Cinta Segitiga Di Putih Abu Abu

Cinta Segitiga Di Putih Abu Abu
ketulusan


__ADS_3

Kata kata Tama membuat hati Tiwi terenyuh, baru kali ini dia merasakan tulusnya di cintai, bahkan dengan orang yang ia cintai sekalipun tak pernah merasakan setulus ini.


kenapa gue begitu bodoh, tidak pernah merasakan di cintai setulus ini, bahkan gue tidak merasakan cinta setulus ini dari seseorang yang gue cintai, begitu bodohnya diri ini, jelas jelas selama ini ada yang tulus sayang sama gue, tapi kenapa gue malah menyukai orang yang sudah punya pacar, bahkan pacarnya itu sahabat gue sendiri, bodoh, bodoh, Tiwi lo emang bodoh. Dia terus mengutuki dirinya sendiri, sampai tak terasa air matanya lolos begitu saja di hadapan Tama.


"Tiwi, lo ok?? kenapa lo nangis? apa lo gak suka sama jam yang gue kasih? " Tama bertanya karena heran melihat Tiwi menangis begitu saja


"Gak kok Tam, gue baik baik aja, gue juga suka jam nya kok, makasih yah" jawab Tiwi sambil menyeka air matanya.


"Terus kenapa lo nangis?? gue gak mau yah lihat lo sedih di hari terakhir kita ini, gue mau lo terus tersenyum , agar gue tenang ninggalin lo" ucap Tama yang mengelus rambut Tiwi agar merasa lebih tenang.


"haha... makasih yah Tam untuk hari ini, gue bener bener bahagia" jelas Tiwi


"Terus kenapa lo nangis begitu kalo lo bahagia?? " tanya Tama bingung


"Karena ini tangis kebahagiaan Tam, udah ah kita lanjut jalan lagi yuk" ajak Tiwi sambil menarik tangan Tama untuk keluar dan menuju tempat yang lainnya.


"Emang sungguh ajaib yah, kok ada yah kalo nangis itu bahagia " ucap Tama yang masih bingung.


"Eh tunggu, gue bayar dulu,, tunggu di sini jangan kemana mana" ucap Tama kembali.

__ADS_1


Tama yang pergi untuk membayar jam ia beli tadi meninggalkan Tiwi sendiri di depan toko. sedangkan Tiwi yang menunggu melihat lihat ke arah sekitar, dan dia melihat sosok Rama yang sedang asik canda tawa bersama Sinta.


Bukannya itu Rama dan Sinta yah, rupanya mereka jalan ke mall ini juga, tapi kok aneh yah, hati gue merasa ikut bahagia melihat mereka tertawa seperti itu, tidak biasanya, padahal kemarin kemarin hati gue selalu sakit kalo melihat mereka dekat, apa gue udah gak cinta lagi yah sama Rama??? Banyak sekali pertanyaan di hati Tiwi.


Beberapa menit kemudian, akhirnya Tama sudah ada di depan Tiwi, dan mereka langsung melanjutkan kencan seharian mereka..


Puas mengelilingi sekitaran mall, mereka memutuskan untuk makan dahulu sebelum pulang. dan mereka memilih untuk makan di restoran sekitaran mall. ketika mereka masuk, mereka di kejutkan dengan adanya Rama dan Sinta yang sudah ada di restoran tersebut lebih dulu.


"Hai bro,, kebetulan sekali yah, boleh kita gabung gak?? " sapa Tama sambil duduk di kursi dekat mereka.


"Ok silahkan, lo ngapain disini, bukannya lo harus siap siap untuk pergi? " tanya Rama heran


"Eh ia bro, gue harusnya sedang beres beres menyiapkan keberangkatan gue, tapi di pikir pikir gue kangen seseorang. " jawab Tama yang mengedipkan sebelah matanya ke pada Tiwi


"Loh emangnya lo mau kemana Tam? gue kira lo juga tadi gak pergi Tiw" tanya Sinta sambil sekalian merasa kesal pada Tiwi, karena sinta mengira Tiwi akan merusak konsentrasi Rama malam ini.


"Tadi Tama tiba tiba ngajak gue jalan Ta, dari pada gue suntuk sendiri kan , ya mending iyain aja. " jelas Tiwi


"Gue mau ke Amerika Sinta, gue mau lanjutin study gue di sana" jawab Tama

__ADS_1


"Oh iya, sampai lupa, kalo kamu sayang mau lanjut dimana?? " tanya Sinta pada Rama


"Aku masih di indonesia sayang, kan gak mau jauh dari kamu " jawab Rama sambil mengelus bahu Sinta tapi sesekali melirik ke arah Tiwi karena penasaran dengan sikap nya yang mungkin dia kira akan cemburu


Tapi nyatanya Tiwi hanya tersenyum mendengar kata kata Rama pada Sinta, dan tidak membuat hatinya sakit sama sekali, lalu Tiwi memalingkan wajahnya menatap ke arah Tama. dan mereka berbincang asik disan.


Yang tadinya Rama ingin membuat Tiwi cemburu, tapi malah sebaliknya, malah Rama yang kelihatan gak suka melihat kedekatan Tama dan Tiwi yang makin akrab, karena penasaran, Rama memberanikan diri untuk bertanya.


"Bro lo sama Tiwi kok makin akrab aja yah?? " tanya Rama pada sahabat nya itu


"Emang iya gitu?? perasaan sama aja kok kayak biasanya, iya kan Tiwi?? " jelas Tama sambil balik bertanya pada Tiwi


"Emmzz" jawab Tiwi singkat


"Iya kalo di lihat lihat emang bener sih, kalian makin akrab aja " seru Sinta


"Udah ah makanan datang, lebih baik kita makan dulu, mari selamat makan " ucap Tiwi yang langsung mengambil dan memakan makanan yang ia pesan tadi


Mereka semua makan tanpa ada yang bersuara sedikit pun, hanya terdengar suara dentingan garpu dan sendok saja..

__ADS_1


__ADS_2