di tangan kamu " ucap Tama
"Ini untuk ku??? " tanya Tiwi yang terkejut karena Tama langsung memakaikannya langsung.
"Iya ini untuk lo, gimana suka?? anggap saja kenang kenangan dari gue. " ucap Tama
"gue suka sih, tapi kan ini mahal banget, dan kenapa harus jam? " tanya Tiwi karena masih bingung pada Tama
"Karena gue ingin lo selalu mengingat setiap waktu bersama gue, dan gue harap lo bisa membuka hati lo untuk gue dengan seiring berjalannya waktu, di mulai dari hari ini" jelas Tama sambil memeluk Tiwi
Lagi lagi, Tiwi hanya pasrah dengan tingkah Tama hari ini, dia gak ingin membuat Tama kecewa di hari terakhirnya di Indonesia.
maaf ya,, jika ceritanya gak sesuai dengan apa yang reader harapkan, dan mungkin juga kurang nyambung, ☺☺ karena ini novel pertama dan masih belajar. 🙏🙏
__ADS_1