
Saat tersadar Sinta langsung menghentikan ciuman dari Rama, ia langsung memalingkan wajahnya ke layar besar yang ada di depan nya, Rama pun sama, dia merasa tidak enak dengan perbuatannya meskipun Sinta adalah kekasihnya.
Hampir dua jam mereka berada di dalam ruangan tersebut, mereka keluar dan melanjutkan nya untuk bermain sesaat di Timezone. Asik mereka bermain main, Rama mengucapkan minta maaf pada Sinta atas perbuatannya tadi.
"Sayang maaf" ucap Rama tulus
"Untuk apa? " tanya Sinta
"Yang tadi aku lakukan " jawab Rama
"Emhh ,, tidak apa apa" ucap Sinta
"Kamu gak marah kan sayang? " tanya Rama sambil memegang tangan kekasihnya itu.
"Gak lah, aku hanya belum terbiasa saja " jawab Sinta malu.
"Kalau begitu boleh dong aku melakukannya lagi? " Pinta Rama
Sinta menatap Rama dan langsung mendorong jauh wajah nya.
"Jangan , di sini rame, banyak orang yang melihat kita, aku malu " ucap Sinta
"Ok baik lah, lain kali aku akan memintanya lagi" ucap Rama memalingkan wajahnya.
"Sekarang kita kemana lagi? " tanya Rama kembali
"Ada yang ingin aku sampai kan, kita ke kafe sambil minum, gimana? " tawar Sinta
__ADS_1
"Ok, ayo " jawab Rama sambil pergi menuju kafe tujuan mereka.
Setengah jam perjalanan dari mall menuju kafe x, akhirnya mereka sampai dan memasuki kafe tersebut .
"Kamu mau pesan apa sayang ? " tanya Rama sambil membuka buku menu yang tersedia di atas meja.
"Seperti biasa saja " ucap nya
"Ok baik lah " ucap Rama sambil memanggil seorang pelayan.
"tolong yah dua orange jus" ucap Rama pada pelayan.
Sambil menunggu minuman mereka datang Rama langsung menanyakan apa yang sebenarnya akan di bicarakan Sinta.
"Ada apa sayang?? apa aku berbuat salah? " tanya Rama penasaran.
"Tidak, aku hanya ingin menanyakan sesuatu pada mu " jawab Sinta
"Seandainya ada wanita lain di hati kamu, siapa yang akan kamu pilih?? " tanya Sinta sinis
"Apa maksud kamu dengan sebutan wanita lain?? " tanya Rama bingung.
"Selama ini aku merasa ada wanita lain di hati kamu Ram, tapi kamu selalu saja menyangkal nya, insting seorang wanita itu kuat, sebaiknya kamu jujur, sebelum aku tau dari orang lain " jelas Sinta pilu
"Apa selama ini kasih sayang dan perhatian ku pada mu masih belum cukup untuk membuktikan cinta ku? " tanya Rama balik
"Yah, aku memang merasa perhatian dan kasih sayang kamu akhir akhir ini semakin terbagi " jawab Sinta jelas.
__ADS_1
"lantas harus dengan cara apa lagi aku membuktikannya? " tanya Rama
Sebelum Sinta menjawab Rama, sang pelayan datang memberikan minuman yang mereka pesan.
"Sebaiknya kamu minum dulu " ucap Sinta sambil meminum minuman milik nya.
"Udah lah sayang jangan terus berburuk sangka terhadap ku, percayalah hatiku hanya tulus untuk mu" ucap Rama mencoba membujuk Sinta.
"Kita jalani dulu sekarang seperti biasa, sampai kapan kamu mampu membohongi ku, aku akan berusaha percaya pada mu sampai aku menemukan buktinya " jelas Sinta
"Ayolah sayang jangan begitu " rajuk Rama
"Bersikap lah seperti biasa nya, aku pun juga akan begitu, anggap saja ucapan ku hari ini sebagai peringatan pertama, agar kamu bisa memutuskannya dengan bijak " ucap Sinta.
"Ok baik lah, aku akan buktikan bahwa hati ku cuma untuk mu seorang tiada wanita lain" jelas Rama
"Sekarang antarkan aku pulang, aku lelah, " pinta Sinta
"Ok, ayo " jawab Rama
Mereka akhirnya pulang tanpa ada satu pun yang berbicara di dalam mobil, sampai waktu pun tak terasa mereka sudah sampai di depan rumah kos Sinta, dan Sinta langsung turun.
"Terima kasih untuk hari ini, aku merasa sangat senang bisa jalan berdua dengan mu " ucap Sinta sambil keluar dari dalam mobil.
Rama hanya mengangguk dan tersenyum ke arah Sinta, sampai Sinta sudah terlihat memasuki rumah, Rama langsung melaju pergi.
Di sepanjang perjalanan pulang Rama terus melamun, memikirkan cara nya bagai mana dia harus bersikap kepada kedua gadis yang ia sukai, ia masih bingung harus memilih yang mana, meskipun hidup adalah sebuah pilihan, tapi soal hati bukanlah untuk di pilih, melainkan untuk di tetapkan pada siapa hati nya berlabuh.
__ADS_1
"Ah sial, bagai mana ini, aku menyayangi mereka berdua, aku gak mau menyakiti mereka, tapi aku juga gak bisa terus seperti ini, aku benar benar egois" ucap nya sambil terus melajukan mobil nya dengan sangat kencang.
**✿❀ ❀✿**